
Jam 10.37 menit vian pamitan kepada mereka untuk pulang terlebih dahulu, lily, shinta dan ibu sisil ikut pulang karena ingin bersih bersih terlebih dahulu. Jam 11.27 menit mereka sampai di rumah lily langsung pergi ke kamar untuk mandi, sedangkan vian mengubur tali ari ari putra dan putrinya di samping tali ari ari devan dan de qinar. Selesai mengubur tali ari ari vian duduk di kurai teras depan, vian meminta dibuatkan kopi kepada mirna. ibu sisil masuk kekamar tamu untuk iatirahat dan bersih bersih. Vian pun menyalakan rokoknya lalu meminum kopi yang baru diantar marni. Tak lama lily datang menghampiri.
" papah mau makan,." kata lily
" enggak sayank, papah enggak lapar, mamah aja makan ya." kata vian
" iya udah kalau begitu, mamah makan dulu ya lapar banget." kata lily lalu masuk ke rumah.
" iya sayank, terimakasih banyak ya." kata vian. Selesai makan lily datang lagi ke teras menemui vian
" papah ke rumah sakit lagi, mamah enggak kesana ya, takut de qinar rewel." kata lily
" iya udah enggak apa apa sayank, kamu istirahat aja ya, kamu cape banget pastinya." kata vian, lalu memeluk dan mencium lily. vian mengantar lily ke kamar dan menemani lily tidur dulu. Setelah itu vian pamitan mau pergi ke rumah sakit. Sebelum berangkat vian mau menghabiskan dulu kopi dan merokok terlebih dahulu.
" bapak ke rumah sakit lagi." kata pak dede
" iya pak de, enggak apa apa kan pak dede enggak pulang." kata vian
" enggak pak, saya sudah izin ke isteri kok pak." kata pak dede
vian pun menyampaikan informasi ke atas kelahiran putra dan putrinya
" alhamdulillah telah lahir putra kami pada jam 6.47 menit, berat 3,07 kg yang bernama Lavindra Trivian Permana, yang berbahagia vian dan astrid." kata vian lalu dia pun memberikan kabar lagi
" alhamdulillah telah lahir putri kami pada jam 8.57 menit berat 3.04 kg yang bernama Aleandra Dilvian Permana, kami yang berbahagia vian dan Dilla." lanjut vian
" berarti kambingnya tiga dong pak." kata pak dede
" iya pak de, nanti minta diambil di LA ya." kata vian
" siap pak, nanti saya suruh anak anak bawa." kata pak dede
setelah itu vian dan pak dede berangkat ke rumah sakit, di perjalanan vian membeli makanan untuk di rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit vian menyuruh orang tua dan mertuanya untuk pulang, akan tetapi ibu asti dan ibu sri enggak mau pulang mereka mau menemani astrid dan dilla di rumah sakit, saat itu astrid dan dilla sedang memberikan ASI ke bayi mereka. Setelah bayi diberikan ASI dan di tidurkan kembali, ibu ningsih, ibu retno, pak adi, dan pak bowo serta pak wanto pun pamitan pulang karena sudah malam.
Vian memberikan buah buahan kepada astrid dan dilla, serta memberikan roti serta minuman susu panas.
" kalau ibu mau istirahat bisa di kamar sebelah," kata vian
" iya nak, terimakasih banyak." kata ibu asti dan ibu sri
" kalian tidur, istirahat juga ya." kata vian
__ADS_1
" iya pah, tapi papah jangan pulang ya." kata astrid
" enggak dong sayank, papah palingan ke kantin dulu ya, papah mau ngopi." jawab vian
" temani aku dulu ya pah." kata dilla
" iya sayang, udah kalian istirahat." kata vian
astrid dan dilla pun istirahat, vian memberikan kecupan di kening mereka, setelah itu vian pergi ke kantin, dia memesan kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian mengecek handphonenya banyak pesan masuk mengucapkan selamat.
