Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Walikota


__ADS_3

Di pagi hari seperti biasa vian bangun lalu membangunkan bella, karena sebelum tidur tadi bella ingin bermain lagi sambil mandi bersama. Vian meminum air putih lalu pergi ke kamar mandi, tak lama bella datang cucu muka, lalu dia menarik vian pergi lagi ke atas kasur, gairah di pagi hari pun muncul, mereka pun melakukannya lagi . Setelah itu mereka mandi bersama. Setelah berpakaian mereka merapihkan barang bawaan lalu pergi check out dan kembali ke rumah. Di rumah orang orang masih di dalam kamar, vian masuk ke kamar ganti baju lalu pergi ke gazebo. Bella datang membawa kopi panas dan duduk disebelah vian.


jam 6.30 pak wanto datang. " eh nak vian sama nak bella udah disini aja."


" iya pak, pengen ngopi nih, bapak mau ngopi juga." kata vian


" bapak sudah buat teh nih." kata pak wanto


tak lama bella menerima telepon dari teman temannya bahwa mereka sudah ada di depan pintu rumah. Bella pamit lalu pergi ke depan menjemput teman temannya, tak lama bella datang berserta teman temannya.


" assalamualaikum, selamat pagi mas, om." kata mereka


"waalaikumsalam, pagi juga semuanya, kalian sudah bawa perlengkapannya kan." kata vian


" sudah mas," kata mereka lalu menyerahkan berkasnya


" iya udah kita ke dillas cafe ketemu sama orang dari kantor imigrasi, kalian mau ikut." kata vian


" boleh mas." kata mereka. Vian pamit ke pak wanto lalu pergi ke kamar berganti pakaian dan membawa jas serta mengambil berkas, setelah itu pergi ke dillas cafe. Vian mengirim pesan ke pak yudi supaya ke cafe aja jangan ke rumah, vian menyuruh pak win yang sudah ada disana untuk membuka cafe terlebih dahulu.


Tak lama ibu winda dari kantor imigrasi datang, vian mengajak beliau duduk.


" selamat pagi bu, maaf loh saya jadi merepotkan ibu, ngomong ngomong ibu maj minjm apa." kata vian


" terimakasih pak, enggak kok pak, ini juga tugas saya pak, boleh saya lihat berkas berkasnya pak." kata ibu winda. Vian memberikan berkas kepada bu winda. Bu winda pun memeriksa kelengkapan berkas.


" ini sudah lengkap pak, kalau begitu saya pamit ya pak." kata ibu winda


" untuk biayanya bagaimana bu. Saya transfer atau titip ke ibu saja. Nanti kira kira jam berapa bu ya." kata vian


" boleh titip saya saja pak, nanti saya input dan saya lakukan pembayarannya." kata ibu winda

__ADS_1


" nanti kalau kurang kabari saya saja, saya transfer." kata vian, lalu menyerahkan uang


" terimakasih banyak pak, nanti saya kabari jam berapa datang ke kantor imigrasinya. Kalau begitu saya pamit." kata bu winda lalu dia pergi.


" bell kamu jadi ke kampus." kata vian


" jadi mas, kalau boleh aku pake mobil putih." kata bella


" iya sudah kalau begitu pakai aja, mau berangkat jam berapa?, biayanya berapa." kata vian


" sekarang aja aku ke kampusnya biar nanti tenang, biayanya udah aku bayar mas, kan aku udah gajian." kata bella


" kalau begitu mas pergi ke lokasi perumahan dulu ya, nanti kabar kabar aja." kata vian


" iya mas, nanti kita berkabar aja." kata bella. Vian pun pamit ke mereka lalu menyuruh pak wahyudi memberikan kuci mobil putih ke bella, setelah itu vian pergi ke lokasi perumahan. Dan bella beraama teman temannya pergi ke kampus. Disana sudah dipasang tenda dan alat alat untuk peresmian spanduk pun sudah dipasang. Vian duduk di kursi tamu dan meminum kopi kemasan yang dibeli kemarin. Lalu menyalakan rokoknya, vian pun mengobrol bersama pak daryat dan tim L-Pro.


Jam 9.15 menit rombongan walikota datang, vian menyambut pak walikota dan membawa beliau duduk di kursi.


