
Setelah mendengarkan pendapatan anak anak mereka, bapak bapaknya heboh.
" kalau begitu bapak kerja di SPI aja." kata pak menteri UMKM
" maaf pak, kita tidak menerima karyawan baru." kata anisa
" jangan boros, kalau bisa kalian tabung untuk kalian kedepannya." kata pak gubernur L
" iya pak, aku tau kok." kata febby
" pantas aja kamu ganti HP baru, kemarin bapak lupa mau tanya kamu dapat uang dari mana bisa beli HP baru." kata pak gubernur D
" HP lama aku jual dulu pak," kata nirmala
" kamu atur aja, bapak senang mendengarnya," kata pak gubernur D
" belum lagi kalian dapat deviden ya." kata pak menteri UMKM
" iya pak, nanti kita akan tabung mungkin tahun depan baru kita akan melakukan tambahan modal untuk pengembangan produk dan bahkan rencana kita mau buka divisi baru untuk menjual produk lainnya selain divisi utama muslimah." kata anisa
" pokoknya SPI akan jauh berkembang, tunggu gebrakan kita." kata silvi
" pantesan bapak bapak menteri kita ini swlalu kumpul disini ya, obrolannya memang santai tapi berkualitas, saya mendengarnya saja tercengang atas pencapaian anak anak muda ini, kalau boleh tau berapa omzetnya sekarang." kata bu menteri kesehatan
" baru 4 milyar tante perbulannya, mudah mudahan tahun depan bisa di minimal 7 milyar seblunnya." kata silvi
" aamiin." kata yang ada disana
" oh iya om, dr. Chandra sudah bilang belum, bahwa rumah sakit livi juga berencana untuk membuka divisi farmasi tentang obat obatan sendiri dengan membangun pabrik." kata silvia yang enggak mau kalah juga.
__ADS_1
" mendengar langsung belum, tapi om mendapat laporannya dan bahkan sekarang sedang mencari lahan untuk pembangunan pabriknya." kata vian
" iya om, waktu itu saya yang mengusulkan supaya kita bisa memberikan obat obatan murah dengan kualitas bagus ke pasien, salah satu caranya kita sendiri yang harus memiliki pabriknya, bahan bahan obatnya kita dari bahan herbal, jadi nanti kita juga bisa kerjasama dengan para petani untuk menanam bahan obat ini, dan ada kemungkinan kita kerjasama sama perusahaan LA sebagai supplier bahan obat ini. Karena selama ini LA berkecimpung dengan dunia pertanian " kata silvia
" wow... Ini berita yang mencengangkan selain membuka lapangan kerja baru, juga bisa memberdayakan para petani. Enggak salah saya datang kesini." kata pak menteri tenaga kerja
" mungkin dari bapak bapak ada rekomendasi untuk lahan pabrik PT. Livi Farma indonesia ini. atau ada yang mau investasi." kata vian
" pah kok aku enggak tau sih papah buka perusahaan baru." kata lily
" ini belum dibuat aktanya sayank, perusahaan itu baru konsep aja, dan kita juga baru lewat telepon saja pembahasannya belum rapat, mungkin setelah ini baru, karena tadi kalau kita hanya mengandalkan dari kunjungan pasien saja kita tidak bisa memperoleh keuntungan," kata vian
" terus itu nanti pemiliknya sama dengan pemilik rumah sakit juga pak." kata pak bambang
" kemungkinan akan beda pak, tapi untuk pemilik rumah sakit secara otomatis pemilik perusahaan farmasi ini, yang sekarang kan pemilik rumah sakit livi group 90%, silvia 5% dan dr. Chandra 5%, nanti rumah sakit livi ini keberadaannya di bawah PT. Livi Farma Indonesia. Rumah sakit livi hanya penamaannya saja." kata vian
" minimal sekitar 1,5 hektar pak tapi lebih enak sih 2 hektar supaya kita bisa lebih banyak menanam pohon untuk mengurangi pencemaran udara seperti di LA dan PBN," kata vian
" sekalian aja di daerah sana pak, jadi kawasan itu menjadi kawasan industri livi group." kata pak gubernur D