Selesai ngopi vian kembali ke kamar, astrid bangun dan meminta diantar ke kamar mandi, vian pun menemani astrid.
" terimakasih banyak pah, aku bahagia banget." kata astrid
" sama sama sayank, terimakasih kamu sudah melahirkan anak kita, semoga dia menjadi anak yang sholeh dan bisa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kita." kata vian lalu mengecup kening astrid, lalu mengelus kepalanya, astrid pun tertidur kembali, vian pun istirahat di sofa, tak lama dilla bangun meminta diantar ke kamar mandi.
Di pagi hari vian bangun, ibu asti dan ibu sri sudah ada disana menemani astrid dan dilla memberikan ASI ke de avin dan de alea. Vian pergi cuci muka lalu pamit untuk membeli sarapan untuk astrid dan dilla serta ibu mertuanya. Vian menyuruh ibu mertuanya untuk sarapan dulu, lalu vian pun pamitan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu.
" ibu mau pulang dulu." kata vian
" enggak ah nak, ibu mau menemani cucu ibu aja." kata ibu asti
" iya nak, ibu juga mau menemani cucu aja disini." kata ibu sri
" enggak merepotkan, ibu malahan senang bisa menemani cucu ibu." kata ibu asti
vian pun pulang ke rumah, jam 7.47 menit vian telah sampai di rumah, di rumah sedang sarapan, vian pun ikut sarapan bersama.
" selamat pak vian atas kelahiran putra dan putrinya." kata pak bambang
" sama sama pak, terimakasih." kata vian
" berarti nanti kita potong 3 kambing ya." kata pak bowo
" iya pak, saya sudah minta ke opik untuk di kirim dari LA." kata vian
" oh iya ya, disana ada kambing." kata pak bowo
" papah aku mau ketemu sama dede bayi." kata devan
" iya nanti sama papah dan mamah kesana ya." kata vian
" asyiiik aa jadi punya teman main lagi." kata devan lagi
__ADS_1
" duh senangnya yang punya adik baru." kata bu retno
" iya dong nek, jadi kalau adek dibilakan mainan, aa juga harus dibelikan juga ya pah." kata devan
" iya sayang, aa kan sudah banyak mainannya nanti berbagi sama adik adiknya ya." kata vian
" iya pasti dong pah, nanti aa kasih mainan aa." kata devan
" iya bareng bareng aja mainnya, di atas kan lagi papah bangun buat aa sama adik adiknya main." kata vian
" iya pah, aa udah lihat kok, nanti aa jagain deh adik adik aanya." kata devan
" aa kan harus sekolah gimana dong." kata lily
" iya pulang sekolah dong mah, gitu aja mamah enggak tau." kata devan
" nenek boleh ikutan main juga enggak a." kata bu retno
" enggak boleh nek, itu kan untuk anak anak, nenek lihatin dan jagain aja ya." kata devan
" cucu nenek pinter banget nih. Enggak kaya mamahnya." kata bu retno
" enak aja, aa pintar karena mamahnya pintar iya kan a." kata lily
" iya mah, kapan pah mau potong kambingnya, aa mau lihat," kata devan
" minggu depan sayang, nanti di ambil kambingnya dari om opik." kata vian
" kenapa enggak beli disini aja pah, papah udah enggak punya uang, pakai aja uang aa pah." kata devan
" iya sayang, dari sana lebih bagus," kata vian
" memang uangnya aa banyak gitu." kata lily
" banyak dong mah, kan di simpan sama papah." kata devan
" mamah bagi dong aa, mamah mau belanja." kata lily
" mamah minta aja sama papah, nanti dikasih kok, papah kan is the best mah." kata devan
" memangnya mamah enggak baik gitu," kata lily
" mamah baik juga kok." kata devan.
__ADS_1
setelah sarapan mereka pun siap siap pergi ke rumah sakit. Lily menyuruh bi narsih dan mirna untuk mempersiapkan kamar dan tempat tidur untuk anak astrid dan dilla.