Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Jalan Jalan ke Bendungan


__ADS_3

acara malam tersebut pun terus belanjut, vian menyuruh pak dede memanggil haris, putra dan anggota patwal untuk ikut gabung.


" sini pak ikut gabung kami." kata vian lalu menyalakan rokoknya


" terimakasih banyak pak." jawab pak suparman


" santai saja pak, kita kan keluarga." kata vian


" terimakasih pak." kata pak sudianto


" saya yang terimakasih bapak sudah bekerja meninggalkan keluarga, pak suparman dan pak sudianto tinggalnya dimana." kata vian


" kami tinggal di perumahan Livi Regency pak, makasih sudah menyediakan rumah buat kami pak." jawab pak sudianto


" sama sama pak, itu sudah kewajiban saya juga. gimana ada keluhan gak mengenai perumahan tersebut" kata vian


" kualitas bangunannya bagus dan gak asal asalan membangunnya." kata pak suparman


" kalau ada apa apa dan perlu sesuatu sampaikan saja ke saya atau ke pak opik di pabrik LA atau haris." kata vian


" baik pak terimakasih." jawab mereka


" ada salam dari pak kapolsek pak." kata pak suparman


" waalaikumsalam, sampaikan salam dan terimakasih saya juga." kata vian


" beliau tadinya mau kesini tapi karena ada acara mendadak di polres jadi beliau gak jadi. o iya pak besok bapak kemana saja ya." kata pak sudianto


" besok saya dan keluarga ke kantor kecamatan C, keluarga ingin jalan jalan ke Bendungan pak, setelah selesai kembali ke sini terus jam 7an saya kembali ke jakarta." kata vian


" siap kalau begitu, kami pamit pak mau istirahat." kata pak suparman

__ADS_1


" silahkan pak, haris, putra temani mereka ya." kata vian


" baik pak." jawab haris dan putra


" vian, bapak udah hubungi teman yang punya perkebunan sawit, katanya kalau kita minat dia mau supply ke kita yang penting harganya bersaing." kata pak bowo


" bagus itu pak, nanti kita buat tim untuk analisanya." kata vian


" daripada buat perusahaan baru lebih baik LA aja yang mengerjakan biar gak pusing, mungkin nanti brandnya saja yang dibedakan." kata pak bowo


" iya juga sih pak, makin banyak nama perusahaan makin pusing juga yang penting bidangnya saja sama." kata vian


" bener itu, toh nanti juga hasilnya kami juga akan menikmati bersama." kata pak bowo


" iya biar opik yang akan membuat perencanaannya, dan besok vian akan bicarakan dengan para kepala dinas." kata vian, vian pun langsung mengirimkan pesan ke opik untuk membuat perencanaan pembangunan pabrik, mesin mesin yang dibutuhkan dan penunjang lainnya.


karena sudah larut malam mereka pun masuk ke villa untuk istirahat


" pah beneran mau buka usaha baru lagi, apa papah gak akan kewalahan." kata lily


" iya mas, nanti mas cape loh." kata astrid


" aku aja yang baru segitu rasanya cape banget." kata dilla


" jadi atau enggaknya papah juga belum pasti, papah hanya melihat peluang aja. papah lihat opik audah bisa menghandlenya jadi papah gak akan begitu cape." kata vian


" mamah sih gak apa apa papah mau buka usaha lagi, toh hasilnya juga buat kita juga." kata lily


" kalau punya istri lagi gimana." kata vian


" apa..... gak jelas...... mau di siksa.." kata lily langsung menindih vian yang sedang tiduran

__ADS_1


" iya ampun...papah becanda." kata vian lalu memeluk lily dan mendaratkan ciumannya di bibir lily, lily pun membalasnya, lily membuka pakaiannya dan pakaian vian, lily memberikan mahkotanya, sedangkan astrid dan dilla membuka celana vian lalu membuka pakaian masing masing lalu bergantian memainkan pusaka vian.


