
Vian pun menawarkan jagung bakar dan udang ke endris dan anak buahnya.
" Pak de tolong pisahin udang sama jagung bakarnya buat shinta ya," kata vian
" kamu perhatian banget sama sekretaris, jangan jangan ada main lagi." kata endris
" Kalau dia mau jadi isteri saya, enggak ada masalah kan." kata vian
" saya jadi pengen lihat berubah enggak selera kamu. mba... Mba.... Mba di panggil pak vian nih." kata endris memanggil shinta. Shinta yang mendengar ada yang manggil dia pun keluar villa. Endris yang melihat shinta pun berdecak kagum.
" bangsaaat emang ya, bener selera kamu tuh, dulu enggak ada yang mau sama kamu, sekarang kayanya antri. Memang Nasib orang enggak ada yang tau." kata endris
" bapak manggil saya ada apa ya." kata shinta
" enggak ada apa apa, kamu jangan hiraukan istirahat aja." kata vian
" sini aja mbak gabung kita, enggak apa apa kok kita enggak akan gigit." kata endris
" enggak ah pak dingin disana." kata shinta
" nanti diangetin si vian kok, mba mau enggak jadi isteri vian yang ke 4." kata endris
" walau jadi isteri ke 5nya juga mau pak." kata shinta polos
" kalau kamu mau kesini pakai jaket aja, kalau kamu enggak bawa ada jaket saya di lemari.
" enggak ah pak disini saja." kata shinta
" bener bener kamu ya, pasti heboh nih kalau kamu bawa isteri isteri kamu ke acara reuni. Saya coba telepon anak yang ngasih kabar ke saya." kata endris, endris pun menelepon orang yang ngasih kabar.
" bener bro, akhir pekan ini acaranya di sekolah jam 10, saya udah kasih nomor loh ke panitianya iurannya 200 ribu." kata endris, tak lama vian menerima pesan, vian pun membukanya.
" Ini nomor panitianya." kata vian sambil menunjukan handphone yang mengirim pesan
" benar bro, bayarin sekalian ya." kata endris. Vian pun komfirmasi kehadiran lalu mentransfer ke rekening yang ada di pesan tadi, setelah itu dia mengirim ke nomor tadi.
" udah saya bayarin." kata vian menunjukan bukti ke endris
" jadi kamu datang kesini minta bayarin reuni. Bangsat juga kamu ya, udah jadi komandan masih minta bayarin." kata vian
" sekalian udah lama kan kita enggak ketemu, emang enggak boleh silaturahmi." kata endris
" kamu bakalan bawa keluarga enggak ke acara reuninya." kata vian
" iya lah sekalian mau pulang kampung. Kamu juga bawa ya." kata endris
" insyaAllah." kata vian
" harus bawa biar rame." kata endris
" tapi kamu jangan ngomong ngomong masalah usaha saya ya." kata vian
__ADS_1
" siap bos, kamu bener bener low profile." kata endris
" berarti lusa dong acaranya ya." kata vian
" iya lah, emang kamu ada acara apa." kata endris
" mau ketemu orang travel yang ngurus umroh." kata vian
" itu kan bisa sorenya bro, kapan lagi kita bisa kumpul." kata endris
" pak de, udah janjian sama orang travel belum." kata vian
" udah pak, lusa jam 9an di rumah bapak." kata pak dede
" oke deh enggak harus di undur, kalau enggak macet bisa kan ke daerah B dari rumah 30 menit." kata vian
" bisa pak, kalau takut macet pakai patwal aja pak." kata pak dede
" iya udah nanti atur aja." kata vian
" ada mobil patwal tuh, kamu janjian sama siapa." kata endris
" kan udah saya bilang pak bupati mau kesini." kata vian, tak lama pak bupati pun datang kesana
" assalamualaikum, selamat malam semuanya." kata pak bupati
" waalaikumsalam, malam juga pak." kata vian dan endris
" ada komandan endris juga ternyata." kata pak bupati
" saya menggangu acaranya enggak nih." kata pak bupati
