Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Masalah Uang Pasti Sensitif


__ADS_3

Tak lama keluarga pak walikota F datang kesana, pak walikota menjemput dia di parkiran. Lalu membawanya untuk bertemu vian dan yang lainnya.


" perkenalkan pak ini isteri saya Gita dan ini anak saya yang pertama Aurel dan yang kedua Bagja." kata pak walikota F. Mereka pun menyalami yang ada disana, vian menyuruh lily untuk membawa isterinya pak walikota untuk mengobrol di dalam villa dan bertemu dengan yang lainnya dan kalau belum makan ajak ke restoran kalau enggak pesan aja. jika mau naik kuda ajak ke tempat thunder.


" siap siap aja pak setiap akhir pekan minta ke rumah pak vian." kata pak gubernur B


" kenapa gitu pak ada apa memangnya." kata pak walikota F


" lihat aja nanti, untung aja anaknya masih kecil coba udah gede bakalan enggak mau pulang." kata pak gubernur D


" anak saya yang tadinya enggak mau berkarir disini, sekarang mereka pengen cepat cepat keluar kuliahnya dari luar, dan sekarang mana mau pulang ke rumah padahal saya sudah beli rumah dekat pak vian." kata pak bambang


" saya enggak maksa mereka loh bapak bapak." kata vian


" saya yang enggak enak jadinya pak, merepotkan bapak dan keluarga, bapak bangun mess untuk karyawan eh sekarang penuhnya sama anak anak kita, pak gubernur L bilang hari jum'at sore dia mau ke jakarta." kata pak gubernur D


" saya juga baru tau mereka membuat group sendiri loh, kemarin isteri saya bilang pak ibu athia ada di rumah pak vian, kita kesana juga ya." kata pak gubernur B


" isteri saya itu kemarin bilangnya mau nengok nirmala karena pakaiannya sudah habis katanya dan buat pergi umroh, disini mana dia ngobrol sama anaknya, mereka masing masing." kata pak gubernur D


" tapi saya salut sama isteri pak vian itu bisa merubah pola fikir isteri saya yang tadinya enggak mau berbisnis, sekarang kalau di rumah dia menyampaikan perkembangan usaha LCI, cara mendapatkan agen baru, menghadapi konsumen." kata pak bambang


" ngomong ngomong usaha, saya jadi ikutan di SPI pak untuk anak saya 5% aja, soalnya setiap telepon menanyakan itu terus." kata pak gubernur D


" boleh pak tapi untuk masuk secara resmi nanti setelah RUPS luar biasa ya, sekarang pakai notaris internal saja dulu seperti silvy, silvia dan ibu sisil, tapi nanti pas RUOS akan sama mendapatkan hak devidennya." kata vian


" saya percaya pak, enggak masalah itu, pak vian atur saja, nanti saya transfer ke pak vian ya uangnya." kata pak gubernur D


" baik pak, terimakasih." kata vian


" saya juga pak untuk yang investasi di pabrik mungkin besok tranafer lagi, dan untuk pembangunan panti asuhan." kata pak bambang

__ADS_1


" iya saya juga nanti mau ikutan lah kalau sudah pensiun, saya juga ingin jadi pengusaha." kata pak gubernur B


" boleh pak, kalau mau di perusahaan yang baru pabrik minyak, mie instant, tepung dan penggilingan padi." kata pak bambang


" oh iya lahan pesawahan itu masuknya ke asset LA atau perusahaan baru pak." lanjut pak bambang


" sementara aset LA pak dan kita belum buat perusahaan baru itu, mau apa namanya, supaya diurus dari sekarang sebelum beroperasi, selama ini masih menginduk di LA tapi pencatatannya sudah terpisah." kata vian


" PT. Pangan Berkah Nusantara pak, bagus kayanya." kata pak bambang


" boleh pak, nanti saya telepon notarisnya supaya cek sekalian merk dagangnya." kata vian


" merknya Berkah saja pak." kata pak bambang


" baik pak, saya suruh orang notaris untuk mengecek dan mempatentkan merknya." kata vian. Vian lalu menelopon raka supaya membiat akta pendirian perusahaan atasnama PT. Pangan Berkah Nusantara, dan merknya Berkah pemiliknya Vian dan pak Bambang. Vian pun meminta KTP pak bambang lalu mengirimkan ke raka.


