Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
harmonis


__ADS_3

Setelah sekian lama tidak berbelanja berdua lily saat ini merasakannya kembali, wajar sebagai perempuan kalo suka belanja. vian pun menuruti kemauan sang istri dari belanja pakain buat aa devan dan dede qinar, lily dan vian sendiri. menemani lily saat ini menjadi penting buat vian, vian merasa sudah menyelingkuhi istrinya itu.


selesai belanja keperluan keluarganya. vian menanyakan mau kemana lagi kepada lily


" sayank mau belanja apa lagi." kata vian


" mamah pengen beli kosmetik, boleh ya." jawab lily


" boleh dong sayank." jawab vian


" habis beli kosmetik, mamah pengen ke salon boleh gak. " kata lily


" iya boleh yang penting mamah bahagia dan seneng. tapi papah gak temani disana gak apa apa takut bosen. papah pergi ke cafe aja biar bisa ngopi sama ngerokok." jawab vian


" oke kalk begitu. makasih ya pah, papah baik deh." kata lily


" mamah kan udah lama juga gak manjain diri. kalo udah telepon papah aja ya." kata vian


" iya pah. setelah ini kita belanja kebutuhan rumah ya." kata lily


" oke sayank." jawab vian


setelah berbelanja lily dan vian pun pergi ke salon langganan lily di mall itu. habis mengantar lily, vian pergi ke cafe, pesan kopi dan merokok disana. vian pun ngechat astrid.


" kamu lagi apa, udah makan belum." kata vian


" udah. ini aku lagi ke rumah dulu mau istirahat sebentar. ibu di rumah sakit ada adik yang gantiin. bapak lagi apa kok bisa chat aku.. kangen yaaa." jawab astrid


" lagi ngopi, nunggu istri lagi di salon." kata vian


" kok gak disana aja, nemenin." kata astrid


" gak ah pasti lama. bosen." jawab vian


" oh jadi chat aku, hanya karena bosen aja ya." kata astrid sekarang dia sudah berani


" iya gak lah." jawab vian


" terus." kata vian


" terus terus emang saya tukang parkir. kenapa gak mau di chat ya. ya udah gak apa apa, aku chat yang lain aja." jawab vian.


" kok gitu sih. aku kan becanda." kata astrid


vian cuma membaca pesan dari astrid itu. dia meminjm kopi dan terus merokok. karena merasa tidak ada pesan lagi dari vian akhirnya astrid kirim pesan.


" maaf ya. buat bapak marah. aku kan gak ada maksud bikin bapak marah. aku becanda." pesan astrid


" kenapa harus marah. saya takut ganggu kamu aja, katanya mau istirahat." jawab vian


" ini aku sambil tiduran kok. bapak kesini dong, biar aku ada temannya." kata astrid

__ADS_1


" kalo saya kesana memang kamu mau kasih apa gitu, cuma ngobrol lewat chat aja bisa." kata vian


" aku kasih yang spesial buat bapak." jawab astrid


" mie spesial, nasi goreng spesial, disini juga ada." kata vian


" ada deh. makanya bapak kesini ya, nanti juga tau sendiri." jawab astrid


" gak ah nanti saya digerebek warga lagi." kata vian


" iya kalo takut di grebek, kita ke penghulu atau ustadz dulu aja, gak apa apa kok buat saya, gimana?." jawab astrid


" gimana apanya?" kata vian


" iya kita ke pak ustadz, kita nikah secara ahama aja dulu." jawab astrid


" bukan saya gak mau, saya khawatir kamu nanti berubah dan menyesal lagi. kamu fikirin baik baik lagi." kata vian


" saya gak akan menyesal kok, bapak baik, pengertian sama saya dan keluarga saya." jawab astrid


" kamu masih muda, cantik. saya kan udah tua, udah punya keluarga, saya takut kamu ngomong itu karena terbawa nafsu aja, nanti setelah sadar kamu menyesal." kata vian


" emang aku nafsu pengen cepat dinikahin sama bapak. aku juga gak akan nuntut lebih kok, kaya masalah waktu, uang. walaupun jarang ketemu max 1 bulan 2 kali juga gak apa apa." kata astrid, setelah itu astrid video call, karena dia ada yang ingin disampaikan.


