Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Glora 1


__ADS_3

" habis dari sini bapak mau kemana." kata pak anam


" kayanya saya pengen jalan jalan dulu, baru pulang." jawab vian


" oh begitu, maaf saya gak bisa temani bapak. saya pengen istirahat dulu, minggu depan kan mau ke jakarta." kata pak anam


" gak apa apa, terimakasih banyak. nanti kita bisa mengobrol panjang lebar di jakarta saja. maaf saya mengganggu istirahat bapak." kata vian


" gak apa apa, malahan saya sangat senang." jawab pak anam


" kalo begitu saya pamit, sampai ketemu di jakarta ya." kata vian


" baik pak, terimakasih atas kunjungannya." kata pak anam


setelah itu vian dan astrid pamit ke pak anam. di perjalanan astrid menanyakan mau menginap dimana kepada vian


" mas mau menginap dimana?, terus sekarang mau kemana?" tanya vian


" cari hotel aja dulu, baru nanti jalan atau cari hotel yang dekat dengan tempat main." kata vian


" siap pak bos." kata asrid sambil nyengir. astrid pun membawa mobil ke area hotel disana ada mall juga. setelah parkir vian dan astrid pun pergi ke lobi hotel untuk pesan kamar. setelah mendapatkan kunci kamar mereka menuju kamar yang telah ditentukan. tiba di kamar vian menyimpan tas dan duduk di kursi sedangkan astrid duduk di kasur.


" besok kamu ke bali naik pesawat jam berapa." tanya vian membuka percakapan


" siangan mas, kenapa gitu." jawab astrid


" sama berarti ya, pesawat saya jam 2an." kata vian


" iya udah kita bareng aja ke bandaranya mas." kata astrid


" sekarang kamu mau ajak saya kemana." kata vian


" mas maunya kemana aku antar." jawab astrid


" jalan jalan disekitaran ini aja. gimana" kata vian


" terserah mas aja gimana enaknya." jawab astrid


" enaknya tiduran di pijitin, itu enak." kata vian


" jadi mas anggap aku tukang pijit." kata astrid


" iya saya kan becanda.. tapi kalo mau mijitin gak apa apa juga." jawab vian. setelah itu vian mengirim pesan ke lily


" sayank, papah baru selesai ketemu pak anam, sekarang lagi istirahat di hotel." kata vian


" iya pah, mamah juga lagi boboin de qinar." jawab lily


" o iya nanti habis acara Distributor gathering papah ajak pak anam dan anaknya main ke rumah gak apa apa kan." kata vian


" iya gak apa apa dong pah. papah istirahat aja, mamah lagi boboin de qinar dulu." jawab lily


" iya udah sayank, mamah jangan cape cape." kata vian


" iya pah, makasih ya." jawab lily

__ADS_1


" mas chatan sama siapa sih." kata astrid


" sama istri, nagasih kabar." jawab vian


" oh.. kirain mas janjian sama siapa lagi. mas mau dibuatkan kopi, kalo mas mau ngerokok buka aja dulu jendelanya ini kan kamar boleh ngerokok," kata astrid


" boleh, makasih ya." jawab vian


" aku disini mau ngelayanin mas." kata astrid sambil menyalakan pemanas air


" memang kamu pelayanan hotel ini ya." jawab vian sambil ketawa


" iya, tapi aku khusus melayani mas aja." jawab astrid. astrid lalu membuat kopi dan memberikannya kepada vian.


" tolong bukakan jendelanya, lalu tolong pijit bahu saya." kata vian


" baik tuan." jawab astrid, lalu dia membuka jendela, setelah itu dia pergi kebelakang vian dan memijit bahu vian, " jadi gini ya. mas mau jadiin aku pelayanan." kata astrid lagi


" kan kamu yang bilang, bukan saya." kata vian


" gimana tuan enak pejitannya, apalagi yang mau dipijit." kata astrid sambil memijit dengan keras, tapi sekaras pijitan astrid tidak membuat vian kesakitan.


" makasih ya.. maaf." kata vian


" gak apa apa, aku kesini tuh pengen nemani mas, dipeluk, dibelai, di sayang sayang bukan disuruh mijitin." kata astrid


" iya maaf. kamunya ke sini kalo mau dipeluk." kata vian.


astrid lalu duduk dipangkuan vian, dan menarik tangan vian supaya memeluknya.


