
Setelah menyimpan barang bawaan, vian duduk di sofa meminum kopi kemasan lalu menyalakan rokoknya.
" kamu udah siapkan buat acara besok." kata vian
" sudah mas, lagian kan besok siang, jadi masih bisa dandan dulu di rumah." kata bella, vian dan bella mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian mereka pergi ke restoran hotel untuk makan malam, selesai makan malam vian dan bella kembali ke kamar, setiba di kamar vian duduk di sofa lalu menyalakan rokoknya dan mengirim pesan ke lily memberitahukan bahwa besok setelah acara wisuda bella dia akan pergi ke bali. Setelah berganti pakaian, Bella duduk disebelah vian menyandarkan kepalanya di bahu vian.
" mas kita bobo yu." kata bella
" iya sudah kamu tidur duluan aja." kata vian
" enggak mau, maunya di temani mas mas." kata bella manja. Vian mematikan rokoknya lalu pergi ke kasur. Bella langsung mencium bibir vian, pemanasan pun dimulai. Bella membuka pakaian vian lalu menjelajahi suluruh tubuh vian yang akhirnya memainkan pusaka vian, bella membuka pakaiannya, sehingga memudahkan vian memainkan bukit kembarnya bella lalu menyuruh bella tiduran, vian pun mengekploitasi tubuh bella membuat dia kelojotan dan akhirnya dia mencapai puncaknya. Vian memasukan pusakanya ke mahkota bella, setelah beberapa menit bella mengambil alih permainan dia berada diatas tubuh vian, karena merasa cape dan mau mencapai puncaknya vian pun menhambil alih permainan lagi dengan mempercepat permaian, " mas aku mau sampai lagi." tubuh bella menegang dan vian pun mencapai puncaknya. Vian memeluk bella lalu mencium kening bella. " terimakasih ya mas udah bikin aku puas." lirih bella.
Setelah beristirahat dan menemani bella tidur, vian pergi ke kamar mandi bersih bersih lalu duduk di sofa minum kopi kemasan dan menyalakan rokoknya, vian menerima pesana dari shinta
" aa lagi apa, aku kangen." kata shinta
" lagi mau istirahat, besok kan kita ketemu." kata vian
" iya udah aa istirahat, aku juga tadi sudah izin ke kantor dan ke ibu, besok pergi ke bali." kata shinta
" besok kamu naik apa ke bandaranya." kata vian
" naik taxi aja a enggak apa apa." kata shinta
" tiketnya sudah dikasih sama pak dede kan." kata vian
" udah tadi a, terimakasih ya a." kata shinta
" sama sama, iya sudah kamu istirahat." kata vian
" iya a, selamat istirahat." kata shinta.
vian pun pergi tidur, di pagi hari vian bangun lalu pergi mandi, setelah itu dia duduk dan membuat kopi lalu duduk di sofa lagi lalu menelepon dilla membangunkan mereka ubtuk sholat shubuh, 1 jam kemudian vian membangunkan bella. Bella pun pergi mandi lalu berpakaian lalu merapihkan barang bawaan. Mereka pun mengobrol di sofa, jam 7 vian dan bella pergi dari kamar sambil membawa barang bawaan ke mobil, setelah itu mereka pergi sarapan lalu check out. Vian dan bella pergi dari hotel menuju dillas cafe karena mau bertemu dengan ibu winda dari kantor imigrasi.
Jam 8 kuran mereka sudah sampai di dillas cafe, vian menyuruh bella membawa kopi kemasan yang kemarin dibeli menyalakan rokoknya, jam 8.17 menit ibu winda datang.
" maaf pak saya terlambat, sudah lama ya menunggu." kata ibu winda
" saya juga baru tiba bu." jawab vian
" ini pak pasportnya, tolong di periksa." kata ibu winda sambil menyerahkan amplop cokelat yang berisi pasport. Vian pun memeriksa satu satu.
" sudah betul bu, terimakasih banyak atas bantuannya, jangan kapok saja kalau nanti saya meminta bantuan lagi." kata vian
__ADS_1
" siap pak, ini udah kewajiban saya kok, kalau begitu saya permisi mau ngajak anak anak liburan." kata ibu winda
" baik bu, terimakasih." kata vian
Setelah menerima pasport vian mengajak bella untuk pulang ke rumah. sampai di rumah bella pun siap siap dia berdandan, tak lama pak wahyudi dan ibu asti datang, ibu asti pergi ke kamar membantu bella berdandan. Jam 9 mereka pun pergi ke tempat acara wisuda bella, suasana di tempat acara sudah rame dengan orang tua yang mengantar anaknya wisuda, bella mengajak ibu asti dan vian untuk melakukan registrasi, teman teman bella dan orangtuanya pun datang menghampiri vian lalu mereka masuk bersama sama ke tempat acara.
Tak lama rombongan pak walikota yang diundang oleh pihak panitia pun datang kesana, pak walikota pun melihat keberadaan vian yang mau duduk.
" wah pak vian, kita bertemu lagi nih. bapak antar siapa." kata pak walikota
" saya antar adik ipar pak, kenalin ini ibu mertua saya." kata vian memperkenalkan ibu asti dan bella.
" iya saya baru ingat waktu di balai kota, kita pernah bertemu. Kalau begitu saya permisi dulu pak," kata pak walikota, orang orang yang hadir melihat kepada vian. " orang ini hebat, masih muda kenal sama walikota." fikir mereka. Ibu asti pun menjadi pusat perhatian, dia pun merasa bangga memiliki menantu yang kenal dengan banyak orang terlebih lagi pejabat publik.
