
Dengan dikawal dari pihak kepolisian vian dan rombongan sampai di rumah makan, vian mengajak para polisi tersebut untuk makan juga. setelah selesai makan vian dan keluarga melanjutkan perjalanan ke kampung tetap dengan di kawal, diperjalanan vian berhenti lagi di supermarket untuk membeli bahan makanan. selesai belanja vian melanjutkan perjalanan jam 3 sore mereka sampai di villa kampungnya vian, vian telepon topan untuk membeli jagung bakar. di kampung itu menjadi heboh karena kedatangan vian yang di kawal polisi. vian pun menyuruh para polisi itu untuk menginap disana. vian membantu neneknya lily masuk ke dalam villa. kang dede dan haris membantu lilis dan evi menurunkan barang dan makanan.
vian menyuruh evi untuk membuatkan kopi dan gorengan. sambil minum kopi dan makan gorengan dan ngerokok, vian mengobrol dengan polisi yang mengawal mereka. vian menanyakan apa yang mereka butuhkan di polsek. pak adi dan bu ningsih mengajak devan jalan jalan dan ke rumah orang tua bu ningsih, bu ningsih menyampaikan bahwa ia berencana mengajak orang tuanya ke kota. vian pun mengobrol sama pak dede mengenai perkembamgan L-Trans.
" Pak de, minggu depan minibus ini akan ada yang sewa, pak dede siapkan saja sopirnya, untuk kepastian nanti saya tanyakan ke ibu." kata vian
" siap pak sepulang dari sini saya akan membersihkan dan tune up." jawab pak dede
" untuk mobil truk dan box freezer harus sudah siap, truk untuk pengangkutan kentang dari jogya, box untuk pengangkutan hasil produksi dari pabrik ke toko toko." kata vian
" iya pak saya sudah koordinasi dengan opik untuk teknisnya." jawab pak dede
" bagus kalo sudah koordinasi." kata vian
sedangkan di dalam villa bu retno mengobrol dengan ibunya. " retno, ibu lihat usaha menantu mu banyak sekali, apa dia bisa memperhatikan lily." kata bu julaeha
" tentu bu vian sangat memperhatikan lily, aku sangat senang akhirnya lily mendapatkan bahagia." jawab bu retno
" syukur kalo begitu, tapi lily bisa bertemu dengan dia itu dimana.?" tanya bu julaeha
__ADS_1
" oh itu bu, dulunya vian itu bekerja di perusahaan lily, mereka dekat dari sana, kebetulan lily dengan suaminya yang dulu sedang tidak akur karena kelakuan si yacob yang suka main cewek, sampai lily minta cerai. setelah cerai hubungan vian dan lily menjadi lebih dekat san mereka memutuskan untuk menikah." jawab bu retno
" kok dia bisa menjadi seperti ini." tanya bu jualaeha lagi
" waktu masih kerja, vian membuka usaha dibidang perlengkapan bayi dan kemarin sudah dikirim ke rina produknya. setelah itu dua buat perusahaan pertanian, lalu mengambil alih perusahaan lily yang tidak berkembang." jawab bu retno
" ibu bahagia kalian sekarang bisa lebih memeprhatikan keluarga." kata bu julaeha lagi
" iya bu ini juga berkat vian, dia selain buka usaha dia selalu memperhatikan keluarganya. sampai pas lily hamil dia menyuruh kami untuk tinggal bersamanya." jawab bu retno
sehabis isya vian menyuruh pak dede untuk menyalakan pembakaran. sedangkan untuk makan malam pun eci dan lilis menyediakan hidangan nasi liwet. mereka pun makan bersama sama. setelah makan vian dan yang lainnya membakar jagung, bu juaeha pun ikut serta dalam acara itu. lily yang senang jagung bakar dia begitu gembira ditambah melihat neneknya ikut menikmatinya. setelah acara bakar bakar selesai vian dan lily masuk ke kamar, melihat devan yang sudah nyenyak. vian dan lily mengobrol di atas kasur. " pah makasih ya udah bikin keluarga aku senang." kata lily
" sama sama sayank, itu kan kewajiban kita untuk bisa menyenangkan orang tua kita." jawab vian, vian pun memeluk lily dan mengecup keningnya. entah siapa yang memulai atau karena suasana, vian dan lily akhirnya bergulat mencari puncak kenikmatan pasangan suami istri hingga mereka tertidur lelap.
jam 3 sore vian dan rombongan sampai di rumah, kakek dan nenek vian di tempatkan di kamar lantai 1. mereka sangat terkesan dengan rumah cucunya itu. jam 5 sore vian mengajak kakek dan neneknya itu berjalan jalan di taman.
"cu, ini rumah kamu besar banget halaman luas, ada kebun, taman, kolam ikan segala." kata pak hardian
" iya pak, vian sengaja biar kita bisa berkumpul disini." jawab vian. vian pun mengajak mereka duduk di gazebo. sambil mendengarkan gemercik air dan suara burung.
__ADS_1
" bapak sama ema mau makan apa, kalo ada yang di pengen bilang ya." kata vian
" iya cu, kita pasti bilang. ini suasananya enak, tenang." jawab pak hardian
" syukur kalo bapak sama ema senang." kata vian
karena sudah sore vian pun mengajak mereka masuk ke rumah, setelah sampai di rumah, vian menanyakan untuk makan malam mau makan apa supaya bisa disiapkan. setelah menu yang keluarganya inginkan vian menyuruh edi untuk membeli makanan ke restoran C, setelah memberikan uang ke edi vian pergi ke kamar untuk mandi sore, setelah mandi vian duduk di balkon sambil melihat laporan sampai magrib.
setelah sholat magrib vian dan keluarga lainnya makan malam bersama. melihat kakek dan neneknya makan dengan lahap vian sangat bahagia, walau tidak sebanding dengan pengorbanan mereka yang telah mengangkat vian dari kampung sampai bisa seperti ini. habis makan vian dan lily pergi ke kamar. didalam kamar mereka pun mengobrol.
" mah besok mau kemana." tanya vian
" paling ke butik pah, mau mastiin yang pesan baju pengantin dan minibus itu. kalo papah mau kemana" kata lily
" papah paling ke L-Trans mau cek truk dan mobil box, karena sudah harus beroperasi." jawab vian
" ya sudah kalo cuma ke L-Trans, papah harus istirahat jangan kecapaian." kata lily
" mamah juga jangan kecapaian, inget di perut mamah ada dede bayi." kata vian
__ADS_1
" iya pah, mamah tau." jawab lily
setelah mengobrol mereka pun tidur karena kecapaian habis perjalanan jauh.