Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Alih Fungsi Lahan


__ADS_3

Setelah masuk ke kamar vian, lily, astrid dan dilla pun mengobrol sambil bermesraan yang akhirnya melakukan hubungan suami isteri. Setelah mencapai kenikmatan bersama mereka pun tertidur.


Di pagi hari seperti biasa vian bangun duluan, dia pergi mandi setelah itu membangunkan isteri isterinya. Selesai sholat shubuh berjamaah dan mengaji vian megajak isterinya untuk pergi ke taman untuk olahraga ringan. Mereka pun istirahat di gazebo.


" pah mau dibuatkan apa." kata dilla


" susu panas sama roti bakar enak kayanya, papah lapar." kata vian


" iya udah aku buatkan." kata dilla lalu dia pergi ke rumah. Tak lama dia pun datang bersama bi narsih yang membawa susu dan roti bakar


" iya bi, udah dapat belum orang yang kerja." kata lily


" hari ini bu, yang akan datang 2 orang sesuai dengan permintaan bapak dan ibu." kata bi narsih


" iya sudah kalau begitu, mereka saudara bibi atau siapa." kata lily


" mereka saudara jauh bibi bu. Umurnya 20 tahunan tapi mereka mau kerja kok." kata bi narsih


" iya sudah kalau begitu, tolomg nanti bibi kasih tau ya, jangan sampai bikin malu bibi." kata lily


" baik bu, oh iya mereka mau ditempatkan dimana untuk istirahatnya." kata bi narsih


" itu kamar bekas putra sama haris aja, mereka kan udah pindah ke mess, tolong bibi dan mirna rapihkan ya." kata lily


" baik kalau begitu bu, bibi mau mengajak mirna untuk merapihkan kamar bekas putra dan haris." kata bi marsih


" mamah, papah, kok ada disini, mau main sama aa ya." kata devan


" iya, mamah dan papah udah nunggu aa dari tadi loh." kata lily


" pah, main bola yu." kata devan


" ayo, siapa takut." kata vian, mereka pun main bola, lily juga ikutan.

__ADS_1


" asyiiik, aa seneng banget bisa main sama mamah dan papah." kata devan


" mamah astrid boleh ikutan enggak a." kata astrid


" jangan mah, nanti adik bayinya cape, mamah astrid sama mamah dilla lihat aja ya." kata devan


" iya sayang, makasih." kata astrid dan dilla


" aa, papah mau pergi ke karawang lihat pabrik, aa mau ikut." kata vian


" sama mamah juga." kata devan terlihat dia sedih


" mamah enggak ikut papah, mamah palingan ke ruko." kata lily


" terus papah sama siapa." kata devan


" sama tante shinta." kata lily


" oh.. Sama mamah shinta, aa ikut papah deh." kata devan


" ya enggak apa apa kan ada lilus sama shinta, ada kemungkinan juga kalau masih siang setelah dari sana papah ke livi residence." kata vian


"memangnya papah mau apa kesana." kata lily


" papah cek persiapan peresmian dan memastikan sekolah udah siap untuk tahun ajaran ini walau enggak seluruhnya." kata vian


jam 7.17 menit mereka masuk ke rumah untuk sarapan, tapi vian pergi ke kamar terlebih dahulu mau bersih bersih dan ganti pakaian, setelah itu vian pergi sarapan, selesai sarapan vian pergi ke teras depan untuk merokok, pak dede sudah siap disana.


" kok aa udah ganteng mau kemana." kata bu retno


" aa mau pergi sama papah dan mamah shinta." kata devan


" nenek di ajak enggak." kata bu retno

__ADS_1


" enggak ah, mobilnya sempit nek." jawab devan


" shinta mau ajak nenek ke mall belanja, jadi aa sama papah aja ya." kata bu retno becandain devan


" enggak, mamah shinta mau sama aa perginya kok. Iya kan mah." kata devan


" iya, kita akan pergi sama papah." kata shinta


" semua cewek cantik aa bilang mamah." kata bu retno


Jam 8.17 menit vian pamitan pergi ke karawang dan pak gubernur L juga sama pamitan pulang ke surabaya.


