Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berkumpul Para Menteri 4


__ADS_3

Vian mempersilahkan pak bambang, pak menteri UMKM dan pak menteri Sosial duduk di gazebo, dia duduk di kursi disamping gazebo, lalu menyalakan rokoknya.


" suasananya alami banget, dingin lagi pas deh ada susu panas dan jagung bakar serta api unggun." kata pak menteri sosial


" momen langka berkumpulnya para menteri dan pejabat pemerintah disini." kata pak camat


" udah biasa pak, seperti ini lah kalau di rumah pak vian di jakarta, apalagi saya rumah pak vian itu udah seperti rumah saya sendiri, tidur, makan, berangkat dan pulang kerja dari rumah pak vian." kata pak bambang


" terus ini ada acara apa berkumpul." kata pak menteri sosial


" kita ingin bertemu silaturahmi sama para pejabat aja pak." kata pak kades


" itu anak anak juga ada disini ternyata." kata pak menteri UMKM


" tadi siang mereka sampai sini pak." kata pak menteri pendidikan


" pantas saja tadi di rumah pak vian sepi, saya kira mereka di perusahaan." kata pak menteri UMKM


" bagaimana koperasi disini jalan." lanjut pak menteri UMKM


" alhamdulillah pak jalan, jadi koperasi ini menyediakan bibit, pupuk dan menampung hasil panen warga, kita juga memberikan pinjaman untuk mengolah lahan dan pinjaman untuk kebutuhan warga yang urgent supaya warga terhindar dari rentenir pak." kata topan


" saya setuju, jadi warga juga tenang dalam bekerjanya." kata pak menteri UMKM


" gimana tadi disekolah pak, apa siswanya banyak." kata pak bambang


" luar biasa pak, siswanya sudah hampir 240 siswa kemungkinan nambah, dan siswanya juga ada yang beradal dari luar kecamatan ini, makanya itu pihak sekolah mengajukan pembangunan ruang kelas baru untuk tahun ajaran nanti." kata pak menteri pendidikan


" ada enggak nih anggarannya." kata pak bambang

__ADS_1


" besok timnya L-Pro mau survey pak." kata pak menteri pendidikan


" kalau begitu semua bangunan itu dibangun L-Pro dong." kata pak bambang


" mudah mudahan saja, pemerintah tinggal memikirkan operasional sekolah dan guru gurunya," kata pak menteri pendidikan


" makanya kita dukung supaya PBN dan LA meraih keuntungan sehingga pajak yang diberikan ke pemerintah pun besar." kata pak bupati


" oh iya pak vian, perusahaan saya akan menambah supply sawitnya dan sebagian lagi dari perusahaan yang direkomendasikan pak menteri UMKM." kata pak bambang


" alhamdulillah kalau begitu, besok saya sampaikan ke pak andi kalau begitu." kata vian


" kalau memang ada stok, saya akan bilang ke bulog untuk kerjasama sama PBN dalam pengadaan berasnya, sama dikementrian saya kalau perlu untuk bantuan ambil di PBN, saya sudah bicara tadi di mobil sama pak bambang." kata pak menteri sosial


" kalau saya sih tidak keberatan pak, tapi jangan sampai ada orang orang yang tidak senang saja. urusannya ribet." kata vian


" kalau di kecamatan ini mau mengadakan pasar murah bisa bisa kerjasama sama perusahaan PBN untuk beras, minyak dan mie instannya. Nanti pak camat bisa koordinasi dengan dinas sosial disini." kata pak menteri sosial


" selain kita membantu perusahaan PBN dan perusahaan livi lainnya, kita juga bisa memperoleh keuntungan lebih dan itu juga sudah warga sini rasakan, kita ini bukan melakukan KKN, tapi benar benar saling menguntungkan kedua belah pihak dan warga pun merasakannya." kata pak bambang


" betul pak, contohnya saja sekolah itu, warga bisa menyekolahkan anak anak mereka lebih dekat lagi." kata kepala dinas


" kita sebagai pemerintah pun jadinya sangat terbantu dengan adanya perusahaan Livi Group, malahan kalau dilihat livi group malahan rugi," kata pak bambang


" kalau ada orang yang utak atik livi group, saya rasa bisa rusuh oleh ribuan karyawannya, mungkin pemerintah enggak akan sanggup mengatasi masalah itu, kalau pak vian enggak turun tangan sendiri." kata bupati


