
Setelah selesai disana vian dan yang lainnya pun pergi pulang ke rumah, devan pun tidur dipangkuan shinta karena dia cape main.
" si aa tau aja cewek yang cantik." kata pak bowo
" iya tuh, perasaan kamu dulu enggak gitu ke cewek a, tapi kenapa sekarang kamu laku ya." kata pak adi
" oh gitu pak." kata pak bowo
" iya sampai pas SMA tuh sama kakeknya diledekin, soalnya omnya pada bawa pacar ke rumah sedangkan dia enggak pernah kelihatan jalan sama cewek, sampai pernah waktu pulang kampung saya sama kakeknya di bis kita ledekin dia dan disuruh sama kita duduk di kursi yang kosong dekat tentara cewek. Kita ledekin terus sampai dia mau ngobrol." kata pak adi
" sampai segitu kamu, pantesan aja sekarang merajalela." kata pak bowo
" siapa yang mau pak sama anak kampung, bapak enggak tau aja." kata vian
" eh mumpung enggak ada lily, kamu kok bisa jadi sih sama dia dan kamu tau dia kan udah bersuami." kata pak bowo
" waktu itu lily minta antar saya ke bank mau buka rekening, saya antar dia tuh ke bank dan diperlakukan prioritas sama bank karena saya kenal sama orang bank, pas pulang dia ngajak saya makan di tempat biasa dia makan katanya, disitu cerita masalah pribadinya dan yacob, saya bilang kok rumah tangga pisah rumah gitu dan wajar dong kalau yacob cari diluaran kalau seperti itu, dia bilang habis enggak suka mau apa, memangnya seperti apa yang dia suka, dia jawab seperti saya, saya bilang apa yang bisa saya banggakan dan bisa membuat ibu tertarik sama saya, dikantor aja hanya karyawan biasa. Dia bilang karena saya pekerja keras, apa adanya, baik sama semua orang. Saya bilang ibu pasti banyak yang suka yang sederajat, dia bilang kalau urusan hati beda, dari situ kita sering ngobrol setelah jam kerja kadang sampai malam. Dan akhirnya saya bilang ini enggak boleh seperti ini, ibu punya suami gimana kata orang, dia bilang kalau kamu mau sama saya, saya akan mengajukan cerai sama yacob bukti keseriusan katanya, dan setelah cerai dia mengajak saya pergi ke bali untuk liburan tapi kita enggak berbuat macam macam, sampai dia bilang kenapa enggak mau sama saya, kesempatan ada, saya bilang saya akan melakukannya kalau kita menikah, dia bilang iya udah kita menikah kalau begitu, nanti aku ngomong sama bapak dan ibu, dari situ kita serius, dari situ saya juga membuka usaha dan teman teman dulu yang menjalankan usaha tersebut, dan memang sudah ada rencana mengajukan pengunduran diri karena masalah sama yacob yang selalu marah marah tanpa alasan yang jelas terus saya juga putus sama elis yang membuat saya enggak enak, tapi di tolak sama lily karena takut saya ninggalin dia dan saya ajak dia ke kantor LNI dulu VMB, setelah ketemu sama lily dan menunjukan keseriusan saya rubah jadi LIVI brandnya. Saya ajak dia ketemu sama bapak dan ibu terus dua ngajak saya juga ketemu sama bapak." kata vian
" bapak juga enggak tau karakter yacob seperti apa, itu kesalahan bapak dalam mengambil keputusan tanpa memikirkan kebahagiaan lily, alhamdulillah akhirnya dia menemukan kebahagiaan bersama kamu dan kelihatan dia benar benar sayang sama kamu dan enggak mau kehilangan kamu." kata pak bowo
Akhirnya nereka pun sampai di rumah, devan yang masih tidur pun di gendong vian masuk ke rumah dan menidurkannya di kursi ruang keluarga, vian pun menyuruh shinta masuk ke rumah.
