
Vian pun ngobrol sebentar sama mereka, lalu vian memanggil astrid dan dilla.
" sayang bapak sama ibu sudah sampai, temuin dulu kesana." kata vian
" iya mas," jawab astrid dan dilla
" aku gak dikenalin sama mereka pah." kata lily sedikit cemberut
" iya ayo kesana, papah kenalin sama mereka." kata vian. astrid dan dilla pergi duluan, vian dan lily dibelakang mereka. sesampainya di ruang tamu astrid dan dilla menyalami mereka. setelah itu mengenalkan lily
" Mba ini ibu dan adik aku." kata astrid
" ibu salam kenal, saya lily, senang bisa bertemu." kata lily sambil mencium tangan ibunya astrid dan salaman sama adiknya
" saya ibunya astrid, terimakasih ya nak lily sudah mau nerima anak saya." kata bu asti
" sama sama bu, saya senang bisa ketemu mereka." kata lily
" mbak ini ayah, ibu dan adik aku." kata dilla
" salam kenal pak bu, senang bisa bertemu." kata lily
" kami yang senang bisa bertemu nak lily, dan terimakasih sudah mau menerima anak saya." kata pak wanto
" sama sama pak, saya juga senang bisa bertemu dilla," kata lily lalu mencium tangan kedua orang tua dilla, dan menyalami adiknya.
" ibu kamarnya disini, bapak sama ibu juga sama, sedangkan ari dan bimo di hotel ya disebelah sana." kata vian. tak lama ika sama bella datang, bella langsung menyalami mereka. lalu astrid memperkenalkan ika ke ibu dan orang tua dilla
" ibu ini ika adiknya mas vian." kata astrid. ika pun menyalami mereka.
tak lama orang tua vian datang, astrid memperkenalkan ke ibunya
" bu ini orang tua mas vian." kata astrid, bu asti pun berdiri
" pak bu salam kenal saya ibunya, dan itu adiknya astrid terimakasih sudah menerima astrid." kata bu asti
" sama sama bu, astrid anak yang baik pantes saja anak saya menikahinya." kata bu ningsih
" memang saya gak baik ya bu." kata lily
" kamu baik banget, sampai kamu mau menerima astrid dan dilla dalam kehidupan kamu sebagai istri vian juga." kata bu ningsih, mereka pun salaman
" perkenalkan pak bu saya ayahnya, ini ibunya dan itu adiknya dilla. terimakasih sudah menerima anak kami sebagai menantu bapak ibu." kata pak wanto
" sama sama pak, senang bisa bertemu besan." kata pak adi lalu menyalami mereka
nenek dan orangtua lily pun datang, lily memperkenalkan mereka kepada ibu astrid dan orangtua dilla.
" perkenalkan pak bu, ini ayah, ibu, dan nenek saya." kata lily, mereka pun bersalaman saling mengenalkan diri masing masing, astrid dan dilla membantu orangtuanya minyimpan barang bawaan ke kamar, sedang kan bella mebawa ari dan bimo ke kamar hotel. tak lama devan dan de qinar pun datang
__ADS_1
" aa kasih salam sama ibu mamah astrid dan bapak ibu mamah dilla." kata lily. devan pun menyalami mereka dengan mencium tangannya
" benerkan kata mamah apa mamah asteid dan mamh dilla di jemput sama orangtuanya." goda lily
" iya udah aa ikut sama mamah astrid sama mamah dilla aja pulang." kata devan
" beneran aa gak mau ikut pulang sama mamah dan papah." kata lily
" ikut sama mamah lily aja deh, nanti kalau kerjaan mamah astrid dan mamah dilla selesai kan ke rumah aa. iya kan mah." kata devan
" iya aa sayang." jawab asteid dan dilla
" kamu ya ly seneng banget godain anaknya." kata bu retno
" iya nek, mamah godain aa terus dari tadi. marahin nek." kata devan
" kamu gak boleh begitu ya sama aa." kata bu retno sambil mukanya seperti yang sedang marah
" tuh kan di marahin nenek." kata devan lalu menarik tangan astrid dan dilla
" iya sudah kita lanjut ngobrolnya sambil makan aja." ajak vian, mereka semua pun pergi ke restoran, sampai di restoran lily meperkenalkan pakdhe narto, budhe soimah dan bu rina kepada ibunya astrida dan orangtuanya dilla. lily mempersilahkan mereka ubtuk makan siang, devan pun meminta disuapin sama dilla
selesai makan vian pergi ke meja pak dede dan pak wahyudi untuk ikut merokok.
