Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Selalu Merendah


__ADS_3

Mereka mengobrol, saling becanda, susana kekeluargaan terasa.


" disini memang banyak yang tinggal pak." kata pak kapolres


" betul pak, itu kakek dan nenek saya, itu bapak dan ibu saya, yang itu bapak dan ibu mertua saya, dan yang itu isteri saya. Kalau yang disana itu adik dan adik ipar sama teman temannya. Mungkin nanti akhir bulan ini akan penuh disini, oh iya sekalian mau minta tolong juga ke pak kapolsek untuk memantau daerah ini akhir bulan nanti karena kami akan melaksanakan ibadah umroh." kata vian


" siap pak, nanti saya suruh anggota untuk patroli kesini, tapi ada kan yang jaga, kalau boleh saya minta nomor kontak bapak." kata pak kapolsek


" ada pak, boleh." kata vian lalu memberikan nomor kontaknya ke pak kapolsek


" bro kalau perlu kamu tambah pengawal lah, kalau kamu perlu saya akan rekomendasikan orang dari kesatuan, melihat pengawal kamu yang sekarang masih terlalu lembek." kata endris


" boleh, saya memang perlu untuk jagain isteri isteri saya." kata vian


" setuju pak vian, soalnya sekalian ngawal isteri saya juga kan." kata pak bambang


" kalau memang pak vian perlu pengawalan pihak kami juga bisa pak kalau memang diperlukan." kata pak kapolres


" terimakasih atas perhatiannya, nanti saya akan bicarakan dengan isteri saya." kata vian


" kamu ajukan aja permohonan memegang senpi, kamu udah jago nembaknya juga, dan saya yakin kamu enggak akan dipakai buat so soan, berlaga gitu." kata endris


" lihat aja kondisi kedepan seperti apa bro, saya takut jadi sombong karena megang senpi," kata vian


" kalau bapak mau bisa latihan bareng kita pak kalau ada waktu." kata pak kapolres


" wah asyiik juga tuh pak, boleh pak, kalau latihan saya mau." kata vian


" nanti saya kabari ke bapak, saya meminta kontak bapak saja." kata pak kapolres, vian pun memberikan kontaknya ke pak kapolres


" ayo pak dicoba jagung bakarnya, mau dibuatkan kopi, atau susu." kata lily


" buatkan susu panas aja mah, kalau papah kopi ya." kata vian. Lily pun menanyakan kepada anggota polisi lainnya. Setelah itu dia menyuruh mirna untuk membuat kopi dan susu panas.


mereka menikmati susu dan jagung bakar sambil mengobrol dan becanda.


" ini jagung bakarnya enak pak." kata pak kapolres


" saya baru menikmati jagung bakar disini, ini di jual dimana pak." kata pak kapolsek


" itu ada di swalayan disebelah cafe tadi pak, kalau perlu jagung buat anggota di polres dan polsek bilang saja, atau kambing untuk kambing guling kalau ada acara disana." kata vian


" kalau ke dia ngomong aja pak, kalau enggak ngasih ambil sendiri di kandangnya." kata endris

__ADS_1


" itu kamu bro, setiap acara ke kandang." kata vian sambil ketawa


" kamu nyiapin kan buat saya." kata endris


" biar kamu greng." kata vian


" ini enak rumahnya pak, saya jadi betah disini." kata pak kapolres


" iya kolam renangnya besar, yang penting punya nyali aja." kata endris


" memang kenapa pak." kata pak kapolres


" kalau memang bapak berani tuh depan kolamnya besar." kata endris menunjuk danau buatan.


" bisa aja nih pak endris." kata pak kapolres


" jadi danau itu dibuat untuk pak vian aja, soalnya area umumnya hanya sebelah sana aja." kata pak bambang


" ibu udah malam kita pulang yu." kata pak gubernur


" tanya anaknya aja." kata ibu zahra


" azka kita pulang yu sudah malam, nanti kita kesini lagi." kata pak gubernur


" azka mau menginap disini pak, besok mau naik kuda sama devan." kata azka


" iya pak sudah disiapkan kok kamarnya." kata lily


" kalau enggak ada juga pak gub bisa di rumah saya." kata pak bambang


" iya gimana lagi kalau sudah begini, jadi tambah merepotkan pak vian saja." kata pak gubernur


" apalagi nanti sudah jadi tuh kamar dan messnya." kata pak bambang


" tenang pak 2 minggu lagi jadi." kata vian


" kalau begitu saya pamit undur diri pak, terimakasih banyak nih makanannya." kata pak kapolres


" sama saya juga pak, pamit undur diri, terimakasih atas jamuan, kalau ada apa kabari saya saja pak." kata pak kapolsek


" sama sama pak, jangan kapok saja kalau main kesini lagi." kata vian. Pak kapolres dan pak kapolsek pun pergi, vian mengantar mereka ke depan, setelah mengantar mereka vian kembali ke gazebo sambil menyalakan rokoknya. Vian meminum kopi dan makan jagung bakar. Vian menyampaikan progres pembangunan pabrik ke pak bambang.


