
Dimalam harinya mereka pun berkimpul kembali untuk menghabiskan waktu di labuanbajo. Karena besok akan ke bali melanjutkan liburan mereka. Selesai mengadakan acara di malam itu, vian dan yang lain petgi ke kamar masing masing untuk istirahat. Setelah di kamar vian dan isteri isterinya melakukan olahraga malam yang membuat gelora di dalam kamar menjadi panas. Vian dan isteri isterinya pun istirahat setelah mencapai kepuasannya masing masing. Di pagi hari setelah mandi dan sholat shubuh vian duduk di balkon, astrid menyerahkan kopi, vian duduk di balkon sambil menikmati udara disana, menyalakan rokoknya dan meminum kopi yang dibuat astrid lalu memeriksa laporan harian dari perusahaannya, vian melakukan itu bukan tidak percaya terhadap tim direksi tapi sebagai komisaris dia harus melakukan fungsinya yaitu memeriksa dan mengontrol kegiatan usaha perusahaan.
" serius banget sih pah, ada masalah." kata lily yang datang menghampiri vian dan duduk di sampingnya.
" enggak ada sayank, papah udah beberapa hari enggak ngecek laporan aja. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Siswa yang mendaftar di YPL juga sudah bertambah untuk tahun tahun pertama ini." jawab vian
" mamah sebaiknya di LCI juga sudah melakukan delegasi, jangan kecapian, nanti mamah hanya sebagai komisaris aja jangan terlibat di operasional perusahaan lagi, walaupun mamah yang punya tapi khawatir kedepannya perusahaan akan ketergantungan sama mamah." lanjut vian
" iya sih pah. Mamah juga sudah sebagian mendelegasikan ke manajer manajer dan sekarang mamah sedang lihat performa mereka. Mamah enggak enak sama si aa dan de qinar terutama papah." kata lily
" kenapa enggak enak, malahan papah yang enggak enak menyuruh mamah untuk kerja," kata vian
" mamah kerja bukan disuruh papah, ini kemauan mamah sendiri. Makasih ya pah atas segala perhatiannya, mamah sayank banget sama papah." kata lily lalu mencium pipi vian dan menyandarkan kepalanya di bahu vian.
" buat papah yang palaing penting adalah anak anak, jangan sampai mereka merasa diabaikan apalagi merasa mereka enggak mendapatkan kasih sayang dari kita." kata vian
" iya pah." kata lily. Momen seperti itu membuat lily meradakan kebahagiaan
," iya sudah mamah beres beres barang barang, kan kita mau ke bali." kata vian
" udah pah, tinggal memasukan pakaian yang dipakai ini aja." kata lily. Setelah itu vian dan isterinya pergi untuk sarapan, di restoran sudah yang lainnya pun sudah ada disana, mereka pun sarapan bersama. Selesai sarapan vian pergi bersama pak dede untuk merokok.
" amankan liburannya." kata vian, vian pun menyalakan rokoknya
" aman pak." jawab pak dede dan yang lainnya
" sudah di packing kan bawa bawaannya." kata vian
__ADS_1
" sudah siap pak." jawab mereka
" kita enggak bawa banyak barang bawaan pak." kata pak dede
" bawaan dari rumah sedikit, bawaan dari sini yang banyak." kata vian. Mereka pun tertawa..........ha..ha...ha...ha..
