
setelah kejadian itu vian minum kopi dan ngerokok lagi seperti yang tidak terjadi sesuatu.
vian, pak adi, dan pak bowo pergi ke rumah untuk bersih bersih karena sebentar lagi mau dzuhur, selesai sholat dzuhur berjamaah di mushola mereka makan siang bersama.
vian dan lily pamit ke orang tuanya mau istirahat, lalu pergi ke kamar, dan mengecek devan yang sedang tidur. "pah anak kita sudah 1 tahun aja ya."kata lily. "iya sayank." jawab vian. mereka pun tidur siang bangun bangun sudah jam 4 sore, vian dan lily pergi mandi dan melaksanakan sholat ashar berjamaah. devan di mandikan lilis
terdengar di ruang keluarga ribut, vian dan lily pun bergegas kesana. "bu, ada apa ini." tanya vian.
"si ika aa, tadi minta dibuatkan kopi hitam ke evi, terus dia kemasukan gini." jawab bu ningsih.
vian pun mendekati ika yang masih kesurupan. saat vian dekat sama ika, dia langsung ngomong "cu, kamu gak usah banyak fikiran, urusan yang mau nyelakain kamu udah kakek urus, kamu sekarang jangan sampai lupa ibadah. kamu jangan terpengaruh tentang penilaian orang kepada kamu, kalau itu baik menurut hati kamu. lakukan. ". " iya kek, terimakasih atas nasehatnya. saya mohon kakek keluar dari tubuh ika sekarang." jawab vian. setelah vian bicara ika pun sadar.
orang yang ada disana bengong akan kejadian tersebut. "ka, kamu jangan banyak bengong ya." kata vian. "iya aa, ika juga gak tau bisa kaya gini." jawab ika.
ini bentuk kasih sayang leluhur kita, aa salah, setiap kita ke kampung, kita lupa ziarah ke makam leluhur kita. vian menjelaskan.
"iya... nanti kali kita ke kampyng lagi kita ziarah ke makam leluhur kamu." kata pak adi
"pah, kemaren pingsan itu gara gara ada yang mau mencelakakan papah?" kata lily.
" iya sayank, katanya ada yang gak suka sama papah." jawab vian.
"kenapa sih, zaman sekarang udah modern masih ada kaya gitu!, dan perasaan aku papah gak pernah nyakitin siapapun." tegas lily.
" yank... kita gak tau hati orang, kita berbuat baik belum tentu menurut orang lain itu baik,. kita ambil hikmahnya aja atas kejadian ini" jawab vian
"terus papah mau gimana?".
"ya.. papah gak akan lakukan seperti yang mereka lakukan. papah terima ini, tapi papah gak akan terima kalo itu ditujukan kepada keluarga papah. orang lain boleh menghina papah, tapi kalo udah mengarah kepada keluarga apalagi nyakitin, papah gak akan tinggal diam." jawab vian. sekarang dengan kejadian ini, besok papah akan mencari tenaga pengamanan buat papah dan kalian.
" iya bagus itu vian, itu bentuk ikhtiar kita, bapak kenal sama orang yang bisa menyediakan tenaga pengawalan, nanti bapak coba telepon." kata pak bowo.
" iya pak, terimakasih." jawab vian
karena sudah waktunya sholat magrib mereka pun pergi ke mushola sholat berjamaah, setelahnya mereka duduk di meja makan.
" aa, besok bapak mau ke tempat pak lukman." kata pak adi
"emang ada keperluan apa, bapak kesana?" jawab vian
"tadi siang dia nyuruh bapak besok pergi kesana."
"ya sudah ajak aja pak dede untuk nganter bapak, lagian aa gak akan kemana mana dulu."
"iya aa bagus itu." jawab pak adi
setelah makan selesai, gak lama evi datang ke meja makan "pak maaf, tadi pak dede bilang mau ketemu bapak."
__ADS_1
" oh... sebentar lagi saya kesana. terimakasih ya." jawab vian
vian pun beranjak keluar rumah, terus dia menyalakan rokok. nyamperin pak dede.
" pak de, kata evi may ketemu saya, ada apa?". tanya vian
"iya pak maaf mengganggu waktu bapak. tadi saya mendengar teh ika kemasukan dan bapak tadi pingsan lagi, jadi saya telepon temen menanyakan tetang kondisi bapak." jawab pak dede
"terus kata temen pak dede gimana?" jawab vian penasaran
"tadi dia bilang gak apa apa, tapi dia menyarankan kalo bisa disini mengadakan pengajian untuk mengirim doa ke leluhur bapak, itu hanya saran saja pak." jawab pak dede
"iya terimakasih perhatian kalian kepada saya, saran yang bagus itu, memang kefikiran juga sama saya. ya udah besok kita mengadakan pengajian disini. oh iya pak de, tau yang bisa pijit, badan saya rasanya remuk."
