Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Gedung Livi Group 3


__ADS_3

Vian menelepon opik supaya membawa jagung, vian juga menanyakan kapan dia akan berangkat ke jakarta. Karena sudah malam vian dan yang lainnya pun pergi istirahat.


di pagi hari seperti biasa vian naik sepeda kali ini hanya berkeliling di komplek saja. Setelah selesai bersepeda vian istirahat di kursi teras depan, minjm air putih lalu susu panas, vian pun menyalakan rokoknya lalu pergi ke gedung livi group, dia ingat obrolan semalam bahwa untuk ruang kerja di pisahkan dengan ruang menerima tamu, untungnya di langai atas ada juga ruangan yang sama seperti di lantai 1, awalnya yang langai 2 itu untuk ruangan rapat kecil. vian memanggil hafis dan putra serta yang lainnya untuk memindahkan meja dan kursi serta yang lainnya, jadi meubel yang dari lantai 1 dipindahkan ke lantai 2, untuk lantai 1 akan dibuat seperti ruang tamu saja. Haris dan yang lainnya pun datang. Vian mengintruksikan kepada mereka untuk mengangkat barang barang tersebut.


Setelah selesai disana vian kembali ke rumah untuk sarapan dulu, vian meminta ari, bimo dan deni untuk melakukan dokumentasi kegiatan peresmian gedung livi group nanti baik photo dan video. setelah itu kembali lagi ke gedung livi group, dia pun menyalakan rokoknya, disana sudah datang tim dari L-Pro, vian meminta untuk memindahkan TV ke lantai 2, dan meminta dibuatkan rak buku dan dokumen disana. jam 8 fimas dan kasan kawannya datang, vian memberitahukan kepada mereka untuk memindahkan jaringan dari lantai 1 ke lantai 2.


" menurut kalian apa perlu disini dibentuk tim digital." kata vian


" perlu pak, nanti saya yang akan mengelola aset digital perusahaan dari sosial media, website dan yang lainnya, sedangkan gunawan yang akan membangun program program yang kemarin bapak intruksikan." kata Tio


" iya sudah kalau kalian memang sudah mengaturnya, jadi kalau.memang kalian perlu tambahan tenaga bisa bilang, kalau ada teman atau siapa yang bisa diajak kerja disini kalian bisa rekomendasikan." kata vian


" baik pak kalau begitu, tapi untuk saat ini masih belum perlu." kata Tio


" saya ingin supaya kedepannya kita sudah semuanya dilakukan secara digitalisasi, nanti tim digital ini yang akan membantu dalam mengembangkan usaha perusahaan perusahaan di bawah livi group ini, jadi untuk saat ini kamu tio harus menyiapkan rumahnya, kalau memang sudah ada, kita cari tenaga tenaga yang memang menguasai dibidang e-commerce, nanti disini bisa dijadikan untuk pelatihan pelatihan dibidang tersebut, kalau kamu ada teman yang menguasai hal tersebut bisa melamar kesini, karena saya juga perlu banyak orang untuk dibagian e-commerce ini. Jadi tugas kalian itu sangat berat karena kalian harus juga membantu perusahaan perusahaan dibawah naungan livi group ini. Jadi selagi kerjaan kalian bagus, bisa membawa perkembangan untuk usaha usaha saya ini, insyaAllah saya juga enggak akan menutup mata untuk penghasilan kalian." kata vian


" baik pak, terimakasih," kata mereka


" kalian kalau mau ngopi, minum sudah saya siapkan di pentry. Kalau yang merokok silahkan di balkon sana tapi tolong jaga kebersihannya ya." kata vian


" baik pak." kata mereka


Vian pun meminta tim L-Pro untuk membuat 7 meja kubikel untuk bagian e-commerce. Vian pun pergi ke ruangannya dia duduk di balkon ruangan kerjanya lalu menyalakan rokoknya dan meminum kopi yang dibuat di pentry. Tak lama haris datang memberitahukan bahwa opik sudah datang, vian menyuruh opik untuk datang kesana. Opik pun datang kesana

__ADS_1


" hai pik, jam berapa dari sana." tanya vian


" saya dari sana habis syubuh pak." jawab opik


" kamu mau buat apa, teh atau kopi tapi kamu buat sendiri ya tuh di pentry." kata vian, opik pun pergi ke pentry, vian pun mengenalkan opik kepada dimas dan yang lainnya. Setelah itu mereka mengobrol di balkon.


