Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kesempatan dan Peluang


__ADS_3

Sampai di rumah vian dan yang lainnya melaksanakan sholat berjamaah. vian ke gazebo bersama pak bowo dan pak adi. vian bikin kopi dan merokok. " vian apa gak boros beli mini bus itu, padahal kita kan gak setiap saat pakai." tanya pak bowo


" menurut vian gak, karena kalo kita gak pakai itu bisa disewakan, dan kemarin ke lily sudah ada yang pesan, lily juga setuju kalo minibus itu juga disewakan." jawab vian


" benar benar ya jiwa usaha kamu itu jalan banget." kata pak bowo


" gak juga pak, vian hanya menangkap setiap kesempatan menjadikan sebuah Peluang." jawab vian


" o iya aa, gimana jadi beli lahan di daerah C itu." tanya pak adi


" alhamdulillah jadi pak, yang samping lahan dulu 2 hektar, yang dibelakangnya 2 hektar, nah yang di belakang itu akan dijadikan kandang untuk peternakan dan kolam ikan gurame, nila, dan lele. vian juga minta dibuatkan villa kecil dan kadang kuda disana." jawab vian


" terus lahan yang sampingnya buat apa." kata pak adi


" itu buat lahan pertanian pak, tapi kalo kedepannya buat pabrik pengolahan daging, dan sekarang baru dibuatkan RPH dan pengolahan daging ayam utuh dan pakagingnya." jawab vian


" kapan kapan bapak pengen kesana ah." kata pak bowo


" iya pak boleh aja, sekalian kita bisa liburan ke kampung lagi." jawab vian


" iya boleh juga tuh, sekalian nengok kakek dan nenek mu. terus kamu sudah memikirkan limbah kotoran hewan tersebut." kata pak bowo


" sudah pak, kotoran ayam sama kambing bisa buat pupuk kandang dan dipergunakan untuk lahan pertanian, sedangkan kotoran sapi rencana mau dibuat bio gas." jawab vian


" terus proyek perumahan gimana." tanya pak adi


" beberapa unit rumah sudah jadi, mesjid sudah 50% jadi. kandang kuda 90%, villa 70%, danau buatan 80% karena kemarin ada penambahan cor tiang buat restoran." jawab vian.


" setelah perumahan ini selesai rencana ke daerah mana lagi." kata pak bowo


" untuk L-Pro mungkin mau cari lahan di dekat daerah C itu pak, vian mau bangun buat karyawan LA sama buat umum dan sebisa mungkin tidak dilahan pertanian dan didaerah K di dekat pabrik LNI, cari aman aja dulu." jawab vian


" jadi sudah berapa banyak karyawan kamu aa." kata pak adi


" sudah di atas 500 orang pak soalnya L-Pro dan LA padat karya. " jawab vian.

__ADS_1


" wah udah banyak, kamu jangan sampai mendholimi mereka." kata pak adi


" kita ashar dulu pak." kata vian mengajak orangtuanya.


setelah sholat vian pergi ke kamar. vian membangunkan lily yang dari siang tertidur karena kelelahan. " pah maafin, mamah ketiduran." kata lily, " iya gak apa apa kok sayank. papah tadi ngobrol sama bapak di gazebo." jawab vian.


magrib vian pergi ke mushola setelah sholat berjamaah vian pergi ke ruang makan, " pah akhir pekan ini ada rencana kemana, kalo gak kemana mana kita ke kampung yu, aku pengen jagung bakar sekalian nengok ema sama bapak, kita test bus kita." kata lily, " ayo aja sekalian lihat pembangunan kandang." jawab vian


" iya kita juga ikut ya." kata bu retno


" tentu boleh bu, kita sama sama kesana. nanti kalo gak cape kita ke kampung di jawa ya. atau kita ke singapura." kata lily.


