
Jam 2.27 menit vian, shinta dan devan sudah sampai rumah, devan yang tidur di perjalanan di gendong vian ke kamarnya. Lalu vian pun mandi dan berganti pakaian. Tak lama handphone vian berbunyi
" pah lagi dimana," kata lily
" papah baru sampai rumah, ada apa mah." kata vian
" ini pah tadi astrid perutnya sakit, mamah, astrid, dilla dan ibu sisil lagi di rumah sakit nih." kata lily
" iya audah kalau begitu papah sama shinta kesana ya, rumah sakit biasa kan." kata vian
" iya pah, kalau bisa bawa perlengkapan bayi dan salin untuk astrid dan dilla juga ya takutnya dilla juga mau melahirkan, shinta tau kok dimana." kata lily
" iya mah, papah siap siap dulu kalau begitu." kata vian, vian pun menelepon pak dede supaya jangan pulang dulu dan meminta mengantar dia ke rumah sakit, vian pun menyuruh shinta dan lilis menyiapkan perlengkapan astrid dan dilla, serta pakaian untuk bayi yang sudah disiapkan.
Setelah mempersiapkan semuanya vian dan shinta pun pergi ke rumah sakit. Jam 4.17 menit mereka sampai di rumah sakit, vian dan shinta bergegas ke tempat pemeriksaan.
" gimana mah kondisi astrid dan dilla." kata vian setelah bertemu dengan lily
" masih di cek kata dr. Silvy sih ada kemungkinan astrid mengalami kontraksi dan bisa saja melahirkan, kalau dilla masih belum terasa apa apa, tapi jaga jaga aja." kata lily
" kalau menurut pemeriksaan sebelumnya bukanya masih sekitar 2 mingguan lagi melahirkannya." kata vian
" iya, bisa aja lebih cepat kemungkinan karena pertempuran semalam." kata lily
tak lama dr. Silvy memanggil vian supaya masuk
" gimana dokter kondisi isteri saya." kata vian
" ibu astrid sudah pembukaan 4 pak, paling lama jam 7 ibu astrid melahirkan." kata dr. Silvy
" kalau kondisi dilla gimana dok," kata vian
" sepertinya ibu dilla juga sama soalnya kelihatannya dia pun mengalami gejala mau melahirkan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan." kata dr. Silvy sambil berjalan menuju ruangan melahirkan.
Astrid melihat kehadiran vian dia pun langaung memanggilnya.
" papah, aku enggak kuat pah sakit." kata astrid sambil meringis kesakitan
" iya sayang, papah disini ya, maaf ya tadi papah enggak bisa menemani kamu." kata vian lalu memegang tangannya dan mencium kening astrid, astrid pun memegang tangan vian dengan eratnya.
" atur nafasnya bu, ibu pasti bisa kok." kata dr.anita
" iya sayang kamu pasti bisa, kamu kuat sayang." kata vian
" untung saja ibu dilla belum kerasa coba sama, pak vian pasti kelimpungan." kata dr. Silvy
__ADS_1
" iya, tapi bukan pak vian aja, saya juga dr.silvy." kata dr. Anita
" terus gimana sekarang kondisi dilla dokter." kata vian
" kita sedang observasi dulu pak, apakah ibu dilla juga mau melahirkan hari ini atau enggak." kata dr. Anita. Dr. Anita pun menyuruh astrid untuk mengatur pernafasannya dan supaya pembukaannya cepat disuruh main di bola karet. Astrid pun enggak mau jauh dari vian dan meminta supaya vian memegang erat tangannya. Waktu pun terus bergulir, astrid terus mengerang kesakitan dan meminta vian supaya mengusap ngusap punggungnya, dia pun mencakar tangan vian.
" ayo bu, sebentar lagi bayinya akan lahir, terus bu dorong, atur nafasnya." kata dr. Anita
" ayo sayang kamu kuat, pasti bisa." kata vian
" iya pah, tapi aku sakit ini." kata astrid
" terus bu, atur nafasnya dan dorong dengan kuat. Sedikit lagi bu. Tarik nafasnya dorong kuat kuat." kata dr. Anita. Astrid pun sudah bercucuran keringat.
jam 6.47 menit terdengar tangisan bayi.
