Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Perpisahan 1


__ADS_3

Vian, astrid, dan dilla pergi dari rumah menuju hotel, 30 menit perjalanan mereka sampai di hotel lalu pergi ke kamar. dikamar vian duduk di sofa, astrid dan dilla merapihkan pakaian dan yang lainnya serta barang barang vian.


" mas mau istirahat dulu atau mau pulang sekarang." kata astrid


" istirahat dulu aja ya," kata vian


" mau dibuatkan kopi atau teh dulu mas." kata dilla


" boleh kopi aja." jawab vian. dilla pun memanaskan air lalu menyeduh kopi, dan membawanya ke meja, lalu duduk disebelah vian. vian pun meminum kopi lalu menyalakan rokoknya.


" mas beneran mau pulang besok." kata dilla sambil memeluk vian


" iya sayang, maaf ya." kata vian


" aku masih kangen sayang." kata dilla manja dan mencium pipi vian, astrid pun menghampiri mereka dan duduk disebelah vian yang lain dan memeluk vian.


" jangan lupain kita ya, dan inget mas udah ada 2 istri disini yang selalu menunggu mas." kata astrid


" iya sayang, masa mas akan lupain kalian." kata vian


" makasih atas segalanya mas," jawab astrid


" aku gak bisa larang mas, tapi aku juga gak mau jauh dari mas." kata dilla


" kita puaskan malam ini." kata vian, lalu mematikan rokoknya dan mencium kening astrid dan dilla. tangan vian pun memeluk ke dua istrinya itu. astrid membuka kaos yang di pake vian sedangkan dilla melepaskan celana vian hingga tinggal memakai ****** ***** saja. astrid menciumi pipi dan leher vian.


" mas kita mandi dulu yu." bisik astrid ditelinga vian, vian pun berdiri dan membuka baju ke dua istrinya itu. lalu mereka pergi ke kamar mandi, vian berciuman bibir dengan astrid , dilla bermain di pusaka vian di bawah guyuran air shower. birahi mereka pun meningkat sekarang dilla dan astrid bergantian. vian pun meremas bukit dilla lalu menghisapnya dan tangannya mengelus mahkota della, rintihan pun terdengar, vian melepaskan kedua istrinya itu lalu mengajak mereka ke kasur dwnagn mengeringkan badan terlebih dahulu. vian tidur terlentang astrid memainkan pusaka vian dengan tangannya lalu menggesekkan mahkotanya lalu ia mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. pusaka vian pun menusuk ke dalam mahkota astrid, setelah terdiam beberapa detik astrid memainkan pantatnya itu. sedangkan vian sedang memainkan mahkota dilla dengan lidahnya. astrid yang sudah tidak tahan pun ambruk dengan badan menggelinjang lalu terbaring di sebelah vian, dilla yang sudah tak tahan mengambil bagian itu, mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian dan terbenamlah pusaka vian didalam mahkotanya, dilla pun memulai memainkannya samapai dia memelik dan menciumi bibir vian


vian yang sudah tak tahan pun membalikan tubuh dilla sehingga dia berada dibawah.


" mas.. aku pengen.... keluar." kata dilla, vian pun mempercepat itensitas pusakanya didalam mahkota dilla dan akhirnya lepas juga diikuti dengan menegangnya badan dilla. vian pun memeluk dilla dan mencium keningnya.


" makasih ya sayang." kata vian


" iya mas, aku bahagia bersama mas." kata dilla

__ADS_1


vian pun menghampiri astrid mengecup keningnya


" makasih ya sayang." kata vian


" iya mas. makasih udah buat aku bahagia." kata astrid lalu mencium bibir vian. vian pun istirahat sebentar, lalu ke kamar mandi bersih bersih dan memakai kembali pakaiannya. setelah itu duduk di kursi minum air putih lalu minum kopi serta menyalakan rokoknya.


kedua istrinya masih terbaring dikasur, lalu mereka pergi ke kamar mandi bersih bersih dan memakai kembali bajunya.


" mas udah malam, kita mau menginap disini atau pulang ke rumah." kata astrid.


" sebentar lagi kita pulang, gak enak sama bapak dan ibu." jawab vian


setelah habis rokoknya vian mengajak kedua istrinya itu untuk pulang. setelah melakukan checkout di hotel tersebut mereka pergi pulang di perjalanan vian meminta mencari makanan buat di rumah. mereka menemukan pedagang yang menjual martabak, mereka pun membelinya. setelah itu melanjutkan perjalanan pulang. sesampainya di rumah vian menurunkan barang barangnya dan membawa ke kamar, makanan yang tadi dibeli diletakan di atas meja makan. karena melihat keluarganya masih di gazebo astrid dan dilla pun membawa makanan tersebut kesana.


" pak, bu kok belum pada istirahat, maaf tadi saya istirahat dulu." kata vian


" iya nak gak apa apa, kita masih ingin menikmati suasana disini." kata pak wanto


" iya nak, kalau kalian mau istirahat, istirahat saja sana." kata bu asti


" pak bu, tante, sambil di makan martabaknya, mas, pak, ibu, tante mau di buatkan minum apa teh atau kopi." kata dilla


" mas kopi aja sayang." kata vian


" bapak juga kopi." kata pak wanto


" ibu teh aja." kata ibu mereka


astrid dan dilla pun pergi ke dapur membuatkan pesan suami dan orang tuanya. tak lama mereka pun datang kesana dengan membawa nampan yang diatasnya ada kopi dan teh.


" makasih ya sayang." kata vian lalu meminumnya dan mwnyalakan rokok


" iya mas sama sama." kata astrid


si ari dan si bimo pun datang kesana habis berganti pakaian,

__ADS_1


" ka boleh minta minum gak." kata ari


" iya udah kalian ambil di kulkas sana." jawab astrid dan menyuruh mereka membawa air putih dalam kemasan, ari dan bimo pun kembali ke dapur


" o iya pak bu, barangkali ada orang yang bisa dipercaya untuk bantu bantu disini." kata vian


" iya nanti coba ibu cari, mudah mudahan aja cocok dan bisa dipercaya." kata bu sri


" kerjanya bersih bersih rumah, cuci gosok pakaian, dan masak." kata vian


" iya nanti ibu juga akan bantu cari." kata bu asti


" terimakasih ya bu." kata vian


mereka pun mengobrol sambil makan martabak, pak wanto, bu sri, dan bu asti pamit untuk istirahat. tak lama ari dan bimo pun pamit untuk istirahat.


" mas gak melihat bella, dimana dia." kata vian


" dia di kamar mas, lagi mengerjakan tugas kampus dan buat design daftar menu sama buat promo di sosial media, dia juga udah buatkan akunnya." kata astrid


" bagus juga tuh anak cara kerjanya, bimbing dia dan ari ya sayang." kata vian


" baik mas itu pasti, makasih ya." kata astrid


" bimo juga ya, kasih pengertian dan bimbing." kata vian


" iya mas, makasih." kata dilla


" itu udah seharusnya, mas terima kalian berarti mas juga harus terima keluarga kalian." kata vian


" aku sangat beruntung bisa dapatin suami kaya mas." kata astrid


" iya ya, coba aku gak jadi teman kamu, aku haka akan nemu suami kaya gini." kata dilla.


" mas juga beruntung bisa memiliki istri kaya kalian." kata vian lalu memeluk mereka

__ADS_1


vian pun meminum kopi dan menualakan lagi rokok yang sudah habis. astrid dan dilla tiduran di pangkuan vian. sesekali vian menggelus kepala isterinya itu. astrid dan dilla tau bahwa besok vian akan kembali jadi dia terus bermanja manjaan.


__ADS_2