"bagaimana kabarnya pak, terimakasih atas kehadirannya." kata vian


" betul pak, kalau ada waktu bisa nanti kesana untuk meninjaunya." kata vian


" siap, saya ada waktu kok." kata pak walikota.


Acara peletakan batu pertama pembangunan perumahan LAD's Residence dimulai. Walikota pun memberikan sambutannya. Tim L-Pro pun mempresentasikan perumahan yang akan di bangun di lokasi tersebut. Setelah itu prosesi peletekan batu pertama dan penandatanganan prasasti oleh pak walikota pun dilakukan, acara pun selesai. Vian mengajak pak walikota untuk meninjau pabrik LCI. Vian pun menjelaskan kepada pak walikota proses produksi disana, beliau juga mewancarai karyawan, " bagaimana enak kerja disini.", " enak sekali pak, kami diperlakukan dengan baik." kata karyawan LCI.


" apa kalian betah kerja disini." kata pak walikota


" sangat betah pak, apalagi mau dibuatkan perumahan buat kami yang selama ini mengontrak rumah." kata karyawan


" apa hanya karena itu." kata pak walikota

__ADS_1


" enggak pak, gaji yang kami terima pun lebih baik dari pabrik lainnya, dan kami diberikan makan gratis yang sangat layak, jadi gaji kami tidak banyak keluar untuk biaya makan." kata karyawan.


vian juga mengajak pak walikota berkeliling pabrik sampai ke area istirahat karyawan.


" benar benar pak vian memperlakukan karyawannya seperti ini, saya salut, ini luar biasa sesuai dengan keterangan waktu itu." kata pak walikota


" biasa saja pak, mengapa saya melakukan ini, karena saya pernah merasakan apa yang karyawan rasakan sekarang." kata vian


" pantas saja saya juga mendapat informasi dari dinas ketenagakerjaan perusahaan ini menjadi tujuan para pencari kerja." kata pak walikota


" alhamdulillah kalau begitu, tapi jujur saja pak kami belum bisa begitu banyak menyerap tenaga kerja yang banyak, mudah mudahan ke depannya saya akan membuka cabang usaha saya disini jadi setidaknya bisa merekrut karyawan dari daerah ini." kata vian


" syukur kalau begitu pak. Saya mendukungnya." kata pak walikota


" salah satu perusahaan yang akan ada disini yaitu perusahaan BLS nanti kita bisa kerjasama dengan para pelaku UMKM disini, selain memberikan permodalan kami juga melakukan pendampingan untuk mereka uang tertarik bergabung dengan kami." kata vian


" iya nanti kita akan adakan seminar dan saya harap pak vian bisa menjadi narasumbernya." kata pak walikota


" siap pak, kabari saja sebelumnya, karena saya dan keluarga serta jajaran manajemen dan distributor perusahaan saya akan melakukan ibadah umroh, kebetulan pak Bamabang, pak gubernur B, pak Gubernur D dan pak Bupati KBB ikut dalam perjalan tersebut." kata vian


" wah luar biasa, kalau begitu saya pamit pak karena ada kerjaan lain, mudah mudahan lain waktu kita bisa mengobrol." kata pak walikota


" iya pak sama sama, saya juga mau ke kantor Imigrasi antar keluarga membuat pasport. Terimakasih atas bantuan bapak dan terimakasih atas kesedian bapak hadir di acara kami serta kunjungannya." kata vian.


Vian dan pak Rudi pun mengantar rombongan walikota ke tempat parkir, setelah rombongan walikota pergi ke kantin memesan kopi lalu menyalakan rokoknya.


" di dalam saja pak ngopinya." kata pak rudi


" disini saja pak rudi, biar lebih santai. Oh iya, apa sudah ada komunikasi masalah produk dengan tim jakarta." kata vian


" sudah pak, dan kita sekarang sedang melakukan uji coba produk baru." kata pak rudi

__ADS_1


" bagus kalau begitu." kata vian


tak lama vian mendapat pesan dari Ibu winda bahwa untuk melakukan wawancara dan pemotretan bisa dilakukan jam 11an. Vian pun mengirim pesan ke bella dan pak wanto supaya bertemu di kantor imigrasi saja.


__ADS_2