
Suasana pun terasa hangat, mereka menikmati malam dengan gembira, benar benar melepas penatnya pekerjaan.
" saya baru merasakan suasana seperti ini, sungguh membuat santai dan suasana hati menjadi tenang." kata pak gubernur L
" betul pak gub, susah kita bisa mendapatkan suasana seperti ini." kata pak gubernur B
" kita liburan ke tempat lain belum tentu mendapatkan suasana seperti ini." kata pak gubernur D
" kita harus agendakan pak, untuk liburan kesini ya." kata ibu citra
" iya nih maximal 1 bulan sekali kita berkumpul disini." kata ibu sisil
" kalau bapak bapak enggak bisa kita saja bu yang kesini." kata ibu kayla
" nanti saya bisa datang 1 bulan sekali kalau begitu." kata ibu nurul
" coba dari dulu ya kita bisa berkumpul seperti ini, kita enggak akan kesepian kalau ditinggal kerja sama suami, kita bisa happy happy." kata ibu athia
" betul bu ya, tapi kita baru di takdirkan untuk bisa bertemu dan berkumpul baru baru ini saja, sehingga bisa bersilaturahmi ." kata ibu sisil
" makanya kita harus pertahankan Silaturahmi ini karena itu kunci persaudaraan kita, semoga saja kita bisa berkumpul sampai ke akhirat nanti." kata ibu zahra
" aamiin." jawab mereka
" kalau tau begini, saya juga enggak akan kuliah sampai keluar sana." kata silvy
" iya ya, enakan disini banyak teman." kata anisa
" itu bagian dari perjalanan hidup, jangan pernah menyesali, jadikan itu sebiah pengalaman hidup untuk masa depan kalian." kata pak menteri UMKM
" kalian harus bersyukur karena bisa kuliah di luar, banyak orang yang mendambakan itu." kata pak bambang
" berkat pak vian dan keluarga kita bisa disatukan disini, bisa bersilaturahmi duduk bareng ngobrol santai seperti ini." kata pak gubernur B
" kalau di fikir fikir kita bisa bersilaturahmi seperti ini karena ada masalah, saya bisa kenal pak bambang dan pak gubernur B karena masalah pemukiman, saya kenal pak bupati dan pak gubernur D karena ada masalah disini." kata vian
" memangnya ada masalah apa disini gitu pak." tanya pak menteri sosial
" biasa pak masalah preman, pak vian disini di bacok preman disini." kata pak bupati
" alhamdulillah pak bupati ya sekarang, daerah ini jadi aman dan kondusif." kata endris
__ADS_1
" gimana enggak takut tentara obrak abrik ke kampung." kata pak gubernur D sambil ketawa
" iya ya, saya juga enggak akan sedekat ini sama kamu, kalau enggak ada masalah ini." kata endris
" dekat lagi sama kamu bukan masalah disini tapi masalah di pabrik yang sekarang pabrik SPI." kata vian
" oh iya masalah ormas ya." kata pak bupati
" betul pak, awalnya saya kenal sama pimpinan salah satu anggota dewan daerah ini yang dia kebetulan menjadi dewan pembina ormas tersebut." kata vian
" pak vian sampai kena bacok juga." kata pak menteri sosial
" betul pak, ini sampai 7 jahitan." kata vian sambil menunjukan tangan yang terkena bacokan
" sama saya juga jadi kenal dekat sama beliau karena masalah di pabrik LCI." kata pak gubernur L
" jadi karena masalah kita bisa silaturahmi, menambah saudara dan pertemanan." kata pak bambang
" ini daging kambing nambah suasana jadi panas." kata pak gubernur D
"kode tuh, siap siap ada kabar mengejutkan nih." kata pak menteri UMKM
" jadi siapa nih yang mau nemenin bu shinta," kata pak bambang
" kamu mau punya anak lagi, 5 anak dari induk berbeda." kata endris sambil tertawa
" enggak kebayang pas di tanya gurunya ya, gurunya pasti kaget tuh." kata pak menteri pendidikan
" jangankan gurunya, awalnya saya juga kaget pak." kata pak menteri sosial
" kaget sekaligus iri ya pak." kata pak bambang
" kita hanya bisa jadi harimau di luar saja, kalau di rumah tetap jadi kucing." kata pak menteri UMKM. Mereka semua tertawa.. Meoooong..... Meooooong..
