Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kejutan 1


__ADS_3

setelah selesai rapat vian pergi ke depan, lalu duduk di kursi yang ada disana dan menyalakan rokok.


" pak mau dibuatkan susu panas." kata opik


" boleh pik, terimakasih." jawab vian. vian mendapat panggilan video dari lily, vian pun mengangkatnya


" pah lagi sibuk gak." kata lily


" baru selesai rapat, kenapa mah." kata vian


" ini aa katanya mau ngomong." kata lily, devan pun muncul di layar


" papah lagi dimana." kata devan


" papah lagi kerja sayang di pabrik." jawab vian


" papah kapan pulang, aa kangen." kata devan


" besok papah pulang ya. aa gak boleh ngerepotin mamah." kata vian


" iya pah, dadah papah aa mau main lagi, assalamualaikum." kata devan


" waalaikumsalam sayang." jawab vian


" papah udah makan belum." kata lily


" belum, ini lagi mau dibeliin opik." jawab vian, lalu menyuruh opik beli makan dan vian pergi ke villa

__ADS_1


" kok papah jadi dingin gini ke mamah, papah masih marah ya." kata lily


" gak kok biasa aja. mamah aja kali yang berubah setelah ketemu teman teman mamah jadi nyesel mau menikah sama orang kaya papah, gak berpendidikan, orang kampung, orang gak punya apa apa." kata vian


" kok gitu sih pah ngomongnya." kata lily


" mah, baru semalam mamah nolak papah peluk, papah pegang, setau papah secape apapun mamah gak pernah kaya semalam, wajar dong papah berfikiran seperti itu. apa papah nyuruh mamah kerja?, kalau mamah memang merasa sudah tidak kerasan sama papah bilang aja, apalagi udah ada yang lebih baik dari papah, jangan takut harta mamah papah ambil, BLS, Resort, rumah ambil aja, saham di LNI dan LA, L-Trans, L-Pro papah nanti ganti. papah tau diri kok dan anak anak biar papah yang urus jangan jadikan mereka sebagai penghalang masa depan mamah." kata vian meluapkan kekesalannya, lily hanya menangis


" mungkin hal itu sepele dan dalam kondisi kita juga lagi tidak baik, silahkan mamah fikirkan, apapun keputusan mamah papah akan terima. jangan takut papah kenapa kenapa papah udah biasa, jangan khawatirkan tanggapan orangtua kita toh yang jalani kita, nanti papah yang akan ngomong ke mereka, papah bukan orang baik tapi papah akan seneng kalau mamah bahagia walau gak sama papah daripada memaksakan diri pura pura bahagia." lanjut vian sambil merokok


" pah tolong jangan ngomong gitu lagi, gak ada pria lain di hati mamah kecuali papah, mamah gak pura pura bahagia kok pah, mamah benar bahagia bersama papah, apa papah yang sudah gak sayang dan cintai mamah lagi, mamah ikhlas kalau papah nikah lagi, tapi jangan berubah kasih sayang dan waktu papah." kata lily masih menangis


" papah gak mau egois, papah pergi bukan mau menghindari masalah, tapi papah gak mau masalah ini terus terjadi dan semakin besar, jadi papah memberikan waktu ke mamah untuk memikirkan ini lagi, mungkin mamah melakukan hal semalam itu dibawah alam sadar mamah, papah yang salah gak bisa jadi suami yang baik buat mamah." kata vian


" pah, mamah kesana sekarang ya." kata lily


" pah, mamah gak pernah menduakan papah, menghianati papah, mamah bangga bisa jadi istri papah, dan papah sekarang sudah gak jujur lagi sama mamah." kata lily


