
Rombongan dari dinas ketenagakerjaan pun melihat kondisi pabrik, mereka mohon izin untuk mendokumentasikan kegiatan mereka. mereka pun menanyakan kepada karyawan tentang kondisi kerja di pabrik LCI ini. Karyawan merasa nyaman bekerja di pabrik LCI di bawah manajemen baru PT. LCI dengan adanya penyesuaian gaji, tunjangan tunjangan bahkan fasilitas istirahat karyawan diperhatikan.
Setelah melihat area pabrik vian dan pak rudi membawa rombongan ke area kantin dimana disana sebagai area istirahat karyawan. Disana ibu kantin sedang menyiapkan makan siang untuk karyawan.
" ini ada acara apa pak, sepertinya mau makan makan nih." kata pak suherman
" ini untuk makan siang karyawan pak, kemarin pak vian mengintruksikan saya supaya perusahaan memberikan makan siang dan malam." kata pak rudi
" bagus ini, benar benar mensejahterakan karyawan." kata pak suherman, mereka pun melihat menu menu yang dihidangkan.
" wah... Makanannya pun ini enak enak. Perlu di contoh ini pak di kantor." kata pegawai dinas
" iya di contoh tapi anggaran darimana," kata pak suherman
" terus ini kantinnya jadi gak jalan dong bu." lanjut pak suherman menanyakan kepada ibu kantin.
" masih pak, tapi gak jual nasi, kantin hanya jual minuman aja, saya juga merasa terbantu karena penghasilan saya ada yang tetap sekarang, kantin hanya tambahan saja." kata ibu kantin
" kok bisa begitu bu." tanya pak suherman
" sebelumnya saya pengelola kantin ini dan menjualan makanan untuk karyawan, tapi akhir bulan kemarin pak bos ini memerintahkan saya berhenti berjulan nasi, saya hanya masak saja dan saya di gaji setiap bulannya." jawab ibu kantin
" terus biaya untuk beli bahan makanan ini dari mana. Siapa yang belanjanya" kata pak suherman
" hari pertama dari pak bos, hari berikutnya dari perusahaan, Yang belanja saya pak." jawab ibu kantin
" luar biasa, pantas saja karyawan bedah dan nyaman ya. Ini akan menjadi masukan kepada kami supaya perusahaan bisa meniru di petusahaan ini." kata pak suherman
Setelah melihat dan bertanya tentang kondisi pabrik rombongan dari dinas pun pamit.
" kalau begitu saya pamit, saya sangat mengapresiasi perusahaan ini. Oh iya sampai ketemu besok pak di kantor wali kota." kata pak suherman
" baik pak, terimakasih atas waktunya. Sampai ketemu besok." kata vian
Rombongan pun meninggalkan lokasi pabrik, vian dan pak rudi mengantar mereka sampai ke tempat parkir. Mereka menyempatkan photo bersama di depan pabrik LCI. Setelah itu vian melanjutkan ngopi lalu menyalakan rokoknya dan bilang ke pak rudi 15 menit lagi kita adakan pertemuan manajemen.
Setelah 15 menit vian pun masuk ke pabrik lalu ke ruangan rapat disana sudah berkumpul. Vian meminta semua bagian melaporkan kinerjanya.
Dari laporan mereka bahwa LCI mengalami pertumbuhan yang baik, komunikasi pun berjalan lancar dengan kantor di Jakarta terutama bagian pemasaran. Pertemuan itu pun hanya berlangsung 30 menit, vian pun pamit dan pergi ke pos satpam lagi. Disana vian memberitahukan pak dado kalau nanti akan datang pak daryat dari kantor L-Pro kalau negosiasi tanah sebelah rampung. Vian pamit ke pak dado lalu pergi bersama pak wahyudi ke Dillas Cafe. Vian menerima pesan dari bella bahwa dia sudah di dillas cafe. Vian juga mengirim pesan kepada isteri isterinya.
" mah lagi dimana, sudah makan belum." kata vian
" di kantor LCI, ini baru mau berangkat makan bareng sama astrid, dilla dan ibu sisil. Papah udah selesai pertemuannya." kata lily
" baru selesai ini mau pergi ke Dillas Cafe." kata vian
__ADS_1
" papah jangan lupa makan juga. Mamah berangkat ya." kata lily
Di mobil vian menjelaskan tanggungjawab pak wahyudi di cabang L-Trans ini dan kantornya di ruko yang baru dibeli bersama pak wanto.
37 menit perjalanan vian sampai di Dillas Cafe, disana bella dan teman temannya sudah berkumpul. Mereka pun memberi salam ke vian.
