
Semenjak awal masuk kamar vian melihat para isterinya sudah tidur nyenyak jadi dia pergi ke sofa dan tidur disana karena gak mau ganggu tidur isterinya itu.
Di pagi hari seperti biasa vian membangunkan isteri isterinya itu untuk sholat berjamaah, selesai sholat vian pamit ke gazebo dan membawa laptopnya, lalu membuat susu panas dan pergi kesana.
Sampai di gazebo vian minum susu lalu menyalakan rokok dan menghidupkan laptopnya setelah itu membuka laporan dari setiap usahanya. Di laporan tersebut opik memberikan informasi bahwa ada tanah sekitaran pabrik LA seluas 2,7 hektar dengan kondisi sesuai dengan harga 3,7 milyar dan masih bisa nego. Vian pun menerima RAB pembuatan pabrik.
Vian melihat laporan omzet LNI mengalami penurunan di produk pakaian bayi, dan penjualan online belum berjalan maximal. Dari hasil laporan tersebut vian bisa mengevaluasi dan membuat strategi kedepannya.
Selesai melihat laporan vian kembali ke kamar, vian melihat Lily, Astrid dan Dilla sedang mengobrol.
" ada apa nih, bukannya siap siap." kata vian
" pah ini ada kejutan dari astrid dan dilla, aa sama de qinar bakalan punya adik." kata lily
" Alhamdulillah, serius kalian sedang hamil." kata vian
" dari hasil test sih garis 2, nanti habis dari pembukaan toko mbak mau ajak kita ke rumah sakit sebentar..Bolehkan?." kata astrid
" iya tentu boleh dong, tapi maaf ya kalau mas gak bisa antar, gakut nanti ada tamu yang harus mas temui." kata vian
" iya gak apa apa mas, lagian mbak udah mengatur jadwal sama dokter kandungannya." kata astrid
" iya mas gak apa apa." kata dilla
" iya udah kalian siap siap, kita harus ke ruko menata produk dan nanti akan ada karyawan yang akan bantu, kalian jangan cape cape." kata vian
" papah udah cari karyawannya memangnya." kata lily
" udah dong." jawab vian
Mereka pun siap siap untuk pergi ke ruko lily, astrid dan dilla memakai pakaian yang sama yang dibeli waktu dilla ulang tahun. setelah sarapan vian, lily, astrid, dilla, pak bambang dan ibu sisil pergi ke ruko.
__ADS_1
" kita nanti nyusul ya." kata ibu retno
" iya bu, minta tolong si aa sama de qinar juga ajak." kata lily
" iya tenang aja." kata ibu retno
Mereka pun pamit lalu pergi ke ruko, ika, bella, lusi dan mitha sudah dari tadi berada disana, karangan bunga ucapan selamat pun sudah berjajar didepan ruko, di ruko LAD's sudah ada Winda dan Mila temannya ika yang mau bekerja di LAD's, vian pun pun mewawancarai mereka, setelah itu mereka vian menyuruh meraka membantu merapikan produk dan mempelajari produk tersebut, untuk angkut barang barang vian meminta pak riki, pak dede dan pak wahyudi yang membantu.
Penataan toko pun selesai lily, astrid, dilla, dan ibu sisil mengatur dibantu winda dan mila. tak lama ika, bella, lusi dan mitha pun datang ke toko LAD's, lalu ika, lusi dan mitha menemui temannya Winda dan Mila, vian menyuruh mereka untuk sarapan terlebih dahulu di cafe yang sengaja vian suruh lebih pagi. Vian bersama pak bambanh pun pergi ke cafe memesan kopi dan menyalakan rokoknya.
" waduh jadi gak enak begini seharusnya bapak tuh duduk di sofa tamu kehormatan." kata vian
" ini kan pembukaan toko usaha istri dan bukan acara kenegaraan, pantas dong saya juga seperti bapak, saat ini posisi saya sama lah dengan bapak, saya malahan terimakasih kepada bapak dan keluarga, jujur saja pak saya sangat bahagia melihat antusias istri, selama ini saya belum lihat seperti ini sebelumnya." kata pak bambang
" sama pak lily juga semenjak kehadiran astrid dan dilla semangat untuk usahanya meningkat walaupun terkadang ego dia sebagai isteri pertama ada juga." kata vian
" saya lihat mereka seperti kembar pak, apalagi pakai pakaian sama." kata pak bambang
" oh iya pak, rumah no 8 jadi saya beli sekarang karyawan saya sedang melakukan transaksi. tapi jangan bilang bilang dulu ya, saya pengen buat kejutan buat istri, dan memang setelah saya tinggal di rumah bapak jauh lebih enak dan santai." kata pak bambang
" wah selamat pak, kenapa dulu saya beli disini karena akses kemana mana mudah. semoga rumahnya membawa kebahagiaan dan keberkahan." kata vian
" Aamiin." kata pak bambang
Tamu undangan yang vian sengaja undang mulai berdatangan, tak lama rombongan pak gubernur pun datang. Vian dan pak bambang menyambutnya bersama yang lainnya.
" selamat datang pak, terimakasih sudah menyempatkan waktunya." kata vian
" sama sama pak, oh iya pak bambang kok sudah disini aja." kata pak gubernur
" saya dari pagi pak Gub, soalnya ini usaha pertama istri." kata pak bambang
__ADS_1
Vian membawa pak gubernur dan pak bambang untuk memotong pita sebagai penanda bahwa toko LAD's dibuka
" selamat ibu lily, ibu astrid, ibu dila dan ibu sisil atas pembukaan toko LAD'snya, semoga terus berkembang dan memberikan manfaat untuk semua orang." kata pak gubernur
" terimakasih pak Gubernur." kata mereka
Vian pun membawa masuk pak gubernur melihat lihat toko lalu membawa pak gubernur ke toko SPI untuk meresmikan pembukaan toko tersebut. Pak gubernur dan pak bambang pun memotong pita yang terletak di depan pintu toko.
" selamat atas pembukaan tokonya semoga perusahaannya berkembang dan bisa memberikan manfaat buat orang lain." kata pak gubernur
" terimakasih pak." kata ika, bella, lusi dan mitha
Vian pun mengajak melihat lihat toko sambil mengobrol, 30 menit berada disana pak gubernur pun pamitan karena ada acara lainnya.
" terimakasih pak Gub atas waktunya." kata vian
" sama sama pak, oh iya lusa jadi ya kita ke KBB." kata pak gubernur
" siap pak, saya tunggu." kata vian
Rombongan pak gubernur pun pergi, suasana toko pun rame dengan orang orang yang tadi melihat kedatangan pak gubernur dan ingin melihat dan membeli produk yang ada disana dan karena ada program discount juga.
" pak saya juga pamit ya karena ada rapat, saya titip lagi istri." kata pak bambang
" baik pak, terimakasih banyak atas dukungannya." kata vian
" sama sama pak, seperti sama siapa aja." kata pak bambang lalu pergi menuju tempat akan diadakannya rapat.
Vian kembali ke toko LAD's, melihat antusias pembeli, vian juga memperbolehkan orang orang yang datang untuk mencoba kosmetik LAD's. Setelah selesai disana vian melihat ke toko SPI disana pun sama ramai, ada yang langsung daftar menjadi agen atau reseller.
Vian menemui pak abe dan yang lainnya dari LNI dan membawa mereka ke cafe, disana vian menanyakan kondisi perusahaan, kendala kendala yang dihadapi dan solusinya seperti apa.
__ADS_1