
Pembicaraan pun terus berlanjut, karena vian juga jarqng mengobrol sama karyawan LA.
" pak apa enggak boros kalau mengadakan acara tersebut 2 kali, apa yang enggak berangkat kita kasih kompensasi berupa uang saja." kata ferdian
" kalau kita umumkan bahwa yang enggak akan mendapat kompensasi berupa uang, itu akan banyak yang enggak akan ikut, sedangkan tujuan diadakan acara ini untuk menjalin silaturahmi, memupuk rasa kekeluargaan bukan hanya semata mata kita berlibur, jadi tim HRD harus bisa membuat konsep acara dengan baik." kata vian
" baik pak kita akan susun acara dengan sebaiknya." kata pak ferdian
" jadi nanti tim direksi dan managemen juga harus dibagi menjadi 2, saya akan usahakan kalau memang tempatnya memungkinkan saya akan hadir." kata vian
" kalian jelaskan juga kenapa enggak sekalian semuanya, bisa saja kita berhentikan operasional tapi resikonya bukan hanya kita tidak produksi akan tetapi mesin juga akan bermasalah kalau diberhentikan begitu saja. Jadi kalian harus benar benar juga memilih karyawan yang berangkat dan yang enggak supaya operasional tetap berjalan baik, kalian tentukan saja waktunya ya semoga saya enggak bentrok waktunya. Kalau opik harus bisa datang di 2 acara tersebut." lanjut vian
" baik pak. Usul saya sih ke pantai pangandaran aja, jum'at malam sabtu jam 11 kita kumpul disini lalu berangkat sampai sana sabtu pagi langsung ke pantai, jam 12 baru check in hotel, pulang minggu siang habis check out. Kloter ke 2 minggu malam senin kumpul disini, senin pagi sudah sampai sana pulang selasa siang." kata opik
" itu bagus juga usulannya pak, saya akan coba sampaikan ke karyawan dan membuat pengaturan karyawannya." kata ferdian
" pak mau makan siang dimana." kata opik
" nanti saya tanya si aa dulu." kata vian
" silahkan kalian atur saja, sampaikan hasilnya di laporan harian, kalau begitu saya pamit duluan." lanjut vian, vian pun pergi bersama shinta ke villa, devan sedang duduk di saung bersama pak dede sambil megang joran.
" aa sayang mau makan apa." tanya shinta
" makan di tempat yang ada ikannya aja mah, aku suka makan disana." kata devan
" iya sudah sebentar lagi kita pergi kesana ya." kata vian, vian pun menyalakan rokoknya
" papah mau dibuatkan kopi." kata shinta
" boleh sayank, makasih." kata vian, shinta pergi masuk ke villa untuk membuat kopi dan menyimpan laptopnya. Tak lama dia pun membawa kopi dan menyerahkannya ke vian, vian pun mengecup kening shinta
" cie... Cie papah sama mamah." kata devan
__ADS_1
" aa kalau di perut mamah ada adik bayi gimana." kata shinta
" iya enggak apa dong mah, jadi aa banyak adiknya, nanti sama aa ajak main deh." kata devan
" iya sudah kita berangkat yu makan siang." kata vian, mereka pun pergi, vian memberitahu opik dulu dan mengajak dia untuk pergi bersama. Sesampai di rumah makan vian pun memesan makanan.
" aa mau pulang hari ini atau kapan." kata vian
" gimana papah aja, disini dulu boleh pulang juga boleh." kata devan , mereka pun makan, shinta gantian sama lilis menyuapi devan, vian menyalakan rokoknya bersama pak dede dan putra. tak lama handphone vian berbunyi ada telepon masuk dari endris.
" bro masih di pabrik." kata endris
" masih, tapi sekarang lagi makan siang dulu, kenapa." kata vian
" kamu enggak pulang hari ini kan, nanti malam ada acara di markas saya, kamu datang ya, tapi saya minta kambing buat anak anak, sorean saya ke pabrik." kata endris
" oke saya tunggu." kata vian, lalu menutup teleponnya, setelah selesai makan vian dan yang lain pulang ke villa LA. Di perjalanan devan tidur, vian pun menggedongnya ke kamar. vian duduk di sofa sambil mendengarkan music, vian pun melihat design yang dikirim sella, setelah oke dia pun kirim ke pak andi untuk di proses.