" iya boleh juga tuh, yang belum punya pasport, di urus aja, nanti sekalian sama devan, jadi kalo sudah ada gampang." jawab vian


" iya nanti habis pulang dari kampung kita urysin pasportnya, siapkan saja persyaratannya." jawab lily.


vian menyuruh pak dede dan pak riki untuk datang ke rumahnya. seperempat jam mereka sudah tiba di rumah, vian meminta pak riki mijit, sambil dipijit vian ngobrol sama pak dede menanyakan siap gak ke kampung bawa minibus atau nyuruh orang lain. " gak apa apa pak saya saja". kata pak dede


" iya udah kalo begitu, akhir pekan ini kita berangkat." jawab vian


di akhir pekan setelah sarapan mereka pergi ke kampung vian menggunakan minibus. devan begitu senang di bus dia bisa main main sedangkan vian dan lily karokean. dua jam setengah mereka sampai di kantor LA, setelah istirahat sebentar mereka pergi lagi ke lahan. sampai dilahan mereka melihat pembangunan kandang dan yang lainnya. " pik sekalian aja alokasikan lahan 5000 m2 buat pabrik pengolahan daging, kita buat makanan siap saji. kornet, dll." kata vian


" baik pak, nanti saya buatkan designnya dan kami siapkan perizinannya. ide ide bapak tuh diluar jangkauan kita." jawab opik


" gak juga pik, saya cuma melihat kesempatan, dan kesempatan itu kita jadikan sebagai sebuah peluang. kamu pelajari dan juga cek mesin mesin pengolahannya. kamu minta bagian R&D perusahaan untuk melakukan riset pasar " kata vian


" siap pak, saya akan melaksanakannya." jawab opik


" kamu sudah mengerti alur kerja saya pik." kata vian.


" pah, itu kandang buat apa." tanya devan antusias


" itu buat kandang ayam, itu buat kambing, yang disana buat sapi. sayank." jawab vian


" kalo itu kandang deket rumah untuk apa." tanya devan lagi

__ADS_1


" oh itu buat kandang kuda, nanti kalo aa kesini bisa naik kuda." jawab vian


" wah asyik, aa bisa main kuda sungguhan." kata devan


" papah juga udah siapin kandang kuda di tempat lain yang waktu itu aa kesana. jadi kalo mau main kuda aa bisa minta antar nenek dan kakek pergi." kata vian


" iya aa nanti kita kesana sama nenek." kata bu retno dan bu ningsih


" makasih pah mah, nenek dan kakek juga." kata devan sambil lari lari bahagia


" o iya pik disini ada jagung buat bakar gak ya." kata vian


" oh ada pak, kita memang tanam juga, bapak mau berapa. " kata opik


" sekarung aja cukup kayanya." jawab vian


opik pun menyuruh pegawai untuk mengambil jagung manis. " pik kok saya lihat ada mahasiswa dan mahasiswi disini." tanya vian


" itu mahasiswa yang sedang PKL pak jurusan pertanian, dan saya sudah buat kerjasama dengan universitas universitas yang memiliki jurusan pertanian, perkebunan, dan perikanan pak," jawab opik


" oh bagus itu pik. kita bisa memanfaatkan ilmu mereka," jawab vian


vian pun mengajak mereka untuk pergi karena sudah siang, kita makan siang dulu sebelum ke kampung. " mau makan siang dimana yank." tanya vian


" di tempat biasa aja lah." jawab lily


mereka pun pergi ke tempat makan biasa. setelah makan mereka pergi ke kampung dan belanja makanan di supermarket.


1 jam perjalanan mereka sampe di villa di kampung vian. lilis dan evi menurunkan barang barang dibantu pak dede dan haris. sore hari vian dan keluarganya pergi nengokin nenek dan kakek vian. " ini uyut udah gede aja ya, ganteng lagi ." kata pak hardian, " makasih yut." jawab devan.


dimalam hari vian menyuruh pak dede dan pak haris buat pembakaran untuk bakar jagung. lily sangat menikmati bakar jagung, sambil ngopi dan ngerokok, vian dan yang lainnya menilmati susana disana. " dari sini apa mau langsung ke jawa gitu." kata vian. " kalo bapak oke oke aja, tapi sopir kuat gak." kata pak bowo


" siap pak yang penting santai." jawab pak dede.


" ya sudah biar sekalian jalan." kata vian

__ADS_1


setelah makan jagung mereka istirahat.


__ADS_2