" gimana sidangnya, sudah selesai." kata vian
" alhamdulillah sudah mas tapi aku ........" kata bella sambil memasang muka sedih lalu memberikan amplop
" kenapa kamu gak lulus ya." tanya vian
" lihat aja suratnya." kata bella. Vian pun membuka amplop teraebut dan melihat suratnya.
" Selamat ya.. Gak sia sia kamu belajar." kata vian, lalu memberikan selamat ke bella
" udah kasih tau ibu dan mbak mu belum. kalian gimana lulus juga kan." lanjut vian
" udah mas tadi." jawab bella
" alhamdulillah om, kita semua lulus." jawab sella. Vian pun memberikan selamat kepada mereka.
" udah makan siang belum, kalau belum mau makan dimana biar saya traktir." kata vian
" iya udah mau makan dimana, pergi sekarang, mas juga lapar." kata vian
" gimana kalau di restoran xxxx, katanya makannya enak enak dan tempatnya bagus, gak jauh dari sini." kata bella
" oh iya disana aja, aku emang pengen kesana sih, pengen coba." kata sella
" iya udah pake 1 mobil aja biar gak saling tunggu." kata vian. Mereka pun pergi pakai mobil vian, bella memberikan petunjuk ke pak wahyudi
27 menit perjalanan mereka sampai di restoran xxxx. karena restoran gak begitu rame vian dan yang lainnya mudah mendapatkan tempat duduk, vian pun mengajak pak wahyudi untuk makan bersama mereka. Vian memilih tempat duduk di outdor sehingga bisa merokok. Mereka pun memesan makanan dan minuman.
" kapan kalian wisudanya." kata vian
" bulan depan om." kata selly
" jadi siapa yang mau kerja di jakarta." kata vian
" aku sama selly om," kata sella
" kenapa yang lain gak mau, apa kalah suit." kata vian
" gak om, aku, wati dan erni belum boleh kerja jauh jauh dulu om." kata nadine
__ADS_1
" terus kalian mau terus kerja di Dillas dan LCI atau kerja di tempat lain." kata vian
" di Dillas sama LCI aja om, kita juga udah kenal sama karyawan disana jadi lebih cepat menyesuaikan." kata erni
" yang rumahnya dekat pabrik LCI siapa." kata vian
" aku om, cuma 15 menitan dari rumah." kata wati
" kalau erni dan nadine ke dillas cafe berapa lama." kata vian
" 20 menitan, kalau ke pabrik LCI 35 menit." kata nadine
" iya udah kalau begitu wati kerja di pabrik LCI, Erni dan Nadine di Dillas. Gimana.?" kata vian
" iya om gak apa apa." kata wati
" kalian boleh sewaktu waktu main ke pabrik LCI atau ke Dilas Cafe." kata vian
" iya om, terimakasih." jawab mereka
" kalian nanti gajiannya dari saya dulu semuanya untuk sementara sebelum penempatan yang cocok buat kalian, jadi kerjaan kalian masih bisa ngacak bisa design buat LCI, SPI, Livi group." kata vian
" iya om gak apa apa." kata mereka
" oh iya om orang tua kita mau ketemu om, katanya mau mengucapkan terimakasih, om bisanya kapan." kata sella
" nanti malam aja, sekalian makan malam." kata vian
" dimana om." kata sella
" rundingkan aja dimana tempatnya yang enak buat ngobrol. Kalau gak di restoran hotel C aja, biar kalian bisa belanjain orang tua kalian di mall." kata vian
" iya gak apa apa disana." jawab mereka
" nanti saya kasih hadiah kelulusan disana, atau mau di transfer, saya minta nomor rekening kalian." lanjut vian, Makanan pun dihidangkan, mereka menikmati makanan tersebut.
" untuk yang belum memiliki rekening bank xxx, kalian besok buat ya untuk gajian kalian." kata vian lagi
" iya om tunai aja, besok akan kami buat." kata mereka
" iya nanti saya kasih tunai, kita kumpul disana jam setengah 7 malam, saya harap dengan kelulusan ini kalian bisa memberikan kebahagiaan kepada orang tua kalian dan bisa membuktikan kepada mereka bahwa mereka gak sia sia menyekolahkan kalian." kata vian
" baik om." kata mereka
Mereka pun selesai makan, lalu mereka pulang lagi ke Dillas Cafe, sampai di Dilas Cafe mereka pamit untuk pulang memberitahukan kepada orang tua mereka dengan naik motor masing masing.
__ADS_1