"ada pak, bapak mau sekarang." tanya pak dede
"iya kalo bisa, habis isya aja." jawab vian
"ya sudah saya izin permisi mau tanya dia mau atau tidak." jawab pak dede.
pak dede pun pergi mau menjemput tukang pijit. vian juga pergi masuk ke dalam rumah, lalu pergi ke mushola untuk sholat isya.
setelah sholat vian pergi ke kamar bertemu lily.
"yank, papah mau di pijit ya, pak dede lagi jemput tukang pijitnya, badan papah rasanya remuk.," kata vian
" iya pah gak apa apa, maaf aku gak bisa mijit." jawab lily.
terdengar suara ketukan pintu. tok...tok..tok, permisi pak bu, di luar ada pak dede sama tukang pijit.
"oh iya vi, sebentar saya turun ya, suruh masuk aja ya samq tolong buatkan minum " jawab vian
"baik pak." jawab evi
ya udah mamah sayank papah mau ke bawah dulu mau dipijit. vian pun pergi ke bawah disana sudah ada pak dede san temannya.
"pak ini riki yang mau mijit bapak." kata pak dede
"iya pak de, pak riki terimaksih udah menyempatkan waktunya." jawab vian
" gak apa apa pak, saya juga gak ada kerjaan kok." jawab riki, mau sekarang aja pak dipijitnya biar gak terlalu malam lanjut riki
"baik disini aj ya gak apa apa kan." "gak apa apa pak, silahkan bapak tiduran."
vian pun tiduran disana, sudah beberapa menit, tapi belum ada rasa pijitan. vian melihat riki mengeluarkan keringat padahal mijit pun belum.
" pak riki kenapa, kalo bapak sakit gak jadi juga gak apa apa." tanya vian
__ADS_1
"gak apa apa pak, sebentar, ini salah saya, saya gak permisi dulu." jawab riki
" emang kenapa pak." tanya vian heran.
"ini pak, pas saya mau mijit, saya dihalangi 2 orang yang 1 berjubah putih dan yang 1 berjubah hitam, di sangkanya saya mau mencelakakan bapak. " jelas riki.
silahkan pak tiduran kembali, kita mulai mijitnya saya sudah menjelaskan kepada mereka.
pijitan pun sudah terasa di kaki vian, terus ke badan dan riki menyuruh vian duduk. karena dia mau pijit kepala.
setelah selesai vian pun memakai baju kembali, vian merasa kalo pak riki belum punya kerjaan tetap dia mau menyuruh dia kerja bantuin pak selamet jaga rumah dan bantuin indra ngurus taman dan kebun. vian merasa pak riki orang baik
"o iya pak riki, maaf bapak kerja dimana sekarang?" tanya vian
"oh saya gak ada kerjaan tetap pak, palingan kalo ada panggilan aja jadi kuli bangunan." jawab riki
"kalo bapak mau, bapa bisa kerja disini bantu pak selamet sama pak indra ngerawat taman dan kebun serta kolam ikan." kata vian
" saya sangat berterima kasih sekali, karena bapak mau menerima saya kerja disini." jawab riki
" ya udah besok aja mulai kerja, pak dede nanti yang kenalin ke pak selamet sama pak indra ya ." jelas vian.
"baik pak, besok saya akan kenalin ke mereka, oh iya bapak besok gak ada rencana kemana mana kan." jawab pak dede
"gak pak de, lagian kan besok mau ada pengajian," jawab vian
ini pak riki ongkos memijitnya terimakasih yaa badan saya jadi entengan. "jangan pak gak usah lagian saya kan akan kerja sama bapak." pak riki menolak pemberian dari vian
"udah terima saja buat keluarga pak riki, ini juga kan hasil kerja pak riki." jawab vian.
" o iya pak besok acara pengajian jam berapa pak." kata pak dede
"habis dzuhur aja sekalian kita makan siang bersama. oh iya pak de kalo bisa temen pak dede bisa hadir" jawab vian
" baik pak saya sampaikan ke beliau." jawab pak dede
pak dede dan pak riki pun pamit pulang. vian pun menyampaikan keinginannya kepada orang tua dan mertuanya
" pak bu besok vian mau mengadakan acara pengajian ba'da dzuhur disini, gimana?" tanya vian
"oh itu bagus vian." jawab orangtua dan mertuanya.
setelah itu vian pun pergi ke kamar dan menyampaikan acara besok ke lily
"yank papah besok habis dzuhur mau ngadain pengajian ya disini." kata vian
" iya pah.. besok aku pesan catering aja ya untuk makan siangnya." jawab lily
__ADS_1
"iya mah, makasih ya sayank." jawab vian lalu memeluk istrinya dan mencium bibir lily.
ah papah habis di pijit jadi buas begini, mereka pun melakukannya sampai mereka tertidur, berpelukan di bawah selimut.