Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bakalan Heboh


__ADS_3

Vian dan pak Gubernur pun meninggalkan daerah PA untuk pulang, setelah menempuh perjalanan 4 jam 37 menit mereka berpisah, vian menuju pabrik LA, karena sudah malam dan lapar vian meminta pak dede mencari tempat makan terlebih dahulu. selesai makan mereka langsung ke villa. Jam 7 malam mereka sampai di villa.


" pak mau minum kopi apa susu." kata opik


" kopi aja pik, saya pengen ngopi dari tadi." kata vian, opik pun menyuruh karyawan disana, vian pamitan mau ganti baju dulu karena bau ikan. Vian juga menyuruh opik supaya memasukan ikan, udang dan kepiting ke freezer terlebih dahulu. Vian dan shinta masuk ke villa, vian memasukan baju kotor ke mesin cuci yang ada disana, shinta pun membawa baju kotor milik vian dan milik dirinya lalu mencuci, vian dan shinta, selesai mandi lalu ganti baju dan pergi ke saung dekat kolam, vian menyuruh shinta untuk istirahat kalau memang cape, di saung sudah ada opik yang sedang menunggu.


" gimana pak perjalanannya." kata opik


" lumayan cape juga, tapi terobati dengan mendapatkan supplier baru, menurut saya sih udangnya bagus bagus, kamu udah lihat belum." kata vian, sambil menyalakan rokoknya lalu minum kopi


" sudah pak pas tadi nurunin dari mobil, memang bagus kualitasnya." kata opik


" iya sudah ambil 1 box buat disini, dan bawa sebagian buat di rumah kamu, sebagian buat sample disini, besok kamu hubungi pemilik tambaknya." kata vian


" baik pak, memang kita lagi perlu supplier baru karena permintaan udang cukup tinggi." kata opik


" kalau enggak kita bakar sebagian ya pak udangnya, sama bakar jagung juga." lanjut opik


" boleh tuh supaya kita bisa merasakannya juga." kata vian. Opik pun pergi mengambil udang dan jagung. Tak lama shinta datang ke saung setelah menjemur pakaian.


" kamu enggak istirahat, habis perjalanan jauh loh." kata vian


" enggak ah, aa disini, masa aku disana sendiri." kata shinta, lalu mengambil susu panas yang tadi dia pesan ke opik. pak dede dan putra pun datang kesana.


" pak de, siapin pembakaran buat bakat udang sama jagung." kata vian


" siap laksanakan." kata pak dede


tak lama ada telepon masuk dari pak gubernur


" malam pak, apa sudah sampai villa." kata pak gubernur


" sudah pak beberapa menit yang lalu, ini mau bakar jagung sama udang." kata vian


" wah jadi pengen kesana nih, tapi isteri pasti enggak mau kalau enggak ada ibu lily." kata pak gubernur


" istirahat saja pak, bapak besok masih ada kativitas." kata vian


" besok rencana mau kemana pak." kata pak gubernur


" saya mau cek lokasi pabrik. Mungkin sorean baru kembali ke jakarta, soalnya mau ketemu sama orang travel untuk membuat visa pak." kata vian


" mudah mudahan besok saya bisa mampir kesana kalau begitu, selamat istirahat pak." kata pak gubernur.


" iya pak terimakasih." kata vian. setelah telepon di tutup ada telepon masuk dari pak bupati.

__ADS_1


" selamat malam pak vian, sedang dimana nih. Di telepon sibuk terus." kata pak bupati


" baru selesai teleponan sama pak gubernur, saya lagi di pabrik LA pak. gimana ada yang bisa dibantu, oh iya mumpung saya disini saya minta pasport bapak dan keluarga ya, soalnya mau dibuatkan visanya." kata vian


" oh iya saya mau kirim lupa melulu, kalau begitu saya kesana sekarang, pak vian sama keluarga enggak." kata pak bupati


" enggak pak, sendiri, soalnya saya habis ada penyuluhan bersama dinas provisi dan ini baru pulang dari daerah PA." kaya vian


" kalau saya kesana ganggu istirahatnya enggak." kata pak bupati


" enggak pak, ini baru mau mulai bakar jagunh sama udang." kata vian


" iya sudah saya kesana pak sekarang." kata pak bupati


" baik saya tunggu, jangan lupa pasportnya." kata vian


" siap. Sampai ketemu" kata pak bupati lalu menutup teleponnya. Vian pun menghisap rokoknya setelah minum kopi. Tak lama handphone vian berbunyi kembali.