" aa salam dulu sama mamah, nenek, kakek dan yang lainnya." kata vian, devan pun menurut lalu pamitan.


" terimakasih banyak kepada keluarga besar pak vian yang sudah menerima kita, mohon maaf kami merepotkan, kalau ke surabaya nanti mampir ke rumah kami ya." kata pak gubernur


" InsyaAllah pak, terimakasih" jawab mereka


pak gubernur di antar pak kosasih dari L-Trans ke bandara. Jam 9.47 menit vian sampai di lokasi acara pak gubernur, vian menunggu terlebih dahulu di parkiran sambil merokok, tak lama rombongan pak gubernur pun datang. Vian mengajak devan dan shinta menemui pak gubernur, karena vian sudah di kenal sama ajudan pak gubernur jadi dia tidak mengalami penghadangan seperti yang lain.


" sudah lama pak datangnya." kata pak gubernur


" baru pak, soalnya tadi menunggu pak gubernur L pulang terlebih dahulu." kata vian


" pak gubernur L baru pulang, oh iya Nirmala enggak merepotkan bapak kan." kata pak gubernur


" enggak pak, dia sama yang lainnya pergi ke kantor SPI dan iya begitu lah mereka berkumpul sama sama." kata vian


" aa salam dulu sama pak gubernur." lanjut vian


" selamat siang om." kata devan


" selamat siang juga aa." kata pak gubernur, mereka pun masuk ke aula dinas pertanian, vian dan shinta duduk di belakang, sedangkan pak gubernur pergi ke depan, acara pun dimulai, pak gubernur pun memberikan sambutannya.

__ADS_1


" assalamualaikum, selamat siang semuanya, kedatangan saya kali ini adalah ingin mengetahui berapa lahan pertanian di kabupaten ini, sebagaimana kita ketahui semua bahwa daerah ini adalah sebagai lumbung padi, akan tetapi setiap tahunnya lahan pertanian ini sudah beralih fungsi dari lahan pesawahan menjadi lahan untuk perumahan, pabrik dan perkantoran, jadi saya berharap supaya hal ini tidak terus belanjut, sebisa mungkin kita harus mempertahankan lahan pesawahan tersebut. saya berharap dan bantuan dari semuanya supaya provinsi kita ini bisa memenuhi swasembada pangan, saya bersama pak vian berkeliling ke daerah daerah pertanian, beliau telah memajukan daerah KBB, membantu para petani dalam meningkatkan kehidupannya, ini bukan hanya omongan saja saya sudah buktikan sendiri, saya dan beliau sama sama mengharapkan bahwa kita ini harus mampu untuk memenuhi ketahanan pangan minimal untuk daerahnya. Saya berkata seperti bukan karena saya mendapatkan apa apa dari beliau, justru pihak pemerintahan yang berhutang kepada beliau, bapak ibu semua bisa melihat kondisi KBB saat ini seperti apa, silahkan tanya ke para petani di sana apakah perusahaan beliau merugikan mereka atau tanyakan kepada dinas dinas disana apakah perusahaan beliau melakukan hal hal yang bertentangan dengan hukum. Jujur saja saya lebih ikhlas menjual lahan pesawahan kepada beliau, karena saya tau karena beliau enggak akan memakai seluruh lahannya untuk lahan pabrik atau perkantoran dan perumahan, di KBB perusahaan beliau memilki lahan perkebunan kurang lebih 20 hektar, yang dipakai untuk pembangunan pabrik palingan 5 hektar dan itu pun untuk peternakan, perikanan dan penghijauan. saya bukan beromong kosong karena sudah berapa kali saya menginap di villa beliau bersama pak bambang ketua dewan, pak gubernur B, pak bupati KBB bahkan kemarin pak gubernur L kesana juga mau kerjasama untuk memajukan daerahnya. Untuk itu saya meminta beliau mau memberikan sedikit masukannya untuk kita, saya persilahkan kepada pak vian untuk kedepan terimakasih." kata pak gubernur


karena diminta pak gubernur vian pun pergi ke depan untuk memberikan masukannya.


__ADS_2