" pah, mamah gak tahan pah, masukin aja ya biar enak." kata lily lalu memasulan pusaka vian kedalam mahkotanya itu. astrid dan dilla bergantian memberikan ciuman bibirnya kepada vian lalu bukit kembarnya, sedangkan tangan vian memainkan mahkita milik astrid dan dilla


" pah aku gak tahan.. enak banget, aku udah." kata lily lalu berbaring di samping vian, astrid mengambil alih pusaka vian dan measukan ke mahkotanya. sedangkan dilla memberikan mahkotanya untuk dimainkan vian.


" oh mas... enak banget.. aku sampai mas." kata astrid lalu terkulai disamping vian. kini giliran dilla yang mengambil alih pusaka vian dan memasukan ke dalam mahkotanya, vian menciumi lily dan astrid yang ada disebelahnya.


" mas aku juga gak tahan lagi." kata dilla, dilla pun mencapai puncaknya. vian memasukannya ke mahkota astrid lalu dan memainkan bukit kembarnya. vian mempercepat permainan, " mas aku mau sampai..". vian pun mencapai puncak bersama, vian mencium kening lily, astrid, dan dilla lalu mereka tertidur.


jam 3an vian terbangun karena ingin buang air kecil, setelah minum air putih baru dia ke kamar mandi, tak lama dilla masuk juga ke kamar mandi karena hal yang sama.


" eh ada mas.. temenin.." kata dilla manja


" iya sayang." jawab vian, dia pun cuci muka dan gosok gigi sambil menunggu dilla. setelah selesai vian dan dilla keluar kamar mandi, vian minum air putih lalu duduk di sofa kamar.


" mas gak tidur lagi." kata dilla


" tanggung sayang, sebentar lagi juga subuh, kalau kamu mau tiduran, tiduran aja." kata vian


" gak ah, aku pengen sama mas aja." jawab dilla lalu duduk dipangkuan vian, dilla mencium bibir vian, ciuman tersebut dibalas vian dan vian memainkan bukit kembar dilla. karena semalam hanya memakai pakaian tidur tanpa pakaian dalem, dilla menurunkan celana vian lalu memasukan mahkotanya ke pusaka vian. vian menidurkan dilla dan dia yang ambil alih permainan.


" mas.. aku sampai mas..." kata dilla


" tahan sebentar sayang, mas juga.." kata vian dan memepercepat permainan dan akhirnya mereka mencapai puncak bersama, vian mengecup kening dilla. " makasih ya sayang.".


sedang istirahat astrid bangun, melihat dilla sedang berduaan dengan vian di sofa. dia beranjak kekamar mandi setelah keluar dia menghampiri vian dan dilla lalu duduk disebelah vian dan memainkan tangannya di pusaka vian. vian pun gairahnya muncul lagi lalu menciumi bibir lalu mengarah ke bukit astrid. astrid pun memasukan mahkotanya yang sudah basah ke pusaka vian. " mas aku gak tahan..mau..." kata astrid lalu mengejang. vian menidurkan astrid. lalu menarik dilla ke pangkuannya dan memasukan pusakanya ke mahkota dilla, vian memainkan bukit kembarnya dengan tangannya dan menciumi bibir dilla. " mas aku gak kuat kalau kaya gini.. mas...." kata dilla, dia pun mengejang dan lemas. vian mendudukan dilla di sofa, lalu memasukan pusaka ke mahkota astrid yang sedang tiduran. permainan vian yang kendalikan sehingga dia tidak bisa mengontrol lagi. " mas.. aku pengen keluar lagi.....", " tahan dulu sayang kita barengan ya...". akhirnya vian mencapai puncaknya bersama dengan astrid. vian memeluk asttid mencium keningnya " makasih sayang.", setelah duduk sebentar vian membangunkan lily untuk mandi bersama.


selesai mandi dan berganti pakaian mereka sholat subuh berjamaah. vian mengecup kening mereka semua, lalu pergi ke gazebo dengan membawa susu panas. sedangkan lily, astrid dan dilla merapikan kamar.


di gazebo vian meminum susu panas dan menyalakan rokoknya, vian membuka referensi pembuatan pabrik minyak dan gula, serta penggilingan padi dan tepung.

__ADS_1


__ADS_2