" hai bro, kamu lagi dimana nih, udah lama enggak ada kabar." kata endris


" saya ada di pabrik LA baru pulang dari daerah PA sama pak gubernur, ini lagi bakar jagung." kata vian


" saya main kesana ya bro, udah lama enggak ngobrol." kata endris


" iya udah datang aja kesini." kata vian


" kamu istirahat saja di dalam ya, soalnya ada teman saya, takut kamu enggak nyaman." kata vian


" iya pak, lagian saya capek juga mau selonjoran." kata shinta, lalu pergi ke villa dan membawa susu panasnya.


" kasian juga tuh shinta, kayanya dia baru mengalami kerja kaya gini biasanua cuma duduk di kantor." kata pak dede


" iya, biarkan lah supaya dia bisa beradaptasi karena kedepannya dia tidak hanya tinggal di kantor." kata vian


" terus sekretaris LNI siapa pak." tanya pak dede


" kalau enggak salah Dhini yang menggantikan shinta disana." kata vian.


opik pun datang bersama karyawan disana membawa udang dan jagung sama saus buat udang.


" pik jagung sama udangnya bawa lagi, soalnya endris sama pak bupati mau kesini." kata Vian, opik pun menyuruh karyawan mengambil lagi udang dan jagung


" ada apa, pak bupati mau kesini pak." kata opik


" mau nyerahin pasport katanya." kata vian

__ADS_1


tak lama datang endris dan anak buahnya kesana.


" malam bro, kamu ya datang kesini enghak bilang bilang." kata endris, lalu menyalami vian dan yang lainnya


" saya bilang ini aja baru datang, gimana mau ngabarin kamu." kata vian


" bakalan lama kamu disini, enggak sama keluarga kamu." kata endris


" besok sore pulang, enggak kasian anak masih bayi dan lagi hamil." kata vian


" ada acara apa sama pak gubernur sampai ke daerah PA juga." kata endris


" biasa penyuluhan, sama cari supplier baru." kata vian


" katanya kamu enggak sama isteri, itu ada cewek di villa. Kamu ya memang udah berubah, dulu aja enggak pernah deket sama cewek." kata endris


" itu sekretaris saya, saya suruh masuk karena takut di ganggu sama kamu." kata vian


" bangsaaat kamu ya, mentang mentang udah jadi pengusaha." kata endris


" kamu tau dulu gimana respon cewek cewek ke saya, mana ada yang mau mandang saya." kata vian


" katanya mau ada reuni SMA akhir minggu ini, memangnya kamu enggak dapat infonya." kata endris


" saya kan keluar dari group, habisnya ngomongin masalah keluarga di group, kaya masih anak sekolahan aja, bisa gawat urusan keluarga nantinya." kata vian


" iya, makanya saya juga keluar, isteri ngambek setelah baca isi di group yang bahas masalah keluarga." kata endris


" yang saya kesel tuh, waktu itu bahas mau bantu teman kita yang lagi sakit, karena saya enggak bisa datang saya minta nomor rekening aja biar di transfer, eh malahan ngomong yang lain, enggak percaya mungkin mereka bahwa saya mau transfer." kata vian


" memang kaya gitu, memangnya temen temen enggak pada tau apa, kamu udah jadi pengusaha kaya gini." kata endris


" memangnya saya harus kasih tau mereka apa, kayanya kamu aja yang baru tau." kata vian


" kamu bakalan datang enggak kalau ada reuni." kata endris


" kalau ada waktu insyaAllah dan enggak bentrok waktunya soalnya akhir bulan ini saya mau berangkat umroh. Takutnya ada manasik." kata vian


" berangkat umroh keluarga kamu aja atau sama perusahaan." kata endris


" keluarga sama perusahaan. Kabari saya aja kapan waktunya." kata vian


" siap bos, mereka akan kaget tuh apalagi kalau bawa isteri isteri kamu, bakalan heboh." kata endris


" maaf pak endris mau pada minum apa nih." kata opik

__ADS_1


" susu panas aja pak opik, terimakasih, kalian mau minum apa kopi atau susu, atau mau nyusu langsung dari sapinya juga boleh." kata endris


" kopi saja pak, terimakasih." kata anak buahnya, opik pun menyuruh karyawan membuatkan kopi dan susu.


__ADS_2