
" oh iya bapak bapak mau minum apa nih. Kopi, susu, atau teh." kata vian
" kopi aja vian." kata warga
" pak haris, putra tolong minta kan kopi 14, 10 susu, sama keluarkan snacknya." kata vian
"siap pak." kata haris. Tak lama opik datang membawa jagung, daging, sosis, dan snack serta air minum.
" gaya kamu pik sampai dikawal segala." kata vian
" tadi pak sudianto dan pak suparman ke pabrik bilang besok malam mau ada acara di perumahan lici regency, bapak menyuruh menyiapkan kambing, saya bilang saya sore mau kesini, eh mereka bilang mau kesini juga jadi deh dikawal dan kebetulan sebagian barang barang bisa ke angkut dimobil patwal." kata opik
" iya udah turunin dulu aja, kalau snack sebagian turunin, sebagian lagi masukin ke minibus saya aja." kata vian
" kita sambil mengobrol, kita sambil bakar jagung saja biar lebih hangat dan enggak kaku ya." lanjut vian
" ini enggak akan ditolak pak, lanjutkan." kata pak menteri
" 1 priode lagi nih pak." kata pak gubernur
" boleh pak, kami dukung." kata warga
" tuh pak gubernur, warga sini siap mendukung 1 priode lagi." kata pak menteri
" kita gimana aspirasi saja. kalaupun enggak lanjut saya mau kerja sama pak vian aja." kata pak gubernur
" sama saya juga kalau enggak kepakai lagi ya usaha bareng pak vian." kata pak menteri
" sudah pak lankut lagi, kita dukung, saya siap kerahkan warga kecamatan sini untuk mendukung bapak." kata pak camat
" betul pak lanjut, apalagi kita sudah tau kinerja bapak dan dekat dengan warga seperti ini." kata pak kades
" saya lagi nunggu pak vian nih, mau jadi wakil pak bupati atau wakil saya." kata pak gubernur sambil ketawa
" untuk saat ini saya belum siap pak, masih banyak yang harus saya urus, saya ikut mendoakan saja dan insyaAllah saya dukung program programnya." kata vian
" lanjut pak, apalagi pak vian siap mendukung, insyaAllah program kerja bapak bisa lancar." kata pak menteri. Jam 9.17 menit ada suara mobil patwal masuk ke kampung.
" bapak ada tamu lagi," kata pak camat
__ADS_1
" enggak tau. Enggak ada komfirmasi tamu datang." kata vian. Mobil patwal pun berhenti di halaman villa, pak bambang, pak menteri sosial, dan pak menteri UMKM turun dari mobil, mereka sama sama 1 mobil pak bambang. Vian pun menyuruh haris mengatur parkir mobil di rumah dia yang sebelah.
" assalamualaikum, waduh kita disambut begini pak." kata pak bambang
" waalaikumsalam." jawab mereka, lalu menyambut dengan bersalaman.
" kok bisa 1 mobil begini, janjian dimana." kata pak menteri pendidikan
" dimana lagi titik kumpul kita, kalau enggak di rumah pak vian, mobil saya dan pak menteri sosial di simpan disana jadinya." kata pak menteri UMKM
" bapak bapak masuk saja dulu, istirahat, makan malam tinggal disiapkan." kata vian
" iya sudah kita tinggal dulu kalau begit." kata pak bambang, lalu masuk ke villa bersama pak menteri UMKM dan pak menteri sosial
" rumah ini jadi tempat berkumpulnya para menteri dan pejabat ya, ini momen langka." kata pak camat
" ini belum seberapa pak, rumah pak vian di jakarta lebih rame lagi, seperti rumah ketua umum partai bahkan lebih." kata pak gubernur
" iya ketua umum partai Livi." kata pak menteri pendidikan sambil ketawa.