Shinta datang menghampiri vian lalu tiduran di pangkuannya, tak lama terdengar devan memanggil
Jam 3.17 menit vian bangun lalu pergi mandi, setelah sholat ashar dia pergi ke saung sambil membawa kopinya, vian menyalakan rokoknya, tak lama endris pun datang
" bro maaf, saya baru bisa datang nih, kemarin ada tugas anak anak pergi latihan dan hari ini mereka baru pulang, jadi batu sempat kesini." kata endris
" enggak masalah santai aja." kata vian
" gimana ada enggak kambing buat saya nih." kata endris
" ada ambil aja di kandang." kata vian
" saya ambil 3 ekor ya, kasian anak anak udah cape latihan." kata endris
" siap, ambil aja." kata vian
__ADS_1
" nanti malam di tunggu di markas ya." kata endris
" insyaAllah saya hadir." kata vian
" iya udah saya pamit mau menyiapkan untuk acara nanti malam," kata endris
" dasar kamu ya, kesini lagi ada perlunya aja." kata vian
" terimakasih ya brother, di tunggu nanti jam 8 malam." kata endris lalu pamitan dengan membawa pergi 3 ekor kambing yang di bawa anak buahnya. Vian pun menelepon lily, vian memberi tau lily bahwa nanti malam ada acara di markas endris dan baru bisa pulang besok.
Opik datang kesana dengan membawa air minum dan alat test air. Opik memperlihat kan kualitas air dari sumber mata air yang akan dipakai livi.
" ini sudah layak minum pik, kandungan bakterinya sudah di test juga." kata vian
" sudah pak, itu sudah bisa di minum kok." kata opik, dia pun mengambil botol lain lalu meminumnya. Vian pun meminumnya
" enak pik, nanti tinggal bagaimana kita mengemasnya saja, dan mempromosikan ini." kata vian
" iya pak tim sudah melakukan langkah langkahnya, oh iya untuk family gatheting, anak anak setuju kita pergi ke pangandaran, saya sudah suruh tim untuk berangkat kesana besok untuk survey, saya meminta alternatif daerah lainnya sekitaran pangandaran, bapak mau pesan berapa kamar." kata opik
" sekitar 15 kamar pik, kalau memang enggak ada 1 hotel cari kamasan yang bisa disewa ya sekitar sana. Kalau sesuai dengan rencana kamu buat berarti bjat karyawan itu 2 hari 1 malam, kalau saya sama kamu berarti bisa 5 hari 4 malam." kata vian
" iya pak, nanti saya suruh anak anak mencari tempat yang bagus untuk bapak dan keluarga, dan enggak jauh dari lokasi karyawan menginap." kata opik
" iya sudah sekalian sama kamu aja bareng sama saya, nanti saya bawa minibus, kamu bawa mobil pribadi saja." kata vian
" baik pak, bapak masih menginap disini kan." kata opik
" iya pik, nanti malam saya mau ketempatnya endris katanya ada acara." kata vian sambil menghisap rokoknya
" sama ini pak, untuk pabrik pengolahan makanan ringan kita mau menggarap yang mana dulu, kripik singkong, kripik kentang, atau ada usulan lain dari bapak." kata opik
" kamu atur aja, saya enggak akan banyak intervensi, yang terpenting bagian pemasaran bisa mengeluarkan produk tersebut, jangan sampai kita beranggapan akan diterima pasar, akan tetapi respon pasar sebaliknya, makanya disiru perlu analisa yang matang mengenai pasar tersebut. Jangan sampai kita cape cape investasi tapi respon pasar enggak ada." kata vian
__ADS_1
mereka pun mengobrol, tak lama devan datang bersama shinta, dia mengajak shinta untuk melihat sapi dan ayam.