Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kegembiraan ibu ibu pejabat


__ADS_3

Endris pun datang lagi setelah mengantar keluarganya tidur


" kamu kenapa balik lagi, bukannya mau bikin adik si ferdy." kata vian


" belum bisa tidur, kamu sendiri kenapa belum tidur." kata endris


" masih ingin menikmati suasana aja." kata vian


" saya salut sama kamu vian, bisa kenal dan akrab dengan para pejabat, hampir setiap bulan pasti ada aja pejabat baru yang silaturahmi sama kamu." kata endris


" masa saya tolak orang yang mau silaturahmi, lagian lebih bagus banyak saudara dan teman dari pada musuh kan." kata vian


" anak saya pas di kasih tau mau ketemu sama anak kamu senang banget sampai ngajak buru buru tadi, kamu punya ilmu apa sanpai turun gitu daya tariknya ke anak kamu." kata endris


" saya enggak pernah ngajarin apa apa, mungkin anak saya sudah terbiasa rame jadi kalau ada teman baru dia juga jadi senang." kata vian lalu minum kopi dan menghisap rokoknya


" sekarang berapa jumlah karyawan yang kamu miliki." kata endris


" lebih dari seribu orang, apalagi kalau ditambah sama para petani dan yang lainnya seperti pekerja kuli bangunan di L-Pro mungkin bisa diatas 2 ribu orang." kata vian


" banyak juga ya, apa kamu enggak pusing tuh." kata endris


" yang ngurusin kan bukan saya, pusing juga karena takut enggak bisa mempertahankan mereka karena suatu hal, makanya saya tekankan ke jajaran manajemen karena mereka kerja bukan hanya untuk mereka sendiri tapi masih banyak orang yang menunggu hasil kerja mereka, misalnya anak anak yatim, sekarang kita ada panti asuhan disana ada anak anak yatim kurang lebih 70 orang belum panti yang lainnya yang selama ini kita bantu." kata vian


" apa kamu sudah merasa puas akan pencapaian ini." tanya endris


" kalau dari sisi pribadi alhamdulillah ini semua sudah sangat cukup untuk kehidupan saya, tapi ternyata masih banyak yang masih harus saya bantu, kalau saya merasa sudah cukup bagaimana orang orang yang belum memiliki pekerjaan, yang perlu untuk menghidupi keluarganya, yang ingin membahagiakan orang tuanya." kata vian


" iya sih, saya bangga bisa berteman sama kamu, yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi masih memikirkan orang lain." kata endris


" saya ingin dikala saya sudah enggak ada, banyak orang yang mendoakan saya karena apa yang telah saya perbuat itu baik, bukan mendokan saya supaya cepat enggak ada karena mereka enggak suka." kata vian. Akhirnya mereka pun bubar karena sudah malam. Vian pergi ke villanya, disana lily dan shinta belum tidur, sedangkan astrid dan dilla sedang menidurkan de avin dan de alea.


" kok kalian belum tidur sih." kata vian


" nunggu papah tau, aku kedinginan." jawab lily yang langsung memeluk vian.

__ADS_1


" iya udah kita tidur, kalian juga pasti cape kan." kata vian


mereka pun pergi ke tempat tidur, lily langsung menyerbu vian dan akhirnya pertempuran pun terjadi, setelah lily dan shinta, astrid dan dilla pun enggak mau ketinggalan, walaupun mereka masih merasa ngeri untuk melakukannya tapi karena suasana mereka pun ikutan bertempur. Mereka pun tertidur saling berpelukan.


Di pagi hari vian bangun lalu pergi mandi setelah itu membangunkan isteri isterinya untuk mandi dan sholat bersama, selesai sholat shinta membuatkan kopi, setelah itu vian duduk bersama di ruangan keluarga sambil nonton televisi.