" selamat ya pak bu, atas kelahiran putranya." kata dr. Anita
" sama sama dokter, terimakasih banyak atas bantuannya." kata vian
" kalau begitu saya tinggal dulu ya pak, bu, saya mau.melihat kondisi ibu dilla. Dr. Anita pun pergi keluar ruangan
" alhamdulillah sayang anak kita sudah lahir." kata vian, dia pun mencium kening astrid
" iya pah, aku sekarang jadi seorang ibu." kata astrid sambil menangis bahagia. Setelah dimandikan suster pun menyerahkan bayi itu ke vian supaya di azankan dan melakukan iniasiasi kepada ibunya.
setelah itu bayi pun dibawa lagi sama suster untuk di masukan ke dalam tabung untuk dilakukan sinar.
Setelah dilakukan perawatan astrid pun di bawa ke ruangan perawatan untuk istirahat.
" selamat ya mbak." kata shinta sambil memeluk astrid
" terimakasih ya shin." kata astrid
" selamat ya trid." kata lily
" iya mbak, makasih ya mbak atas semuanya." kata astrid mereka pun berpelukan. Tak lama suster datang membawa kantung plastik yang berisi tali ari ari yang harus dikuburkan.
" papah udah ada nama bayinya." kata lily
" sudah mah, papah pulang dulu gitu menguburkan itu tali ari ari." kata vian
" mendingan tunggu dulu aja pah, khawatir dilla mau melahirkan juga, maklum anak kembar biasanya ikut ikutan." kata lily, tak lama dr. Silvy datang memberitahukan bahwa air ketuban dilla sudah pecah dan perlu di lakukan tindakan. Vian pun buru buru pergi ke ruangan persalinan lagi. Dilla disana sudah meringis kesakitan.
" papah kemana aja sih, aku kesakitan begini," kata dilla
__ADS_1
" papah tadi dari ruangan rawat astrid sayang, iya maafin papah ya." kata vian
" pak sepertinya harus dilakukan sesar karena ibu dilla tidak ada kontraksi dan air ketuban sudah pecah." kata dr. Anita
" lakukan saja dokter, yangbterbaik untuk isteri dan anak saya." kata vian. Dr. Anita pun mempersiapkan operasi sesar.
jam 8.57 menit terdengar kembali suara tangisan bayi.
" selamat ya pak bu, atas kelahiran putrinya." kata dr. Anita
" sama sama dokter, terimakasih banyak atas bantuannya." kata vian
" kalau begitu saya tinggal dulu ya pak, bu, sekali lagi selamat." kata dr. Anita dia pun pergi keluar ruangan persalinan
" selamat ya sayank, alhamdilillah anak kita perempuan,." kata vian lalu mencium kening dilla
" iya pah, sekarang aku sudah jadi ibu." kata dilla, tak lama suster membawa bayi mereka, vian pun mengazankan sang bayi lalu suster menyerahkan bayi tersebut ke dilla supaya melakukan inisiasi dini mengenal ibunya. Setelah itu bayi pun dibawa suster kembali untuk dimasukan ke tabung bayi.
Setalah di lakukan perawatan dilla pun dibawa ke ruangan yang sama dengan astrid.
" selamat ya mbak." kata shinta sambil memeluk dilla
" terimakasih ya shin." kata dilla
" selamat ya dill." kata lily
" iya mbak, makasih ya mbak atas semuanya." kata dilla mereka pun berpelukan. Tak lama suster datang membawa kantung plastik yang berisi tali ari ari yang harus dikuburkan.
orang tua dan mertua vian pun datang kesana, ibu asti langsung memeluk astrid dan ibu sri memeluk dilla sambil memberikan selamat kepada mereka
" selamat ya nak untuk kalian," kata ibu ningsih lalu memberikan pelukan dan ciuman kepada mereka berdua
" iya bu terimakasih." kata astrid dan dilla
" si anak kembar, melahirkan pun harus sama, selamat ya kalian sudah menjadi ibu sekarang." kata ibu retno lqlu memeluk dan mencium mereka
" terimakasih bu atas segalanya." kata astrid dan dilla
" selamat ya nak." kata ibu anita lalu memberikan pelukan
" terimakasih banyak ya bu." kata astrid dan dilla.
" selamat iya bu astrid dan bu dilla atas kelahiran putra dan putrinya." kata ibu sisil
" iya bu terimakasih banyak, maaf iya jadi merepotkan ibu." kata astrid dan dilla
__ADS_1
Tak lama suster datang membawa bayi astrid dan dilla untuk diberikan ASI. Untungnya tadi ibu ningsih dan ibu ibu lainnya membeli makanan jadi astrid dan dilla bisa makan dan memberikan ASI ke anak anak mereka.