" saya aja temannya enggak nyangka dia bisa dapat 4 isteri cantik cantik, padahal dulu dia itu pendiam dan seperti enggak tertarik sama perempuan." kata endris
" dulu pak vian masih jadi kucing dan sekarang sudah mengaum pak, beda dengan kita kita." kata pak bambang.
setelah makan dan mengobrol mereka pun istirahat, pak dede, haris dan yang lainnya membantu merapihkan bekas kumpul kumpul, vian juga masih menikmati kopi dan rokoknya. Selesai beres beres mereka duduk bersama vian. Vian juga mengajak para ajudan menteri dan gubernur duduk bersama.
" enggak nyangka ya, kita bisa duduk bareng sama para pejabat." kata pak dede
__ADS_1
" iya kapan lagi saya bisa nyopirin para pejabat ini." kata pak heri
" biasanya mereka gimana pak, kalau di tempat lain." tanya vian
" biasanya bapak enggak banyak bicara dan beda suasananya biasanya beliau serius enggak seperti disini ketawa dan becanda." kata ajudan pak menteri sosial
" mungkin karena bapak juga yang bisa membuat suasana tidak kaku dan saya pribadi merasa nyaman pak, rasa kekeluargaannya kental banget, apalagi bapak tidak pernah membeda bedakan orang." kata ajudan pak menteri UMKM
" betul itu.. Kita bisa duduk dan makan bareng, enggak ada perbedaan, kamu juga diperlakukan seperti tamu kalau ke rumah bapak." kata ajudan pak gubernur B
" buat saya sama saja pak, siapapun itu sama saja uang terpenting dia menghormati saya, saya juga akan menghormatinya, buka berarti saya ingin di hormati, yang jelas kita ada adat sopan santun, akhlak yang utamanya." kata vian
" saya enggak menyangka bisa diperlakukan seperti ini, tidur di berikan tempat yang nyaman, makan yang sama." kata ajudan pak gubernur L
" oh iya, bapak bapak kalau mau istirahat bisa di aula, disana ada tempat tidur sudah disiapkan," kata opik
" terimkasih pak. Saya masih ingin menikmati suasana disini enak banget." kata para ajudan
" dulu kita itu habis makan makan di rumah pak vian, kita mengobrol sampai jam 12 malam baru pulang." kata pak dede
" bapak bapak ini teman pak vian ya, tapi saya lihat kok sepertinya tidak seumuran." kata ajudan pak gubernur D
" kita teman teman pak vian waktu bekerja di perusahaan S, pak vian dulu yang memasukan saya keperusahaan S jadi sopir perusahaan." kata pak dede
" iya ya pak dede, pindah kerja dari perusahaan sebelah kantor." kata opik
" makanya waktu itu bos tanya bilang, kamu mau pindah kemana, saya jawab kalau ada masalah dengan saya cari aja di perusahaan sebelah, saya pindah kesana." kata pak dede
" saya suka suasana seperti ini, silaturahmi dan persaudaraannya kerasa banget." kata ajudan pak gubernur B
" untung saja ya semua isteri pak vian bisa menerima suasana seperti ini, coba kalau bu lily aja enggak setuju wah kita bakalan enggak bisa kumpul kumpul seperti ini." kata pak dede
" pantesan kamu de, dulu kamu mau kerja di perusahaan S." kata pak heri
" iya kak, kalau enggak ada pak vian enggak tau saya juga betah atau enggak, makanya pas pak vian keluar kita juga keluar dan kerja bareng mulai dari nol di LNI." kata pak dede
" saya merasakan sendiri gimana kerja di perusahaan pak vian akhirnya, pantes saja semua karyawan membela beliau, karena perlakuan beliau ke karyawan pun seperti ini." kata pak heri
" saya jadi ingat waktu kejadian kecelakaan pesawat di surabaya itu, bapak sampai gelisah, tanya saya apa ada orang yang bisa bantu mencari, saya awalnya berfikir kok bapak segelisah itu padahal saudara bukan. Tapi setelah mengetahui wajar saja bapak gelisah, merasakan bagaimana jika keluarga ada yang terkena musibah." kata ajudan pak gubernur L.
sambil mengobrol vian menikmati kopi dan rokoknya, yang lain pun sama bahkan masih ada yang makan kambing guling dan jagung.
__ADS_1