" disini ada bagian apa saja pak." tanya opik


" disini ada bagian keuangan untuk melakukan konsolidasi keuangan, bagian IT yang akan mengatur jaringan terpusat kesini, dibantu bagian programer, dan nanti ada bagian e-commerce yang akan membantu penjualan perusahaan perusahaan dan mereka uang akan melatih penjualan online di perusahaan perusahaan kita ini, jadi mereka yang akan membantu dan menganalisa bagaimana penjualan online perusahaan perusahaan tersebut." kata vian


" bagus kalau begitu pak, jadi semua perusahaan bisa terintegrasi dari sini." kata opik


" jadi saya berharap analisa analisa dari sini bisa membantu tim R&D di perusahaan perusahaan, kasarnya dari sini sebagai second opininya, oh iya bagaimana perkembangan air mineral dan produk makanan ringannya." kata vian


" sudah jalan pak, saya juga membawa beberapa dus untuk di coba atau nanti dibagikan ke anak anak panti asuhan." kata opik


" bapak enggak akan jauh dari sana pak, makanya saya menyiapkan itu selain jagung." kata opik


" kita bisa sejauh ini juga berkat doa doa mereka pik, itu yang harus menjadi semangat kita bahwa apa yang kita lakukan ini sangat dinantikan oleh mereka." kata vian


" iya pak, saya bersyukur bisa membantu mereka mereka yang membutuhkan, saya tau dulu juga waktu kita kerja di perusahaan S, bos selalu bilang itu bahwa kita punya 4 panti asuhan yang dibantu, tapi enggak tau benar atau enggaknya, tapi sekarang saya bisa yakin bahwa bapak benar benar membantu orang orang yang kesusahan, terbukti bapak mengutamakan para karyawan yang bekerja di perusahaan terlebih dahulu sebelum ke yang lain. Jujur saja pak kalau bapak tidak melakukan itu saya juga eggak akan percaya, tapi bapak membuktikannya dengan tindakan nyata, saya juga tidak akan bisa menjalan perusahaan LA kalau tidak dibamtu tindakan tindakan bapak itu, karyawan enjoy dalam bekerja dan tanpa kita bilang mereka harus loyal terhadap perusahaan mereka melakukannya sendiri, misalnya kalau ada kerjaan yang belum selesai, mereka mau tuh melanjutkan pekerjaannya walau jam kerja sudah selesai, beda waktu kita kerja dulu, bos bilang kita harus loyal kepada perusahaan tapi kenyamanan dan kebutuhan karyawan tidak dipenuhi malahan hanya memberikan angan angan aja." kata opik


" makanya kita harus jadikan itu sebagai pelajaran berharga, kita tidak mungkin bisa meraih kesuksesan tanpa bantuan orang lain apalagi kita menggembor gemborkan bahwa kita itu sebagai tim." kata vian. Tak lama pak dede datang kesana.

__ADS_1


" wah pak direktur L-Trans, apakabarnya nih." kata opik


" alhamdulillah baik pak direktur LA." kata pak dede


" kalau mau bikin kopi buat sendiri di pantry ya." kata vian


" siap pak, mau sekalian dibuatkan." kata pak dede


" kita udah bikin pak de." kata vian, pak dede pun pergi ke pantry, setelah itu kembali lagi sambil membawa kopi


" pak de, siapa yang menjemput ke bandara." kata vian


" pak kosasih pak, saya juga udah ngasih nomor kontak pak made, pak rudi, dan pak ikhwan ke dia." kata pak dede


" oke deh kalau begitu, terimakasih." kata vian


" wah enak begini, bapak bisa bedah disini kalau seperti ini ruangan kerjanya." kata pak dede


" iya harus bikin betah lah, lagian dekat dari rumah, enggak usah macet macetan, nanti kalau memang tim L-Trans Travel butuh tempat disini aja enggak masalah." kata vian


" boleh pak, nanti saya bisa alihkan kesini kalau begitu." kata pak dede


" disana hanya etalase aja, yang eksekusi seperti pembelian tiket dan yang lainnya bisa dari sini." kata vian

__ADS_1


" baik pak, jadi saya enggak perlu menyiapkan ruangan baru lagi disana, karena selama ini mereka gabung dengan bagian expedisi." kata pak dede


karena sudah siang, vian pamitan dulu ke opik dan pak dede mau ganti pakaian ke rumah.


__ADS_2