" memang disana menjadi pertimbangan saya yang pertama, saya sudah suruh opik untuk mencari lahannya, kalau disana 1 hektar pun jadi kalau memang dekat dengan perusahaan LA dan PBN karena kan penghijauan dari pabrik tersebut sudah dilakukan, saya juga mengontrolnya lebih enak enggak berpencar." kata vian
" ada beberapa dokter senior juga yang mau gabung om baik dokter dari rumah sakit livi ataupun teman dr. Chandra, bahkan saya kemarin ngobrol sama dosen saya di luar, dia pun tertarik untuk investasi." kata silvia
" mudah mudahan aja ini jalan rezeki kita, pada intinya supaya pelayanan rumah sakit juga bisa maximal dengan biaya yang terjangkau, kalau obat obatan itu dari perusahaan kita sendiri kan lebih bisa mengatur harganya." kata vian
" iya om, karena yang datang melalui jalur surat keterangan tidak mampu itu lumayan banyak, bahkan ada rujukan dari rumah sakit pemerintah yang masuk ke rumah sakit livi dengan alasan penuh. Padahal di kita saja memang penuh tapi daripada kita tolak kasian pasiennya, makanya itu muncul supaya kita bisa membuat obat sendiri dan kita nantinya bisa mencari keuntungan dari sana bukan dari pelayanan kesehatannya." kata silvia
" pokoknya sebisa mungkin jangan sampai menolak pasien, kalau memang ruang rawat inap sekarang tidak cukup kita akan bangun lagi saja. Kita juga harus mempersiapkan tenda darurat. Besok atau nanti sore kita rapat disini setelah kunjungan bu meteri kesehatan ke rumah sakit livi." kata vian
__ADS_1
" dr. Chandra juga maunya seperti itu kita bahas bersama dengan om vian, tapi karena om banyak kerjaan juga saya bilang nanti akan saya sampaikan, kebetulan hari ini bisa." kata silvia
" seperti itu bu menteri, rumah sakit livi ini sekarang sudah menjadi tempat penampungan, dan salah satu tujuan pasien terutama yang tidak mampu, memang ada yang pakai asuransi pemerintah tapi itu tidak bisa mengcover semua biaya dan lapisan masyarakat memilikinya. Tapi saya jamin pelayanan kami akan lebih manusiawi." kata vian
" mari kalau begitu kita kesana sekarang, saya jadi ingin cepat melihatnya." kata bu menteri kesehatan
" kita juga ikut ya." kata pak menteri UMKM, Pak menteri pendidikan, pak menteri sosial, pak menteri tenaga kerja, pak gubernur dan pak bupati serta pak walikota. Vian menelepon pak dede supaya membawa minibus untuk pergi ke rumah sakit livi. Vian juga menyuruh haris supaya jalan duluan bersama para ajudan menteri ke rumah sakit livi untuk mengclearkan area.
" kita tunggu dulu 15 menitan, nanti kita sama sama kesananya naik minibus saja supaya enggak membuat kegaduhan dan menghemat lahan parkir." kata vian
" kalau gitu kita juga ikut." kata ibu ibunya
" boleh kita desak desakan saja, insyaAllah masih nyaman, nanti pulangnya baru kita makan siang sama sama disini." kata vian. Lily pun meminta ibunya untuk mengkondisikan makanan untuk makan siang.
" aku aja ya yang ikut, kalian di rumah aja apalagi shinta." kata lily
" iya mbak, lagian takut de avin sama de alea nangis kalau di tinggal." kata astrid
" bantu siapkan untuk makan siang aja ya sayang." kata vian
" iya pah." jawab dilla dan astrid
" besok kita akan periksa shinta juga soalnya, tadi udah kirim pesan ke dr. Silvy supaya dr. Anita bisa melakukanpemeriksaan ke shinta sekalian kalau sudah ketahuan kapan kita bisa pesan kamar perawatannya juga , sama mempersiapkan kelahiran bayinya." kata lily
" terimakasih ya mbak." kata shinta
" luar biasa ya iateri isteri pak vian ini kompak saling mendukung satu sama yang lainnya." kata bu menteri kesehatan
Jam 10.17 menit mereka pun pergi ke rumah sakit livi menaiki minibus, jam 10.47 menit mereka tiba di rumah sakit, Dr. Chandra yang diberitahu silvia pun menyambut kedatangan kunjungan bu menteri kesehatan ke rumah sakit livi
__ADS_1