" kamu mau pulang atau mau disini dulu, kalau mau disini kamu bisa istirahat di mess, kamu pilih aja mau kamar yang mana." kata vian
" disini aja pak, nemani si aa." kata shinta
__ADS_1
" oh iya sudah kalau begitu, tapi kalau kamu mau istitahat ambil saja kunci kamarnya di meja depan sana ya." kata vian
" iya pak." jawab shinta, pas vian mau beranjak pergi ke kamar devan mengigo
" mah.... Mamah.... boleh ya aa main, kenapa sih mamah enggak mau main sama aa," kata devan
" ini mamah disini nemani aa." kata shinta yang ada dekat devan, lalu dia memeluk devan.
" jangan tinggalin aa terus ya mah, aa mau dipeluk mamah kalau bobo kaya ini." kata devan yang masih mengigo, pak bowo yang kebetulan lewat mau ambil minum mendengar ucapan devan.
" ini mamah peluk aa." kata shinta, devan pun memeluk erat shinta.
" tuh vian kasih tau lily, kasian aa sampai kebawa mimpi gitu." kata pak bowo
" iya pak nanti saya kasih tau lily." kata vian, melihat anaknya sudah renang dia pun pergi ke kamar mau bersih bersih dan ganti pakaian.
" sama sama pak, saya juga senang kok main sama aa." jawab shinta, devan pun bangun lalu melihat sekeliling
" mah kok aa bobonya disini sih, aa mau bobo di kamar aa." kata devan
" iya udah kita ke kamar aa ya bobonya." kata shinta lalu menggendong devan, lilis pun yang baru datang membawa shinta dan devan ke kamarnya. Shinta pun menidurkan devan di kasur.
" mamah jangan kemana mana, temani aa bobo." kata devan
" mamah disini kok, aa bobo ya." kata shinta
__ADS_1
" aa kan mau dipeluk bobonya." kata devan, shinta pun tiduran disamping devan lalu memeluknya. Entah karena shinta juga cape atau karena suasana di kamar nyaman dia pun tertidur sambil memeluk devan. Lilis yang melihat itu dia pun pergi ke dapur untuk membersihkan peralatan makan devan.
" lis, aa sama shinta kemana." kata vian
" dikamar aa pak, mereka sedang tidur, tadi aa enggak mau di tinggal jadi mba shinta memeluknya dan dia pun tertidur." kata lilis
" iya sudah kalau begitu, ngomong ngomong lis, aa suka gitu enggak mengigau." kata vian
" iya lis, saya baru lihat devan mengigau soalnya." kata pak bowo yang mendengar percakapan vian dan lilis
" kalau kecapaian kadang suka pak," jawab lilis
" terus dia suka ngomong apa aja kalau kalian ngobrol gitu." kata pak bowo
" maaf ya pak sebelumnya," kata lilis
" iya sudah kita ngobrol di sofa dulu deh." kata vian mengajak lilus mengobrol di sofa ruang keluarga, disana ada pak bowo dan pak adi juga
" si aa kadang suka cerita, dia bilang teh lilis kenapa papah dan mamah suka enggak ada waktu untuk aa ya untuk bermain, papah kadang suka pergi pergi, paling papah sebentar suka main sama aa nya, apa mamah sama papah enggak sayang sama aa ya. Aa kan juga pengen main sama mereka, " kata lilis. disaat lilis sedang bercerita lily dan yang lainnya datang, melihat vian, pak bowo, pak adi dan lilis mengobrol lily menjadi khawatir takut telah terjadi sesuatu.
" pah ada apa ini, aa mana lis." kata lily khawatir
" aa lagi tidur bu sama mbak shinta di kamarnya, tadi dia mau di peluk sama mbak shinta jadi dia menemaninya." kata lilis
" terus ini ada apa." kata lily
__ADS_1
" kamu duduk, dengerin lilis mau cerita." kata pak bowo, ibu retno, ibu ningsih, lily, astrid dan dilla pun duduk disana mau mendengarkan apa yang akan diceritakan lilis.