Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Panti Asuhan 5


__ADS_3

Sambil makan siang mereka pun mengobrol, vian menyuruh pak ustad dan yang lainnya makan siang sama sama disana termasuk anak anak panti. Devan yang sejak tadi datang meminta pergi ke kandang thunder terus rewel.


" pah, aa nih rewel mau pergi ke kandang thunder terus dari tadi." kata lily


" aa kenapa kok gitu sih." kata vian


" aa kan biasanya kesana pah, aa kan mau main sama thunder, aa udah kangen sama thunder pah." kata devan


" iya udah aa kesana sama lilis, tapi aa harus makan ya." kata vian


" boleh pah, asyiiik." kata devan, vian pun meminta haris untuk menemani devan ke villa livi residence.


" pak vian dan yang lainnya saya pamit duluan, karena ada rapat di kantor, semoga bisa silaturahmi lagi." kata pak menteri sosial


" nanti kita ke rumah pak vian aja pak menteri, saya kabari deh." kata pak menteri UMKM


" boleh pak, benar ya, jangan lupa ajak ajak saya kalau mau ke rumah pak vian, saya juga ingin mencoba jagung bakarnya." kata pak menteri sosial, lalu pergi dari lokasi


" kami tunggu kehadirannya pak." kata vian


karena ada kegiatan lagi pak menteri UMKM, pak bambang dan pak gubernur pun pamitan mereka sudah di jemput sama mobil mereka masing masing. Yang tinggal disana tinggal isteri isteri mereka saja.


" pak ustadz kapan rencana mau pindah kesini." kata vian


" sekarang juga boleh pak, sekalian nanti membawa nak anak yang sedang sekolah." kata pak ustadz kemat

__ADS_1


" iya sudah kalau begitu, nanti yang kira kira masih bisa terpakai saja dibawa kesini kalau pun enggak kasih ke yang lebih memerlukan kalau memang masih layak pakai, kalau sudah enggak seperti kasur disini audah lengkap jadi bakar saja disana, saya suruh pak dede untuk menyiapkan truck untuk emngangkutnya dan besok untuk anak anak yang sekolah saya akan minta juga tim L-Trans untuk menyiapkan kendaraan antar jemput, dan nanti urus saja kepindahan mereka ke sekolah YPL." kata vian


" baik pak kalau begitu, terimakasih banyak pak." kata pak ustadz kemat


" untuk perlengkapan masak dan makan sudah tersedia dan nanti saya akan suruh pak dede membawa bahan bahan makanan untuk disini, dan untuk tambahan lauk pauknya pak ustadz bisa mengambil ikan yang ada di kolam, saya sengaja memasukan ikan yang sudah besar besar dan ayam juga, oh iya untuk ayam itu ada ayam potong dan ada ayam petelur, pak ustadz nanti koordinasi saja sama pak dede." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata pak ustadz dan yang lainnya. Acara peresmian panti asuhan pun selesai, Vian dan yang lainnya pun pamitan pergi dari sana, mereka menuju ke restoran yang ada di livi residence. Sesampainya disana vian memesan kopi, lalu duduk dekat danau, vian menyalakan rokoknya, sedangkan lily, Shinta dan ibu serta mertua vian sama ibu sisil, ibu nurlaela, dan ibu zahra masuk ke restoran mereka ingin makan lagi karena tadi mereka enggak begitu banyak makan. tak lama pak dede pun datang, vian menyuruh dia untuk memesan makan atau kopi.


Tak lama bayu dan tim YPL datang kesana, bayu meminta waktu kepada vian untuk mengobrol.


" ada masalah." kata vian


" enggak pak, kita mau melaporkan saja, alhamdulillah siswa dan siswi yang mendaftar di TK sudah ada 17 siswa, SD 44 siswa, SMP 37 siswa, SMA, 27 Siswa, SMK 33 Siswa, sedangkan untuk di kampus jurusan keperawatan ada 17 orang, akuntansi 11 orang, manajemen 24 orang, dan jurusan lainnya kurang lebih di 40 orang." kata bayu


" baik pak nanti kita sampaikan kalau memang ada hal hal lainnya." kata bayu


" terus bagaimana untuk dana operasionala YPL sendiri masih cukup." kata vian


" untuk 5 bulan ke depan masih pak, dan nanti kita juga akan menerima uang pendaftaran jadi saya rasa cukup. Saya juga sudah kirimkan laporannya ke bapak." kata ani


" saya sudah membacanya, jadi kalau ada apa apa cepat beritahukan di group saja, kalau enggak langaung telepon saya." kata vian


" baik pak," jawab mereka, mereka pun pamitan untuk makan siang di restoran. Vian pun meminum kopi lalu menghisap rokoknya.


" oh iya pak de, tolong bantu pak ustadz ya untuk pindahan, siap truk dan kendaraan untuk membawa anak anak, dan siapkan kendaraan untuk antar jemput anak anak sekolah mungkin selama 1 bulan lagi sebelum mereka dipindahkan ke YPL, untuk berapa jumlah anaknya koordinasi saja sama pak ustadz kemat." kata vian

__ADS_1


" baik pak, saya suruh anak anak L-Trans, dan saya koordinasikan sama pak ustadz juga. Oh iya kapan pak ustadz akan pindahannya pak." kata pak dede


" hari ini katanya." kata vian


" baik pak saya koordinasikan sekarang." kata pak dede lalu dia menelepon tim L-Pro


" sekarang saya sudah lebih tenang setelah panti asuhan ini berjalan, saya bisa lebih fokus lagi ke usaha." kata vian


" iya pak, saya bahagia melihat bangunan panti asuhan itu, tinggal bagaimana pengelolaannya saja, sama kedepnnya pemeliharaan bangunannya." kata pak dede


" saya akan bicara dengan pak daryat untuk masalah pemeliharaan karena kantor L-Pro ada disini jadi bisa lebih cepat. Dan tim L-Pro bisa lebih fokus ke dalam pengembangan usahanya." kata vian. Tak lama pak daryat datang kesana.


" siang pak maaf mengganggu." kata pak daryat


" iya pak enggak apa apa, saya sedang ngo rol saja sama pak dede, gimana pak ada apa." tanya vian


" seperti yang saya sampaikan waktu mengobrol di gedung livi group, bahwa kita akan membuka perumahan kelas atas, saya sudah menemukan lahan kurang lebih 4 hektar di dekat sini, viewnya bagus dan akses jalan juga bagus, kita tinggal membangun jalan ke lokasi perumahannya saja, dan dari perencanaan tata kota bahwa ke daerah ini akan masuk jalan tol juga, menurut bapak gimana." kata pak daryat


" iya sudah beli saja, kalau memang ada prospek disana untuk perumahan kelas atas, tapi ingat design dan nanti kualitasnya bangunannya harus bagus, apalagi view lokasi itu bagus, jadi tata letak bangunannya pun harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, jangan malahan merusak pemandangan itu, karena orang orang saat ini selain bangunan dan lokasi serta harga, view atau pemandangan juga bisa menjadi daya jual yang bagus." kata vian


" baik pak kalau begitu, saya akan suruh tim untuk melakukan negosiasi untuk pembelian lahannya, semoga saja ada jodoh dan rezekinya." kata pak daryat


" aamiin, saya serahkan gimana bagusnya saja ke bapak, nanti kalau sudah ada designnya tolong kirimkan designnya ke saya." kata vian


vian pun menghisap rokoknya dan lanjut mengobrol dwngan pak daruat dan pak dede.

__ADS_1


__ADS_2