" hari ini mau kemana pah." kata lily


" paling ke pabrik PBN nanti siangan, memangnya mamah ada agenda apa." kata vian


" semalam ibu ibu ingin pergi ke kebun, katanya mereka ingin metik sayuran secara langsung, boleh enggak pah." kata lily


" iya udah enggak masalah, toh enggak akan menghabiskan stok yang ada juga." kata vian


" terus aku, astrid, dilla dan shinta di ajak sama ibu zahra untuk aktif di PKK, menurut papah gimana." kata lily


" kalau memang kalian mau silahkan aja, tapi jangan sampai kalian cape. Terus di kantor memang sudah bisa didelegasikan." kata vian


" sudah pah, aku udah membangun tim manajemen pas astrid sama dilla melahirkan." kata lily


" enggak bakalan melupakan anak anak pah." kata mereka


" kalau papah sih yang penting anak anak, karena papah enggak bisa setiap saat sama mereka." kata vian


" iya pah, makasih ya pah." jawab mereka serempak, memang seperti kembar mereka itu. Vian pun pergi ke teras depan villa sambil membawa kopi, setelah meminum kopinya vian pun menyalakan rokoknya. lily, astrid, dilla dan shinta pun istirahat lagi.


Tak lama datang pak menteri sosial dan pak menteri pendidikan datang, mereka pun mengobrol di saung di atas kolam ikan.


" ini liburan yang sangat luar biasa, saya merasakan suasana keakraban dan kekeluargaan yang sangat kental, apalagi melihat isteri dan anak anak bahagia, saya jadi puas banget liburan ini." kata pak menteri sosial


" iya pak, saya melihat isteri bahagia enggak seperti biasanya membuat fikiran saya santai, sepertinya kalau anak anak saya ada disini juga akan merasakan hal yang sama." kata pak menteri pendidikan


" memangnya anak anak pak menteri dimana." tanya vian


" anak pertama saya sudah menikah, abak kedua saya zahwa sedang kuliah di luar pak, kemungkinan bulan depan pulang, nanti saya akan ajak bertemu keluarga bapak, seperti dia akan suka apalagi melihat anaknya pak bambang, pak gubernur dan pak menteri akrab juga." kata pak menteri pendidikan

__ADS_1


" alhamdulillah saja mereka itu seumuran dengan adik saya palingan beda 2 atau 3 tahunan, jadi mereka bisa satu frekuensi, apalagi ada sarana mereka untuk menyalurkan bakatnya dan ilmu yang mereka peroleh." kata vian


Jam 7an mereka semua sarapan bareng yang sudah disiapkan opik.


" nanti kita ke pabrik PBN ya pak, saya sudah lama enggak kesana." kata pak bambang


" iya pak, nanti kita kesana, tapi katanya ibu ibu mau ke kebun metik sayuran dan buah buahan." kata vian


" iya udah kita juga ikut aja dulu, sambil melihat lihat kebun." kata pak menteri pendidikan


" kita boleh memetik sayuran dan buah buahannya pak." kata ibu citra


" silahkan saja bu, mau apa, nanti tim dari LA akan membantu." kata vian


" asyiiik, kita bisa memetik sayuran dan buah buahan lumayan buat di rumah, yang terpenting ini fresh pasti segar segar." kata ibu kayla.


" sebenarnya di rumah juga ada kebun hidroponik loh bu, jadi seperti strowbery dan sayuran lainnya yang dimasak di rumah itu dari kebun sendiri." kata lily


" jadi jus strowbery yang disajikan itu dari kebun disana, pantas saja segarnya beda." kata ibu citra


" iya bu," jawab lily


" kalau menginap lagi di rumah ibu, saya pengen ah main ke kebunnya." kata ibu citra


" memangnya disebelah mana bu kebunnya." kata ibu kayla


" di dekat taman belakang, disebelah kandang burung." kata lily


" kalau begini saya bisa setiap minggu datang ke rumah ibu loh, lumayan buat masak di rumah." kata ibu citra


" silahkan bu, kalau habis pun ada di toko livi di ruko depan komplek itu, disana sayurannya dari sini juga." kata lily


" kalau begitu nanti saya suruh orang rumah untuk belanja disana aja ya untuk kebutuhan di rumah, pasti di jamin fresh." kata ibu citra


selesai sarapan mereka pun siap siap pergi ke kebun, tampak kegembiraan di wajah ibu ibu pejabat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2