" wah bisa cepat beroperasi dong ya." kata pak bambang

__ADS_1


" iya tinggal menunggu mesin mesinnya datang aja." kata vian


" saya salut sama kamu bro, jago banget bisnisnya." kata endris


" enggak lah, saya harus banyak belajar juga." kata vian


" pak vian bisa saja, selalu merendah." kata pak gubernur


" pah si aa pengen naik kuda, dia ngajak azka dan anak anaknya pak endris." kata lily


" iya sudah nanti bawa minibus sama mobil pribadi aja, jadi kita kesananya jam 7, jam 9an kita pulang naik mobil pribadi." kata vian


" iya udah kalau begitu, lagian nanti disana ada shinta. tadi mamah udah ngobrol sama dia." kata lily.


" pak kita menginap disini aja ya." kata ibu sisil


" terserah ibu aja," kata pak bambang


" pak rumah saya jual ke bapak saja ya, sebagai setoran modal, jadi saya numpang sama pak vian aja." kata pak bambang


" boleh pak, enggak masalah." kata vian


karena sudah malam mereka pun bubar, mereka pergi ke kamar untuk istirahat. Vian dan lily pun masuk ke kamar sedangkan astrid dan dilla sudah dari tadi masuk.


Setelah masuk kamar lily memeluk vian, dia bergelayutan.


" mamah kenapa sih, ada apa ini." kata vian


" enggak boleh mamah kaya gini, terus yang boleh siapa?," kata lily


" boleh dong, tapi tumben aja gitu mamah kaya gini." kata vian


" maafin mamah ya, kalau belum bisa menjadi isteri yang baik." kata lily


" papah yang minta maaf, kalian masih harus bekerja, papah bukan orang baik yang sempurna, papah masih banhak melakukan dosa, untuk itu papah memohon maaf kalau sudah mengecewakan kalian." kata vian, dia pun pergi ke sofa


" papah udah kerja keras buat kita, aku bahagia sudah jadi isteri papah." kata astrid


" papah kurang istirahat karena terus mengusahakan yang terbaik buat kita, aku bahagia menjadi isteri papah." kata dilla


" pah, kalau ada yang tidak berkenan dari kita, tolong papah bicarakan sama kita ya, aku bahagia dan bangga punya suami seperti papah, tapi kita merasa papah......." kata lily. Vian memotong pembicaraan


" kalau kalian merasa papah berubah, cuek, tidak lagi sayang keluarga, perlu kalian ketahui papah melakukan ini semua buat keluarga, papah banyak salah kepada kalian, papah enggak mau anak anak papah merasakan apa yang pernah papah rasakan dulu. Apa yang sekarang papah dapatkan saat ini, kalau hanya untuk papah sendiri, papah merasa sudah lebih dari cukup, lebih dari seribu orang saat ini yang menggantungkan kehidupannya kepada kita itu juga yang harus difikirkan." kata vian

__ADS_1


" kita memang jarang berkomunikasi seperti ini, mungkin ada yang kalian fikirkan tentang papah, dari awal papah menikahi kalian, papah merasa tidak pernah memaksa kalian untuk mencintai dan menyayangi papah. Tapi jika sekarang kalian tidak lagi menyayangi dan mencintai papah, tidak senang kepada papah, apalagi jika ada orang yang jauh lebih baik dari papah yang akan menyayangi kalian, papah akan ikhlas melepas kalian, dan jika anak anak kedepannya akan menjadi beban buat kalian papah akan bawa mereka. Jangan takut untuk harta yang ada sekarang ini, papah akan serahkan kepada kalian, silahkan saja kalian atur bagaimana. InsyaAllah enggak akan sampai mengemis untuk anak anak. Kalian enggak perlu memikirkan bagaimana papah dan anak anak." lanjut vian.


lily, astrid dan dilla mereka saling menatap lalu duduk disebelah vian.


__ADS_2