
" Saya heran ke si aa dia bisa cepat akrab sama astrid, dilla, dan bella." kata pak bowo
" iya padahal baru sekali ketemu." kata pak adi
" maaf pak bu, kelakuan anak saya ini." kata lily
" saya malahan senang lihatnya." kata bu asti
" iya benar benar gemezin." kata bu sri
" jangan lupain aja si aa dan de qinar ya pak bu, kalau udah ada anak dari astrid dan dilla." kata lily
" pasti enggak, devan dan qinar juga kan anaknya vian." kata bu asti
" iya nak, ibu juga pasti akan sayang sama dia." kata bu sri
" kapan kalian akan punya anak." kata lily
" lagi proses kan barengan sama mba juga." kata astrid
" huuuus, jangan buka kartu dong." kata lily tertawa
" gimana Allah kasih aja mba." kata dilla
" sering sering aja ke jakarta, kita buat bareng." kata lily
" bapak ibu barangkali cape, istirahat aja di kamar." kata vian
" gak kok ibu gak mau melepaskan kebwrsamaan kaya gini." kata bu asti
" iya kan kita jarang seperti ini." kata bu sri
" bawa makanan atau minuman kalau begitu." kata pak adi
" iya pak, cobain susu dari pabriknya mas vian aja ya." kata astrid, astrid dan dilla pun mengambilnya ke dalam villa
" o iya pak wanto, kalau boleh tau aktivitas bapak apa ya." kata pak adi
" saya di rumah aja pak, waktu itu saya sakit hampir 1 tahun, jadi saya berhenti bekerja." kata pak wanto
" bantuin kita aja di yayasan pak." kata pak bowo
" terimakasih banyak atas ajakannya, tapi sekarang saya belum bisa jauh jauh dulu, dan tadi nak vian nawarin untuk kerja di Dilas sebagai pemasok ke perusahaan LA." kata pak wanto
" iya nanti kalau itu udah jalankan bisa didelegasikan, bapak bisa bantu kami di yayasan." kata pak bowo
" baik pak, terimakasih." kata pak wanto
" memang dilas itu usahanya apa aja." kata pak bowo
" yang udah jalan cafe dan toko buah buahan pak." jawab vian
" kenapa cari dari daerah ini untuk pasokan, apa masih kurang." kata pak bowo
" iya pak, alhamdulillah pesanan naik terus apalagi kemarin diatributor LNI mau memasarkan produk LA juga, makanya vian tambah mesin, dan ada kemungkinan peternakan juga akan di tambah. jadi pertanian yang LA akan sedikit berkurang." kata vian
__ADS_1
" iya si narto juga bilang ke bapak, para petani disana mengucapkan terimakasih katanya sudah dibantu dan harganya juga gak merugikan mereka." kata pak bowo
" itu cita cita saya pak, supaya kita juga bisa meningkatkan taraf hidup para petani, dan kemarin juga saya sudah ngobrol sama pak Bupati supaya keberadaan LA bisa menstabilkan harga pasar." kata vian
" pantesan dia mau bantu kamu, karena setidaknya kamu juga membantu pemerintahan." kata pak bowo
" bisa bisa kamu jadi bupati a." kata pak adi
" pak bupati juga ngajak saya dampingi beliau di pemilihan mendatang, tapi aa belum bisa, ini aja sudah kewalahan." kata vian.