" pak sore ini ada acara keluar lagi gak pak." kata pak wahyudi
" saya mau ajak pak dede ke rumah orang tua saya pak." kata pak wahyudi
" iya sudah, kamu rental aja mobil, beli hasil pertanian disini dan buah buahan, tanya harga kalau beli banyak berapa, sama kalau ada beli jagung manis buat di bakar, kalau ada apa apa kabari saya aja ya." kata vian lalu menyerahkan uang, "
ini buat beli beli dan ini kasih ke keluarga kamu."
" baik kalau begitu, terimakasih banyak."jawab pak wahyudi
mereka pun pamit untuk ke tempat keluarganya pak wahyudi dan menanyakan mobil rental ke pihak hotel.
lily juga mengabari kalau mau berenang pakai kolam renang yang ada di villa aja.
" pak dede sama pak wahyudi mau kemana." kata pak bowo
" mau ke keluarganya pak wahyudi pak, sama mau survey hasil pertanian disini." jawab vian
" memang masih kurang ya nak." kata pak narto
" iya pakdhe, alhamdulillah permintaan naik terus." kata vian
" alhamdulillah, para petani di tempat pakdhe juga bersyukur bisa kerjasama sama perusahaan LA." kata pakdhe narto
" alhamdulillah kalau memang keberadaan kami bisa membuat orang lain bahagia." kata vian
__ADS_1
karena masih cape habis perjalanan jauh mereka pamit untuk istirahat di kamar masing masing. vian dan ketiga istrinya serta yang lain juga pergi ke villa. sesampainya di villa vian pergi ke gazebo dekat kolam renang lalu duduk santai disana. orangtua astrid dan dilla mengikuti vian
" mas mau dibuatkan kopi." kata dilla
" iya boleh deh, bapak juga sekalian buatkan." kata vian, tak lama astrid dan dilla datang membawa kopi dan teh. astrid dan dilla pun duduk di sebelah vian, tak lama lily dan devan sama lilis datang sudah memakai pakaian berenang. lily duduk didekat vian, sedangkan devan langsung nyebur ke kolam
" terimakasih nak sudah ajak kami berlibur." kata pak wanto
" sama sama pak, mumpung kita ngumpul dan bisa berlibur bersama." kata vian
" maaf ya pak, ibu ini juga mendadak acaranya." kata lily
" gak apa apa nak lily, kami senang bisa liburan." kata bu asti
" semenjak nikah sama vian saya jadi suka rame rame, kadang kalau di rumah sepi itu gak enak banget. kapan kapan bapak ibu kami tunggu di rumah kami." kata lily
" InsyaAllah kami akan main kesana kalau tidak merepotkan." kata pak wanto
"sayank buat nanti malam pesan buat BBQan dan bakar jagung, sekarang pak dede sama pak wahyudi lagi beli jagung bakarnya." kata vian
" iya ya bikin acara apa gitu biar indahnya kebersamaan ini ada kesan mendalam." kata lily
" suruh bikin ide nama perusahaan aja, nanti mamah kasih hadiah." kata vian
" boleh tuh, tapi hadiahnya jangan dari mamah dong dari papah aja." kata lily
" kok dari papah sih." kata vian
" aa papah gak mau kasih uang ke mamah." kata lily sambil memasang muka sedih
" nanti uangnya dari aa aja mah." kata devan
" memang aa punya uangnya." kata lily
" punya, aa nanti minta sama papah dulu." kata devan
" aa udah lama lho berenangnya nanti dingin." kata lily
" iya mah ini aa mau udahan." kata devan
" pinter banget sih anaknya." kata bu asti
" alhamdulillah bu, semoga aja gak nurun kelakuan bapaknya." kata lily
" udah aa dingin, besok pagi kita mau pergi ke gunung naik kuda." kata vian
" asyiiik, beneran pah." kata devan
" iya, makanya aa harus nurut ya." kata vian. devan pun beranjak dari kolam renang lalu dibawa lilis masuk ke dalam villa untuk ganti baju.
__ADS_1