" papah gak menuduh mamah berhianat dari papah, papah kasih kepercayaan sama mamah. tapi papah juga gak tau di hati mamah apa ada pria lain yang masih mamah harapkan kehadirannya, mungkin dengan kemarin ketemu dengan teman teman mamah pria itu hadir kembali di hati mamah sehingga mamah bersikap seperti itu, papah gak mau menjadi penghalang kebahagiaan mamah aja. mamah fikirkan yang terbaik buat mamah menurut hati mamah, besok kasih tau papah keputusan apa yang mamah ambil, papah gak mau masalah ini berlarut larut." kata vian lalu menutup video call dari lily


lily melakukan ini hanya ingin memberikan kejutan buat vian. karena vian gak mau kembali, lily memanggil pak dede untuk kembali lagi ke rumah dan mempersiapkan minibus.


flashback


semenjak vian suka ke surabaya, lily bukannya gak percaya sama vian, tapi perasaan perempuan yang membuat lily mencari tau, dan akhirnya tau bahwa memang benar vian sudah melakukan pernikahan dengan astrid dan dilla, memang berat rasanya untuk menerima, tapi lily juga mengetahui mengapa vian mengambil keputusan tersebut, jadi lily menerima astrid dan dilla. lily mendapat telepon astrid dari resort bekas astrid kerja. lily pun menghubungi astrid dan dilla meminta mereka untuk ke jakarta buat memberikan kejutan kepada vian yang ulang tahun. astrid dan dilla pun pergi ke jakarta naik pesawat sore, cafe dilimpahkan kepada bella.


orang tua lily dan vian pun tau bahwa vian sudah memiliki istri lagi. dan mereka tidak mempermasalahkan itu selagi lily masih menerimanya dan vian tidak berubah

__ADS_1


...****************...


setelah video call di tutup, acting lily luar biasa sehingga vian tidak menyadarinya, lily dan keluarga yang lainnya pergi ke bandara menjemput astrid dan dilla dengan menggunakan minibus. jam 6an pesawat yang di tumpangi astrid dan dilla pun mendarat. karena tidak membawa banyak barang astrid dan dilla pun langsung ke luar bandara dan mencari keberadaan lily.


astrid yang sudah pernah bertemu waktu di bali jadi tidak kesulitan. mereka pun akhirnya bertemu, astrid dan dilla pun bersalaman dengan lily, lily pun mengenalkan orang tua dan mertuanya kepada astrid dan dilla yang sekarang menjadi mertua mereka juga


" mba apa kabarnya." kata astrid dengan gugup


" alhamdulillah baik, kalian gimana, ini dilla ya." kata lily


" iya mba saya dilla." jawab dilla gugup


" udah kalian jangan gugup gitu, saya sudah ikhlas kalian jadi bagian dari hidup saya dan vian." kata lily


" makasih banyak mba, kita mohon maaf atas tindakan kita ini." kata astrid


" saya dengar kalian kalian buka cafe." kata pak bowo


" iya pak, mas vian ngasih usaha itu buat kehidupan kita, mas vian gak mau ngasih uang dari hasil usahanya sama mba, dan kata mas vian modal usaha tersebut dari hasil mas vian sebelum menikah sama mba, itu syarat yang mas vian berikan ke kita untuk bisa memajukan usaha tersebut." kata astrid


" saya percaya sama vian, jujur saya juga salut sama dia. tapi yang gak habis fikir kok kalian mau nikah barengan gitu. apa kalian sebelumnya pernah melakukan sebelum kalian nikah." kata pak bowo


" saya dan dilla temenan, iya mungkin jodoh dan takdir kita. sebetulnya saya malu menyampaikan ini, saya dan dilla belum pernah melakukan hubungan intim suami istri sebelum ijab qobul, mas vian gak mau walau kami memperbolehkannya, mas vian gak mau ngerusak sebelum ijab qobul takut kami menyesal." kata astrid


" terus orang tua kalian bagaimana." kata pak adi


" orang tua kami pada awalnya tidak merestui tapi setelah kita jelaskan akhirnya mereka merestuinya. karena yang akan menjalankan hubungan ini adalah kita dan kita harus tau juga kondisi mas vian." jawab dilla.

__ADS_1


__ADS_2