" kamu suka ngerokok." kata vian, vian juga menhambil rokok dan menyalakannya


" gak, sesekali aja kalo lagi mumet fikiran." jawab astrid


" kamu jangan keseringan ngerokok ya." kata vian


" iya mas, hanya mas yang peduli dan perhatian sama aku." jawab astrid lalu dia menyimpan rokoknya di asbak, dan berbalik menghadap vian menyilangkan tangan ke leher, lalu ******* bibir vian. sebagai lelaki normal vian membalas ******* itu. mereka berciuman bibir, setelah beberapa menit ciuman itu berakhir


" kamu sering melakukan kaya gini." kata vian


" ini pertama kali mas, duduk dipangkuan cowok dan ciuaman. kenapa mas gak percaya sama aku ya." kata astrid


" aku percaya kok. makasih ya." kata vian


" aku berani kaya gini karena aku sayang sama mas." kata astrid


" banyak cowok yang belum berkeluarga dan jauh lebih baik dari saya." kata vian


" aku baru menemukannya di mas aja dan aku gak akan mencari lagi." kata astrid


" saya gak mau kamu menyesal nantinya." kata vian


" gak akan mas, yang penting mas jangan pernah nyakitin aku, mas mau kan." jawab astrid


" iya kita jalanin dulu aja ya. siapa tau kamu nanti berubah." kata vian

__ADS_1


" aku orangnya susah percaya sama orang, tapi gak tau semenjak waktu itu aku terkesan banget sama mas." kata astrid


" kamu mau pulang jam berapa.?" tanya vian


" gak aku mau nemenin mas, aku udah bilang ke ibu mau main dan nginep di rumah teman karena besok mau kerja lagi. kenapa mas gak mau?" kata astrid


" makasih kamu mau nemani saya." kata vian


" aku sayang sama mas, aku gak mau kehilangan mas, aku gak tau mas mau nemuin aku lagi, makanya aku mau nemani mas." kata astrid


" iya udah aku mau mandi dulu. kan kita mau cari makan." kata vian


" sebentar lagi aja ya. aku pengen kaya gini terus." kata astrid


astrid menyenderkan kepalanya kebahu vian dan meletakan tangan vian di perutnya. vian meminum kopi dan mengambil sebatang rokok lagi.


" mas aku ingin seperti ini terus, gak mau jauh dari kamu mas. mas mau kan." tanya astrid


" iya, tapi kan kita gak bakalan selamanya gini." jawab vian


" iya aku tau mas. aku sayang sama kamu mas." kata astrid


" iya mas juga." jawab vian yang sudah terbawa suasana.


" terimakasih ya mas. ya udah mas mandi dulu bau acem." kata astrid


" bau tapi nempel." jawab vian


" habisnya aku kangen," kata astrid


" ya udah aku mandi dulu ya, kamu gak mandi." kata vian sambil menyuruh astrid bangkit, lalu mengambil baju ganti


" iya aku mau mandi, nanti setelah mas." jawab astrid


" katanya mau mandi bareng." kata vian


" malu ah. nanti aku di apa apain lagi." jawab astrid


" bener nih gak mau bareng. di chat aja ngomongnya gitu." kata vian, lalu pergi ke kamar mandi


" aku belum pernah mas. ya udah nanti aku nyulul sebentar ya." kata astrid, akhirnya astrid pun nyulul vian masuk ke kamar mandi hanya mengenakan pakaian dalam.


vian yang ada di dalam juga kaget dengan nekadnya astrid ini, tadi vian cuma ingin buktiin omongan dia aja punya nyali atau gak. eh beneran dia masuk. astrid dengan tinggi 165 cm, badan putih mulus, rambut panjang membuat vian salah tingkah juga dia sudah tanpa sehelai pakaian. astrid cuci muka dan gosok gigi di wastafel setelah itu masuk menuju ruang mandi.


" mas aku belum pernah loh kaya gini." kata astrid lalu mendekat ke pancuran shower


" kok kamu berani melakukannya." kata vian


" ini demi mas, orang yang aku sayangi." jawab astrid lalu memeluk vian dan mengambil sabun, menyabuni tubuhnya dan tubuh vian.


" kamu gak akan nyesel." kata vian, dan pusaka dia berdiri


" kenapa tanya itu terus mas. mas itunya bangun. mas mau ya... jangan disini aku belum pernah." kata astrid


" aku normal trid, iya enggak, aku juga gak akan maksa." jawab vian, lalu vian menyiram tubuhnya dengan air dingin supaya bisa menurunkan glora nafsunya.

__ADS_1


__ADS_2