" benar itu pak bupati, saya jadi ingat waktu pak vian dinyatakan masuk di daftar penumpang pesawat kecelakaan itu. Utusan Karyawan livi pada kerumah pak vian kan, mereka memberikan doa dan dukungan serta mereka sudah siap siap pergi ke surabaya untuk melakukan pencarian, di perusahaan pun melakukan doa bersama, coba banyangkan betapa pengaruh pak vian, sampai waktu kejadian di cafe oleh ormas, penghuni rusun sudah siap siap nyerang kantor ormas itu, mereka bahkan bukan karyawan pak vian yang di surabaya aja sama bahkan pe duduk sekitar pabrik turun tangan." kata pak bambang.


" makanya ini kita lagi bujuk dia supaya mencalonkan pak kalau enggak jadi wakil enggak apa apa." kata pak bupati

__ADS_1


" susah pak, sudah saya bujuk, malahan ketua partai saya ngajak ketemu terus. Jadi kalau mau maju lagi tinggal deketin aja pak vian, pak vian bersuara langsung tuh suara bisa diperoleh." kata pak bambang


" pak gubernur katanya mau lanjut pak, dan ini sudah dapat suara dari kecamatan ini." kata pak menteri pendidikan


" lanjut pak gubernur, supaya program bapak bisa terus dan adanya dukungan pak vian sebagian program kerja itu bisa dilaksanakan, saya rasa dimasa pemilu kedepan pak vian akan banyak dikunjungi calon legislatif, calon gubernur, dan calon bupati dan walikota bahkan calon presiden." kata pak bambang


" betul itu pak, pak presiden pun pernah menanyakan kepada saya tentang pak vian." kata pak menteri UMKM


" beliau pernah menanyakan kepada saya juga, bapak dekat dengan pak vian, bagaimana orangnya, saya bilang saya saja menginap dirumah beliau pak, belum waktunya saja bertemu." kata pak bambang


" bakalan heboh pak, kalau bapak presiden bisa hadir kesini." kata pak camat


" siapa tau di waktu dekat ini akan terlaksana." kata pak bambang


" tadi kan saya izin pergi untuk kunjungan kerja, barusan saya memposting di status, para menteri lain menanyakan dimana sama teman teman di partai juga." kata pak menteri UMKM


" kalau keseharian warga disini apa ya pak." kata pak menteri sosial


" bertani pak, dan hasil pertaniannya diambil oleh perusahaan LA melalui koperasi." kata topan


" terus bagaimana sebelum dan sesudah adanya kerjasama dengan perusahaan LA." kata pak menteri sosial


" sebelum adanya kerjasama pola bertani kita mengikuti pasar, tidak tersusun, tapi setelah kerjasama pola tanam kita tersusun dan kita juga dibimbing serta diarahkan, jadi tidak lagi ada istilah harga anjlok terus kita juga enggak bingung lagi masalah bibit dan pupuk, serta hasil panen pun sudah pasti diterima perusahaan LA yang terpenting kualitasnya saja masuk kualifikasi, warga tinggal mau mengolah lahan saja sebetulnya." kata topan


" terus apalagi permasalahn yang ada." kata pak menteri sosial


" semalam kita sudah obrolkan dengan pak bupati bahwa di kecamatan ini belum ada rumah sakit atau klinik yang buka 24 jam jadi warga yang sakit harus dibawa ke kecamatan lain yang lumayan jauh." kata topan


" terua bagaimana solusinya pak bupati." kata pak mwnteri sosial

__ADS_1


" kebetulan ada pak camat disini, saya minta gambaran puskesmas yang ada sekarang di kecamatan, apakah memungkinkan dibangun lagi sehingga bisa ada ruang rawat inap, nanti saya akan koordinasi dengan dinas kesehatan untuk masalah dokter dan kebutuhan fasiltas pendukung lainnya. Untuk masalah pembangunan puskesmas itu sendiri balik lagi ke livi group pak." kata pak bupati


" kalau begitu besok kan ada tim dari L-Pro untuk survey ke sekolah, biar sekalian saya suruh ke puskesmas nanti pak camat bantu koordinasikan dengan pegawai puskesmasnya supaya sekalian mereka membuat anggaran pembangunan dan design bangunannya." kata vian. Setelah mengobrol dan ngopi bareng topan dan warga pamitan, begitu pula pak camat, pak kades dan kepala dinas pulang.


__ADS_2