Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kejutan untuk Lily 2


__ADS_3

Vian dan pak dede pun mengobrol sambil menikmati kopi


" pak de, barang barang tadi dari LA udah di turunkan di rumah." kata vian


" sudah pak tadi dibantu putra." jawab pak dede


" terimakasih ya." kata vian


" iya pak, orang dari travel umroh mau ketemu sama bapak, kapan kira kira bapak bisa." kata pak dede


" iya sudah besok pagi aja di rumah, gimana." kata vian


" iya sudah kalau begitu, saya komfirmasi ke travelnya." kata pak dede


" sama ingatkan mereka untuk membuat surat keterangan ya." kata vian


" baik pak saya beritahu ke mereka." kata pak dede


Karena sudah sore lily, astrid, dilla dan bu sisil datang ke cafe, lily masih cemberut.


" ada yang mau bareng papah enggak pulangnya." kata vian


" aku bareng sama mas." kata astrid


" iya aku juga bareng sama mas, kita jadi kan mau pergi ke mall." kata dilla


" iya jadi dong, kita makan malam disana aja, habis dirumah ada yang lagi ngambek nanti kita nginap di hotel aja ya." kata vian


" iya udah sana kalian pergi, jangan pulang sekalian." kata lily


" oh mbak ngusir kita nih." kata astrid


" habisnya kalian sama aja, enggak ngertiin aku." kata lily


" iya udah mbak memangnya mau makan malam dimana." kata astrid


" enggak nafsu lagi makan diluarnya," kata lily


" iya udah kalau mamah enggak mau ikut, kita juga enggak jadi perginya." kata vian lalu menghampiri lily. Mereka pun pulang ke rumah, sampai di rumah lily tanpa mempedulikan disekitar langsung pergi masuk ke kamar.


" kenapa lagi itu anak vian." kata bu retno


" tadi dia ngajak makan malam di luar bu, dia bilang saya enggak sayang lagi sama dia, udah lupa sama dia. Jadi dia ngambek, tapi bagus lah jadi dia belum tau." kata vian


" dasar itu anak, masih aja kaya anak kecil, nanti dia baru tau." kata ibu retno


" oh iya bu, saya pamit mau meriksa pengerjaan kejutan untuk lily." kata vian lalu pergi ke taman.


habis magrib mereka kumpul di ruang makan, lily enggak terlihat hadir disana


" lily enggak turun sayang." tanya vian

__ADS_1


" katanya enggak mau makan." kata astrid


" iya udah, kalau gitu mas mau ajak dia makan malam di luar aja ya. Nanti siapkan kejutan buat dia, penghalangnya buka aja, tapi lampu lampunya jangan dinyalakan dulu." kata vian


" iya mas." kata dilla


vian pun pergi ke kamar, lalu membujuk sang isteri yang sedang tiduran


" mah kenapa sakit, kita makan malam di luar aja yu berdua." kata vian


" terus astrid sama dilla enggak papah ajak." kata lily


" mas udah ajak tapi mereka bilang cape mau istirahat aja." kata vian


" beneran papah mau ajak mamah makan malam berdua, enggak apa apa." kata lily bangkit dari tidurnya dan udah tersenyum


" iya enggak apa apa. Ayo buruan nanti keburu malam." kata vian. Lily pun semangat dia buru buru ganti pakaian. Setelah berdandan vian dan lily turun.


" katanya ada yang enggak mau makan kok mau makan di luar." kata bu retno


" iya enggak mau makan di rumah tapi kalau di luar mau." kata lily tersenyum


" iya udah semuanya kita pergi dulu ya." kata vian


" kalian beneran enggak mau ikut nih." kata lily


" enggak mbak, mbak aja deh kita mau istirahat." kata astrid dan dilla. Vian dan lily pun pergi di antar pak edi.


" kita mau kemana pak bu." kata pak edi


" baik bu." kata pak edi, mereka pun pergi ke restoran yang biasa lily kunjungi, sesampainya disana lily memesan makanan yang biasa dia pesan dan memesankan untuk vian, sedangkan pak edi disuruh vian memesan sendiri. Makanan yang dipesan pun sudah dihidangkan, lily begitu lahapnya, selesai makan vian pergi untuk merokok dulu. Habis merokok vian menghampiri lily.