" ayo bapak bapak sambil dinikmati kopi, susu dan jagung bakarnya." kata vian
" putra panggil aja para ajudan untuk makan jagjng bakar sama sama disini, yang baru datang suruh makan dan istirahat aja di rumah sana ya." kata vian
" baik pak." kata putra
" pak camat, pak kades, ada masukan atau persoalan apa di kecamatan sini supaya kita tau permasalahan yang terjadi di lingkungan kecamatan dan desa." kata pak gubernur
" kami mendapatkan pengaduan masalah pembagian sumbangan bantuan langsung tunai, jadi ada yang dapat ada juga yang enggak, ada yang benar benar membutuhkan tapi enggak dapat, ada yang dirasa mampu malahan dapat." kata pak camat
" memang untuk masalah itu kan sesuai dengan data yang diajukan oleh RT, RW, Desa, camat, dinas sosial memverifikasinya, saya juga enggak tau bagaimana cara memverifikasi itu, tapi kan saya sudah suruh supaya yang enggak mendapatkan bantuan itu setiap desa mengucurkan dana bantuan lagi." kata pak gubernur
" kita sudah memberikan arahan itu pak ke warga." kata pak camat
" kalau untuk perbaikan jalan dan irigasi bagaimana." kata pak gubernur
" untuk jalan protokol sudah dilaksanakan, tinggal jalan ke beberapa desa saja, untuk saluran irigasi sedang dilaksanakan pak sama perbaikan bendungannya." kata pak camat
" masa pemerintah kalah sama pak vian, dia sekarang sedang membuat turbin pembangkit listrik di dekat pabriknya." kata pak gubernur
__ADS_1
" darimana pak arsiteknya." kata pak menteri pendidikan
" saya juga belum ada laporan lagi masalah itu, itu proyek kerjasama sama mahasiswa teknik salah satu universitas negeri." kata vian
" turbin sudah dipasang, tinggal menunggu hasilnya saja. Karena volume airnya masih belum stabil." kata opik
" hebat itu anak mahasiswa." kata pak menteri pendidikan
" iya pak, sampai kotoran sapi dari kandang saja dijadikan biogas dan saat ini dipakai oleh pabrik untuk pemanas dan pembakaran di pabrik." kata vian
" kita juga sudah buat saluran biogas ke perumahan livi regency jadi warga sana bisa mempergunakan itu." kata opik
" kita memang bekerjasama sama universitas universitas jadi mahasiswanya yang berkaitan dengan perusahaan LA dan PBN bisa melakukan riset dan melakukan sebuah proyek baru." kata vian
" ini luar biasa dan ini harus bisa dicontoh sama universitas lainnya." kata pak menteri pendidikan
" besok kita bisa melihatnya pak." kata vian
" siap pak, ini bisa saya jadikan masukan ke kamlus kampus. Terus sistemnya bagaimana dengan perusahaan LA." kata pak menteri pendidikan
" kita menyuruh mereka untuk membuat sebuah proyek tentunya dengan kebutuhan yang perusahaan perlukan terkadang usulan mereka seperti pembangkit listrik ini. mereka membuat rencana pengerjaan dan rencana anggaran, setelah kita setujui baru mereka melaksanakannya." kata opik
" terus kedepannya proyek tersebut bagaimana." kata pak menteri pendidikan
" biasanya yang disanakan mahasiswa yang praktek lapangan jadi buat skripsi mereka, ini berjalan baru tahun ini saja pak, jadi saya merencanakan kalau ini berjalan anak anak itu akan kami rekrut sebagai karyawan LA dan kalau terus ada yang praktek di kita akan suruh sama membuat proyek baru lagi setelah lulus mereka yang akan mengerjakannya itu, bahkan sama pak vian disuruh ke perusahaan livi lainnya, misalnya PBN untuk mengolah limbah sawit, limbah padi." kata vian
" saya sangat setuju ide idenya itu, bahkan itu bisa dimanfaatkan sama pemerintah untuk membuat proyek yang sama di daerah lain dan contohnya sudah adadi LA, jadi bukan proyek asal asalan, daripada kita mengambil tenaga dari luar negeri." kata pak menteri
" kalau dana proyek tersebut darimana asalnya pak." kata pak gubernur
" karena ini proyek baru kita memakai dana CSR pak sebagian lagi dana promosi kita." kata opik
" besok saya harus lihat." kata pak menteri pendidikan
" kedepannya LA enggak pakai listrik PLN lagi dong." kata pak gubernur
" tetap pakai pak untuk produksi, karena takut juga enggak stabil, kalau memang sudah stabil bisa saja, gapi untuk saat ini kita akan pakai untuk penerangan dan operasioal lainnya." kata opik
Pak bambang, pak menteri UMKM dan pak menteri Sosial datang menemui mereka.
__ADS_1