" silahkan pak." kata vian lalu dia duduk.
Pak walikota pun pergi ke kursi tamu VIP di depan lalu duduk dan berbicara bersama panitia. Tak lama seorang panitia menghampiri vian.
" maaf dengan pak vian, saya diminta pak walikota supaya mengajak bapak untuk duduk bersama beliau di depan." kata panitia
" iya saya sendiri," kata vian, lalu berdiri dan pamit ke ibi asti dan bella untuk pergi menemui pak walikota
" ayo pak vian duduk disini, kita ngobrol." kata pak walikota
" saya yang enggak enak pak kalau bapak duduk dibelakang sedangkan saya didepan, kalau enggak salah pak gubernur juga hadir." kata pak walikota
" kalau begitu saya duduk dibelakang saja pak." kata vian
" saya sudah minta panitia kok pak, ini kursi untuk bapak." kata pak walikota. Tak lama suara pembawa acara mengabarkan bahwa pak gubernur sudah datang dan sebentar lagi acara akan dimulai. Pak gubernur L pun masuk dan menuju ke kursi VIP. Pak walikota, vian dan yang lainnya pun berdiri, pak gubernur pun menyalami mereka.
" Wah ternyata ada pak vian disini, bagaimana kabarnya pak." kata pak gubernur
" alhamdulillah baik pak, saya kebetulan sedang mengantar adik ipar wisuda dan tadi bertemu pak walikota jadi saya diajak duduk disini, bagaimana kabar bapak." kata vian menjelaskan
" alhamdulillah baik pak, memang harusnya pak vian duduk disini, masa orang hebat duduk dibelakang, panitianya harus diberi tahu." kata pak gebernur
" makanya tadi saya kasih tau pak Gub ke panitia." kata pak walikota
" oh iya pak maaf ya kemarin saya enggak bisa hadir di acara peletakan bagu pertama perumahannya karena ada rapat." kata pak gubernur
" enggak apa apa, alhamdulillah sudah diwakilkan sama pak walikota." kata vian
" saya dengar juga disana mau dibuka kantor cabang perusahaan bapak lainnya." kata pak gubernur
__ADS_1
" Betul pak, saya akan buka kantor cabang BLS, nanti kami akan memberikan permodalan dan tentunya pendampingan untuk UMKM di daerah ini." kata vian
" terimakasih banyak nih, pak walikota nanti adakan seminar untuk UMKM dan pak vian sebagai narasumbernya, supaya UMKM daerah kita ini bisa maju." kata pak gubernur
" iya pak kemarin saya juga sudah bicara sama pak vian dan dengan dinas terkait, paling bisa 2 bulan kedepan katanya pak vian mau pergi ibadah umroh bulan depan soalnya." kata pak walikota.
" pantas saja isteri saya bilang minggu lalu kalau enggak salah, bahwa pak vian dan keluarga sedang di kantor imigrasi, nah saya lupa mau ngabarin bapak soalnya isteri saya mau ikut katanya, Saya disuruh menanyakan apa masih bisa, pantas aja dia masih cemberut ke saya," kata pak gubernur
" iya pak kemarin juga pak gubernur B, pak Gubernur D, dan pak Bupati KBB telepon saya mereka mau ikut juga, katanya isteri mereka melihat status isteri saya jadi mereka ingin ikut ibadah umroh sama sama." kata vian
" jadi pak gubernur B, Pak Gubernur D juga ikut umroh sama pak vian." kata pak gubernur
" iya pak mereka ikut selain mereka pak bambang juga ikut." kata vian
" masih ada quota enggak pak, biar saya enggak dicemberutin isteri nih." kata pak gubernur sambil ketawa
" boleh aja pak, untuk berapa orang kirim listnya saja ke saya nanti awal bulan kirim ke saya pasportnya biar di proses visa umrohnya." kata vian
" sebentar saya telepon isteri ya." kata pak gubernur lalu dia telepon isterinya.
" ibu lagi apa." kata pak gubernur
" lagi di rumah nyiram bunga, apalagi kerjaan ibu, habisnya bapak enggak ngerti keinginan isterinya." kata ibu nurul
" kalau begitu maafin bapak ya, oh iya bapak ini sedang bersama pak vian suaminya ibu lily yang waktu itu kita menginap dirumahnya." kata pak gubernur
" iya ibu tau kok, terus kenapa." potong ibu nurul
" sebentar makanya bu, bapak mau tanya apa ibu mau ikut umroh bareng sama ibu lily, isteri pak gubernur B dan pak gubernur D juga ikut katanya." kata pak gubernur
" iya ikut, itu yang ibu mau masih bapak tanya." kata ibu nurul
" pak vian tanya mau berapa orang, ibu fikirkan dulu nanti kirim ke bapak ya, soalnya ini acara mau di mulai." kata pak gubernur
" iya pak, terimakasih ya sudah memahami keinginan isterinya." kata ibu nurul
" iya bu." kata pak gubernur lalu menutup teleponnya.
" iya saya ikut pak, untuk sementara saya sama isteri dulu aja, nanti saya kirimkan listnya." kata pak gubernur
" baik pak Gub." kata vian.
Acara pun dimulai, pak gubernur memanggil panitia, dia menyampaikan supaya vian bisa diberikan waktu untuk memberikan wejangan ke para wisuda.
__ADS_1