" habis dari sini mamah mau kemana lagi." kata vian


" aku mau pergi ke mall, boleh kan." kata lily


" iya boleh." kata vian


" terimakasih ya papah sayank." kata lily, vian pun meminta pak edi untuk pergi ke mall, sampai disana lily mencari pakaian buat devan dan de qinar, lalu melihat lihat keperluan untuk umroh.


" papah benar benar enggak inget ya." kata lily


" inget apa sih mah," kata vian


" besokan mamah ulang tahun, papah enggak ngasih aku kejutan gitu." kata lily


" papah ingat kok, tapi papah memang enggak ngasih kejutan aja, karena papah lagi banyak pengeluaran untuk pembangunan proyek pabrik, jadi maaf ya papah enggak bisa kasih kejutan." kata vian


" iya terus buat umroh gimana." kata lily


" itu sudah aman, sudah papah selesaikan." kata vian

__ADS_1


" iya udah deh kalau begitu, kita pulang aja." kata lily


" iya udah kalau mamah mau beli beli lagi enggak apa apa. Kita kan udah jarang jalan berdua seperti ini." kata vian


" walau enggak ada kejutan, mamah bahagia kok bisa jalan berdua sama papah." kata lily


" makasih ya sayank." kata vian


" pah udah malam lagian mallnya juga udah mau tutup, enggak enak sama astrid dan dilla dan takut de qinar bangun juga kita pulang." kata lily


" oke deh, tapi kita cari martabak dulu ya, papah mau martabak." kata vian


" iya, beli martabaknya di daerah M, disana enak martabaknya dulu mamah suka beli." kata lily


" iya udah kasih tau pak edi aja ya." kata vian. Lily pun menyuruh pak edi untuk ke tempat penjual martabak di daerah M, sesampainya disana vian memesan beberapa dus martabak telur dan martabak manis. waktu sudah jam 11 lewat 17 menit, di perkirakan sampai di rumah jam 12 malam lebih. di perjalanan lily sudah tertidur karena kelelahan. Vian mengirim pesan ke astrid bahwa dia dan lily sebentar lagi sampai di rumah. sampauSesampainya di rumah vian membangunkan lily.


" mah sudah sampai." kata vian


" udah sampai iya pah, ini jam berapa memangnya. maaf ya mamah ketiduran." kata lily.


" iya enggak apa apa sayank, ini udah jam 12 malam, ayo kita turun." kata vian. Vian pun menyuruh pak edi, putra dan haris menurunkan barang barang dari mobil. Vian mengajak lily masuk ke rumah.


" kok sepi ya di rumah tumben." kata lily mengharapkan adanya kejutan


" udah pada tidur jam segini." kata vian sambil menuntun lily masuk karena sedikit gelap ke arah taman.


" kok bukannya ke kamar aja pah, malahan ke taman kan di tutup takut debu." kata lily


"ikut aja ya." kata vian lalu membuka pintu ke arah taman. " SURPRISE".... Seketika lampu menyala, taman yang sudah dihias pun terlihat cantik dan romantis, di tengah tengah ada meja, dan di atas meja ada kue ulang tahun dan ada kado disana. mereka yang ada disana pun langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun pas lily datang kesana, lily pun menjadi terharu akan kejutan yang dibuat ini. Vian membawa lily mendekat ke arah meja, Lalu menyuruh lily meniup lilin.


" selamat ulang tahun sayank." kata vian sambil memberikan salam lalu mencium kening lily


" terimakasih pah, katanya enggak ada kejutan." kata lily sambil terisak


" selamat ulang tahun mbak." kata astrid dan dilla mereka pun berpelukan


" terimakasih ya, maaf aku tadi marah marah sama kalian." kata lily


mereka yang ada disana pun bergantian mengucapkan selamat ulang tahun. Mereka pun menyuruh membuka kado yang ada. Lily membuka kado yang ada disana


" papah juga ada kado buat kamu sayank." kata vian lalu menyerahkan kotak ke lily, ke astrid dan dilla. Mereka pun membukanya.


" wah pah bagus banget, makasih ya papah sayank." kata lily lalu mencium vian


" terimakasih ya mas." kata astrid dan dilla mereka pun mencium vian


" tadi aja ngambek, sekarang bilang sayang." kata bu retno


" habisnya pada cuekin aku." kata lily,


" gimana mamah suka surprisenya." kata vian

__ADS_1


" suka banget pah, terimakasih." kata lily


vian meminta indra membuat jagung bakar, lalu dia pergi ke gazebo membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, mereka pun mengobrol dengan bahagia disana diselingi dengan canda dan tawa.


__ADS_2