lily yang dari tadi memikirkan usaha yang akan dijalankan bersama astrid dan dilla dan cemas karena adik iparnya mau duluan gengsinya muncul
" pah ayo dong bantu fikirin nama usaha LAD's." kata lily
" mamah dari tadi diem masih mikirin itu toh. mamah coba fikirkan selain pakaian, apa yang dicari atau dibutuhkan perempuan." kata vian
" uang, perhiasan." jawab lily
" produk kecantikan mas." kata astrid
" iya, wanita ingin selalu tampil cantik." kata dilla
" produk uang dan perhiasan kan mamah juga udah ada di BLS., nah kenapa LAD's gak coba main di produk kosmetik, PT. LAD's Cosmitics Indonesia brandnya LAD's." kata vian
" oke bagus pah, kenapa gak kefikiran sebelumnya ya. gimana menurut kalian nama itu." kata lily
" setuju mba, bagus." kata astrid
" iya aku juga setuju." kata dilla
" oke, pah daftarin ya. papah the best." kata lily
" iya udah, kalian survey pasar, produksinya bagaimana, apa yang harus disiapkan." kata vian
" kita percaya sama papah, nanti kita yang menjalankan usahanya." kata lily
" kalian ya, bikin papah tambah pusing." kata vian
" aa papah gak bantuin mamah nih." kata lily mengadu ke anaknya
" papah bantu mamah ya." kata devan
" tuh aa papahnya masih gak mau bantu." kata lily
" papah denger aa gak sih, bantu mamah." kata devan
" iya bos." kata vian
" itu baru papah hebat." kata devan
" aa mamah mamahnya gak izinin papah cari mamah lagi." kata vian ngegoda devan
" aa gak ikutan pah, aa pusing banyak mamah." kata devan
" rasain gak diizinin anaknya." kata lily
__ADS_1
mereka pun mengobrol sampai sore. mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih. didalam kamar utama lily, astrid dan dilla masih mengobrol masalah usaha mereka. vian setelah berganti pakaian pergi ke balkon kamar lalu menyalakan rokoknya.
" mas mau dibuatkan minum." kata dilla
" boleh sayang susu anget ya." kata vian
tak lama dilla pun datang dengan membawa secangkir susu hangat, lalu duduk disebelah vian
" mas makasih ya udah ajak bapak untuk bekerja jadi bapak ada aktivitas." kata dilla
" sebenarnya mas gak tega nyuruh bapak kerja, tapi supaya bapak ada aktivitas lagi dan biar bapak gak suntuk, nanti kamu bantu aja ya sama perhatikan biaya operasionalnya gak apa apa gede juga nanti mas yang ganti." kata vian
" iya mas, terimakasih ya." kata dilla lalu mencium pipi vian, tak lama astrid datang habis dari kamar mandi lalu duduk disebelah vian
" mas si bella gak apa apa ikut sama ika." kata astrid
" gak apa apa lah, toh bella juga ngasih kontribusi. kalian jangan mikir yang berlebihan, mas berusaha untuk berlaku adil walau adil itu tidak harus sama." kata vian
" iya. aku ngerti, makasih ya. mas udah ajak keluarga aku jalan aja udah seneng." kata astrid
" iya mas, sampai kemarin bapak tanya terus, apa gak apa sama keluarga mas sama mbak, apa aku di apa apakan sama mbak." kata dilla
" mas juga bersyukur lily mau menerima kalian dan keluarga kalian, ini diluar pemikiran mas." kata vian
" aku juga kaget waktu dihubungi mbak, aku sama dilla gak bisa apa apa dan pasrah aja. lalu beli tiket pun gak yakin, sampai selama perjalanan kita masih mikir yang gak gak." kata astrid
" pas ketemu dibandara aku gak bisa ngomong apa apa, tapi eh mbak ternyata orangnya terbuka baik banget." kata dilla
" acting juga bagus tuh sampai mas kebawa emosi." kata vian
" mas gak sampai main tangan kan." kata astrid takut
" gak lah, mas paginya langsung pergi." kata vian
" kalian benar benar ya, gak ajak ajak." kata lily dari dalam kamar lalu dia datang dan duduk dipangkuan vian. vian lalu mengeluarkan handphone
" mas mau hubungi siapa." selidik astrid
" mau hubungi pak dede sayang, kok dia belum pulang." kata vian. lalu menelepon pak dede menanyakan posisinya
" pak de, masih dimana." kata vian
" sebentar lagi sampai villa pak, ini bawa banyak barang jadi bawanya pelan." kata pak dede
" iya sudah, sama ke pak wahyudi tanya dan booking mobil 3 unit untuk melihat sunrise dan wisata lainnya." kata vian
" baik pak,." kata pak dede. vian pun menutup telepon dengan pak dede
" besok pagi jam 4an kita pergi buat lihat sunrise, katanya bagus disini." kata vian
" beneran pah. asyiik." kata lily
" nanti pas makan mamah tanya siapa aja yang mau ikut biar mobilnya bisa dikondisikan." kata vian
" siap papah sayank." kata lily lalu mencium vian, vian pun merangkul istri istrinya itu
__ADS_1
" sayang aja kan kesini tanpa kemana mana, indahnya kebersamaan ini kita lewati begitu saja." kata vian
vian pun mengajak istri istrinya tersebut untuk sholat magrib berjamaah di dalam kamarmya.