" jadi hanya kita berdua aja nih pak pemiliknya, modal dasarnya berapa pak." kata pak bambang


" maunya sih 10% pak, tapi enggak apa apa dicicil ya." kata pak bambang


" oke enggak apa apa pak." kata vian lalu mengirimkan ke raka modal dasar 4 triliun 90% vian dan 10 % pak bambang, vian juga menyuruh raka untuk membuat surat pernyataan lainnya mengenai penyertaan modal pak bambang tersebut.


" pak vian enggak apa apa setoran modalnya saya cicil." kata pak bambang memastikan


" enggak apa apa pak, nanti di akta pendirian tetap 10% akan tetapi mohon maaf sebelumnya, saya juga akan buatkan surat pernyataan lainnya, bukan saya tidak percaya, akan tetapi saya tidak ingin karena hal ini hubungan silaturahmi kita menjadi hancur, supaya bapak enak saya pun enak, kalau masalah uang pasti sensitif soalnya." kata vian


" saya setuju, saya juga enggak mau karena ini hubungan silaturahmi kita terputus, saya percaya sama pak vian yang terbaiknya bagaimana." kata pak bambang


" ini luar biasa, karena silaturahmi bisa menghasilkan uang," kata pak walikota F


" dengan adanya Perusahaan PBN daerah KBB makmur nih, bisa memberikan kontribusi ke negara dan bisa mengurangi pengangguran." kata pak Gubernur D

__ADS_1


" mudah mudahan sesuai namanya pak, membawa keberkahan bagi semuanya." kata vian


" Aamiin." jawab mereka


" kira kira dari 4 pabrik itu memerlukan berapa tenaga kerja pak." kata pak gubernur D


" kurang lebih di atas 100 orang pak," kata vian


" pak vian harus menyiapkan lagi perumahan dong." kata pak gubernur D


" lahan yang sekarang masih ada untuk berapa puluh rumah karena setelah ada permintaan dari polsek kita membeli lagi lahan yang di belakang dan di sampingnya pak." kata vian


" kalau perumahan yang disana itu berarti ada dari anggota polsek juga ya pak." kata pak gubernur D


" betul pak, tidak hanya dari polsek S aja tapi ada dari beberapa polsek lainnya yang tinggal disana." kata vian


" sekarang sedang dibangun jalur gas hasil dari biogas kotoran sapi ke perumahan tersebut." kata vian


" benar benar uangnya dari mana mana pak vian ini." kata pak gubernur B


" selagi ada peluang pak, dan untuk gas dari biogas ini kita hanya meminta untuk uang perawatan pipanya saja dan untuk orang yang melakukan operasional tersebut setiap bulannya, kita juga mau memanfaatkan tenaga air yang ada disebelah pabrik LA yang dibendung itu untuk pembangkit listrik, sehingga kedepannya untuk penerangan dan operasional pabrik dari sana." kata vian


" ini masih wacana, anak anak yang sedang PKL sedang mengukur kekuatan arus airnya, apa perlu membuat bendungan sebelumnya dan tidak akan merusak ekosistem yang sudah ada." lanjut vian


" saya setuju saja pak, apalagi kemarin bendungan tersebut juga pak vian yang betulkan sehingga warga disana bisa bertani kembali." kata pak gubernur D


" terimakasih banyak pak atas dukungannya. makanya saya bentuk tim lingkungan hidup juga untuk itu, jangan sampai kita menjadi biang dari perusak lingkungan." kata vian


" itu sungai kan lebar, kalau mau pak vian buat bendungan baru di atas sananya supaya air yang mengalir ke irigasi itu dari hasil buangan kincir. Dengan adanya 2 bendungan setidaknya bisa menahan laju air jadi resiko banjir ke daerah di bawahnya akan bisa di tekan." kata pak gubernur D


" bisa aja nih pak gubernur memindahkan pekerjaan ke pak vian." kata pak gubernur B

__ADS_1


" makanya anak anak yang PKL sedang membuat analisanya pak, jadi yang PKL disana sekarang bukan hanya dari mahasiswa pertanian dan peternakan saja, ada dari mahasiswa teknologi juga, saya sih senang aja, walaupun hanya berapa ribu watt, tapi lumayan buet hemat biaya listrik PLN, palingan kita keluar biaya awal saja, tapi saya senang akan kreatifitas mereka itu, contohnya saja biogas, awalnya saya juga bingung masalah limbah kotorannya, eh sekarang ada solusi." kata vian


__ADS_2