" biasa ibu ibu harus bawa oleh oleh pak." kata pak dede
" iya, alasannya buat anak anak. Tapi enggak apa apa enggak tiap hari ini yang penting keluarga senang." kata vian
" papah aa boleh berenang enggak, kata mamah harus bilang dulu sama papah soalnya." kata devan meminta izin
" nanti aja ya berenangnya di bali, sebentar lagi kita kan mau pergi kesana, takut aa nanti kecapean malahan aa sakit lagi." kata vian
" oke pah, aa main games aja deh." jawab devan lalu pergi ke lily
" enggak juga pak de, tapi saya selalu kasih alasan kalau enggak boleh, jadi dia tau kenapa enggaknya. Anak sekarang tuh beda sama zaman kita dulu." kata vian
" alhamdulillahnya si aa nurut ya, anaknya sopan lagi ke siapapun, perhatian lagi sama adik adiknya." kata pak dede
" alhamdulillah, saya suka kasih tau ke keluarga kalau melarang anak harus dibarengi sama alasan dan kenapa si aa suka saya bawa bawa ke tempat kerja, supaya dia tau kerjaan bapaknya seperti apa, capenya kerja itu gimana, cara menghargai orang seperti apa, kalau kita mau diharhai orang maka kita juga harus bisa menghargai orang lain siapapun itu." kata vian
" si aa itu kalau beli mainan pasti beli buat adik adiknya juga." kata haris
" saya bersyukur banget, dia mau nerima adik adiknya walaupun berbeda ibu, saya juga dikasih tau shinta kemarin dia selalu menciumi perutnya, dia bilang dede cepat keluar kita main bareng sama aa, sama de qinar, de avin dan de alea, dia pun suka ngasih tau shinta udah minum vitamin buat dede belum mah." kata vian
" hebat banget tuh anak, pemikirannya kaya orang gede aja." kata pak dede
__ADS_1
" oh iya pak de, gimana perkembangan perumahan L-Pro ya, barangkali pak dede pernah lihat." kata vian
" sekarang lagi pematangan lahan pak, rumah contohnya pun sudah dibangun." kata pak dede
" oh iya pak, bus yang bapak itu ada yang mau sewa minggu depan, enggak apa apa dan enggak akan di pakaikan." lanjut pak dede
" kayanya enggak dipakai, iya udah disewakan aja lumayan buat biaya pemeliharaan. Siapa hang mau sewanya." kata vian
" perusahaan farmasi, mereka mau jalan jalan ke bandung buat tim direksi dan manajemennya." kata pak dede
" iya atur saja sama pak dede, sama yang mini busnya juga enggak apa apa disewakan." kata vian
" baik pak kalau begitu saya bilang ke tim l-Trans untuk komfirmasi ke yang mau sewanya. Lumayan untuk operasional dan pemeliharaan." kata pak dede
" oh iya jangan lupa nanti jemput di bandara pas kita pulang." kata vian
" siap pak, itu udah saya bilang ke tim L-Trans, pas mau pulang saya kabati mereka lagi." kata pak dede
" di L-Trans ada keluhan atau masukan dari tim atau keluarganya." kata vian
" enggak ada sih pak, keluarga mereka malahan bersyukur banget bisa kerja di L-Trans, apalagi sekarang kebutuhan pokok mereka bisa ngambil dulu di koperasi L-Trans. Mereka merasa di manusiakan, diperhatikan dari tempat tinggal,keperluan keluarga, pendidikan anak, dan kesehatan mereka." kata pak dede
" syukur kalau begitu, itu semua saya lakukan karena saya belajar dari pengalaman bagaimana dulu kita diperlakukan perusahaan kepada kita, keluhan kita. Pada intinya jangan sampai kita melakukan hal yang sama dengan apa yang kita pernah rasakan dulu, terus buat pengaduan atau informasi mengenai keluarga karyawan, saya enggak mau mendengar ada keluarga karyawan yang sampai enggak makan, kesehatan mereka terabaikan, karena nanti ujung ujungnya ke karyawan kita juga, coba gimana rasanya pas dijalanan mereka tau keluarga dia ada yang sakit dan enggak ada yang bantu, konsentrasi mereka akan terganggu." kata vian
" itu sudah saya lakukan, dan alhamdulillahnya karena kebanyakan dari mereka adalah orang orang yang dekat dengan saya dulunya." kata pak dede
Karena sebentar lagi mau pergi ke bandara, mereka pun bubar untuk mempersiapkan kepulangan mereka.
__ADS_1