" gak apa apa kan saya vc sama bapak." kata astrid


" iya gak apa apa kalo saya lagi sendiri." jawab vian


" iya, apa yang mau kamu sampaikan." jawab vian


" boleh gak aku panggil mas biar gak formal." kata astrid


" iya boleh, tapi kalo di kerjaan jangan." kata vian


" iya aku tau mas. aku bahagia bisa kenal sama mas." kata astrid


" iya makasih, saya bisa bikin kamu bahagia." jawab vian


" mas sini dong, aku pengen tiduran di pangkuan mas, dibelai sama mas. bahagia banget kayanya." kata astrid


" katanya kamu mau istirahat, tidur dulu kamunya nanti sakit lagi." kata vian


" aku masih kangen sama mas padahal baru berapa hari gak ketemu, makanya kesini ya." jawab astrid


" saya masih banyak kerjaan disini." kata vian


" mas beneran kan sayang sama aku." kata astrid


" iya." jawab vian


" kok cuma iya aja. mana sayangnya." kata astrid

__ADS_1


" iya sayang." kata vian


" makanya sini. temenin aku bobo, mas bobo disini terus peluk aku ya." kata astrid sambil memperlihatkan tempat tidur dan meluk bantal guling


" iya, ya udah kamu bobo ya." kata vian


" kalo mas disini walaupun kita belum nikah, kalo mas mau akan aku kasih apa aja buat mas, karena aku udah sayang banget sama mas." kata astrid


" iya. bobo ya.. kamu perlu istirahat." kata vian


" iya aku bobo, makasih ya mas sayang.. muuuuuacch. saat ini baru bisa cium jauh." kata astrid


" iya. met bobo ya..." kata vian. vian pun menutup video call dengan astrid, lalu menghapus semua chat dan panggilan teleponnya.


tak lama ada telepon masuk dari lily.


" pah, mamah udah selesai, mah kesana atau papah kesini." kata lily


" papah kesana aja, ini kopinya juga sudah habis " jawab vian


" maaf ya pah lama.." kata lily


" gak apa apa sayank, papah sekarang kesana ya." kata vian dan mematikan telepon. lalu berjalan pergi ke salon tempat lily tadi. lily sudah menunggu di depan salon


" maaf ya pah, papah nunggu lama." kata lily memohin maaf lagi


" gak apa apa dong sayank, kamu seneng dan udah rilex sekarang." kata vian


" iya seneng, makasih ya." kata lily


mereka pun pergi ke swalayan, lily menggandeng tangan vian, vian mencium rambut lily


" wangi rambutnya, jadi pengen ciumin semuanya." kata vian menggoda, lalu dia mengalihkan tangannya ke pinggang lily, mereka kelihatan harmonis


" papah mau ya... nanti malam mamah kasih deh." kata lily sambil manja manja


" beneran, emang udah boleh." kata vian


" iya udah dong pah, masa nifas mamah juga kan udah lewat, dede qinar kan udah mau 3 bulan." jawab lily


" iya makasih ya sayank." kata vian lalu mengecup kening lily


" ih papah malu banyak orang tau." kata lily


" kenapa malu, cium istri sendiri kok, oh iya dede qinar gimana gak rewel ditinggalin mamah." kata vian


" tadi udah mamah telepon ke evi, kata evi gak dan stok ASI mamah juga lumayan banyak di rumah." kata lily


" syukur kalo begitu." jawab vian


mereka pun sampai di swalayan, vian mendorong keranjang belanjaan, belanjaan tadi sudah dibawa sama pak edi. lily mengambil barang barang keperluan di rumah sambil telepon bi narsih apa yang kurang dan dia perlukan. selesai memilih barang barang yang diperlukan vian dan lily pergi ke kasir untuk membayarnya.

__ADS_1


selesai membayar di kasir vian telepon pak edi supaya ke lobi mall. setelah barang belanjaan dimasukan ke bagasi mereka pun pergi pulang ke rumah.


__ADS_2