" enggak pak, kita hanya silaturahmi saja." kata endris
" oh iya pak, ini pasport saya dan keluarga takut lupa, nanti saya bisa dicemberutin isteri." kata pak bupati sambil memberikan pasportnya
" shin tolong ini pasport pak bupati satukan aja dengan pasport pak gubernur ya." kata vian meminta shinta menyimpan pasport tersebut
" pak bupati sama pak gubernur barengan umrohnya sama kamu." kata endris
" iya, beliau beliau mau bareng." kata vian
" iya pak endris, isteri saya minta pergi umroh bareng keluarga pak vian." kata pak bupati
" berapa orang kira kira yang pergi umroh kali ini." lanjut pak bupati
" sekitar 100 orang pak, karena dari surabaya tambah 10 orang, orang tua teman teman adik ipar yang kerja di Dilas sama di LCI, tambah pak gubernur L dan keluarga." kata vian
" oh.. Pak gubernur L ikut juga." kata pak bupati
" iya pak, kemarin ketemu di acara wisuda adik ipar, katanya isterinya mau ikut umroh bareng keluarga saya." kata vian
__ADS_1
" pak gubernur B dan Pak Bambang jadi ikut." kata pak bupati
" jadi pak, 2 hari kemarin beliau ke rumah." kata vian
" bisa 1 pesawat rombongan kamu aja." kata endris
" iya kayanya, makanya lusa harus ketemu orang travelnya." kata vian
" tapi kamu hatus datang ke acara reuni, jangan sampai enggak." kata endris
" saya usahakan." kata vian
" pak bupati mau minum apa." lanjut vian
" susu panas saja pak." kata pak bupati dan meminta jagung bakar dan udang bakar
" ada acara apa pak di daerah PA." lanjut pak bupati
" penyuluhan pak, kemarin pak gubernur ngajak kesana, tadinya sekarang dia mau kesini tapi karena saya enggak sama keluarga jadi enggak kesini." kata vian
" besok kamu datang ya ke markas, ada latihan nembak." kata endris
" jam berapa, saya usahakan kalau pagi." kata vian
" jam 8an, biar tambah jago nembaknya, jangan nembak cewek aja yang jago." kata endris
" siap komandan." kata vian
Mereka pun lanjut mengobrol, karena sudah malam mereka pun pamit pulang. Setelah endris dan pak bupati pulang vian pun menyalakan rokoknya, shinta pun datang kesana ikut mengobrol.
" akhirnya bisa merokok lagi." kata pak dede
" sebenarnya sih enggak apa apa ada mereka ngerokok, tapi enggak enak aja." kata vian
" iya itu pak, enggak enak. Jadi pagi ke tempat pak endris dulu pak." kata pak dede
" iya kesana dulu aja, baru nanti ke lokasi pembangunan pabrik, jam 3an baru kita pulang ke jakarta." kata vian
" siap laksanakan." kata pak dede
" put kamu komunikasi sama haris, takut lusa perlu patwal dari rumah ke daerah B." kata vian
" iya pak saya koordinasikan sama haris." kata putra.
" udah istirahat udah malam nih." kata vian, mereka pun bubar masuk ke villa masing masing. vian masuk ke villa sambil membawa udang dan jagung bakar serta membawa kopi dibantu shinta, lalu duduk di sofa.
" kamu enggak cape, udah istirahat sana." kata vian
" enggak mau, maunya sama aa, aku enghak mau melewatkan waktu berdua sama aa." kata shinta lalu menyandarkan tubuhnya dan mencium pipi vian. Setelah itu dia mengusap ngusap pusaka yang ada dibalik celana vian.
" kamu mau itu." kata vian
__ADS_1
" iya dong sayang, aku mau ngerasain cairan ini aa boleh ya." kata shinta, lalu dia membuka celana vian, mengelus pusakanya lalu ******* pusaka vian. Tangan vian pun ******* ***** bukit kembar shinta. Setelah beberapa menit keluarlah cairan pusaka vian.
" akhirnya aku merasakannya." kata shinta lalu mengambil tissue. Vian dan shinta pun mengobrol sebentar lalu pergi ke kamar.