
Setelah siap semuanya, vian pun pamit ke opik, lalu pergi menuju kantor gubernur, jam 7 mereka sampai di kantor gubernur, tak lama pak gubernur datang, mereka pun langsung berangkat menuju daerah PA. Setelah menempuh perjalanan 4 jam mereka sampai di lokasi kantor daerah PA. mereka disambut kepala daerah disana, pak gubernur pun mengenalkan vian kepada kepala daerah disana. Pak bupati pun membawa mereka ke ruangan pertemuan, terlihat bahwa disana sudah benar benar dipersiapkan. Yang hadir disana adalah kepala dinas yang ada di kabupaten tersebut.
" terimakasih pak gubernur, pak vian sudah mau hadir ke tempat kami, mohon maaf apabila penyambutannya tidak memuaskan." kata pak bupati
" terimakasih pak bupati, para kepala dinas, memang kehadiran saya kesini diluar rencana awal dan terkesan mendadak, akan tetapi yang hatus saya tekankan adalah dengan kehadiran saya saat ini harus membawa perubahan khususnya untuk daerah ini umumnya provinsi D yang kita cintai ini. Kedatangan saya kali ini di dorong oleh pak vian, beliau ingin supaya para petani dan nelayan bisa menaikan tarap hidupnya, dan profesi sebagai petani tidak dianggap rendah. Karena merasa visinya sama dengan saya maka saya juga menjadi antusias dan beliau ini menurut saya bisa dijadikan contoh bagiamana bisa memajukan daerah asalnya, beliau lahir di suatu kampung daerah KBB, mungkin bapak dan ibu yang hadir mengetahui bagaimana kondisi disana sekarang, penurunan angka pengangguran, kehidupan para petaninya. beliau adalah pemilik perusahaan LA, saya tidak akan memaksakan kepada bapak ibu untuk bekerjasama dengan perusahaan beliau, tapi lihatlah bagaimana beliau mencintai tanah kelahirannya, selama ini beliau membangun perusahaannya pun saya dan pak bupati disana tidak pernah dilibatkan dalam artian beliau tidak memanfaatkan koneksinya untuk membantu perusahaannya, malahan beliau yang membantu kinerja kami semakin mudah. Disini kita diskusi saja, kalau ada masalah silahkan disampaikan. Mungkin pak vian ada tambahan." kata pak gubernur
" terimakasih pak gubernur, pak bupati, para kepala dinas yang terhormat, perkenalkan nama saya vian, alhamdulillah saat ini saya menjadi pemilik perusahaan LA, perusahaan saya ini bergerak di bidanh agrobisnis dan pengolahan, mungkin dari yang hadir disini pernah mendengar produk Livi, ada sosis, susu, ikan, nuget dan lainnya. Dalam bisnis tentunya kita mengejar profit, tentunya untuk mengejar profit tersebut kita jangan sampai melakukan hal hal yang kurang baik, dan hal bisnis pun kita jangan sampai ada win loss jadi yang saya harapkan adalah win win, jadi setiap yang terlibat disana merasakan keuntungan, dengan begitu bisnis kita akan langgeng, tidak mengharapkan dukungan dari seseorang memanfaat seseorang supaya bisnia kita berjalan lancar. Apabila di daerah ini ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan saya silahkan enggak juga enggak jadi masalah, jujur saja saat ini saya sedang membutuhkan supply ikan, jadi jika ada ada yang kesulitan untuk menjual silahkan hubungi kami. Dan kami juga membutuhkan hasil pertanian lainnya. Untuk harga itu kami akan menyesuaikan dengan pasaran. InsyaAllah tidak akan ada yang di rugikan, kemarin saya sudah berbicara dengan kepala dinas provinsi bahwa silahkan yang bertransaksi dengan kami itu mereka tapi harus jelas legalnya, saya sarankan untuk membuka koperasi jadi yang bertransaksi dengan kami koperasi tersebut, mari kita sama sama membangun daerah ini dengan tapa merugikan siapapun apalagi merugikan negara, apalagi bapak dan ibu sebagai ASN yang jelas jelas akan diawasi. Kalau begitu kami hanya calo dong pak, bapak ibu sebagai ASN memberikan penyuluhan pendampingan kepada para petani dan nelayan, disisi lain hasil dari itu bapak juha akan mendapatkan hasil selain dari gaji bapak ibu sebagai ASN yaitu pembagian hasil usaha dari koperasi, menurut saya itu cara yang elegan, cara yang baik untuk mendapatkan penghasilan. Kerjaan bapak ibu terpenuhi, para petani dan nelayan juga mendapatkan keuntungan atas bantuan bapak ibu. Dan bapak ibu juga bisa mendapatkan hasilnya juga. Menurut saya itu win win solution. Mari kita diskusi saja, terimaksih atas waktu yang diberikan." kata vian
__ADS_1
" selain KBB daerah mana lagi yang sudah bekerja sama dengan bapak." kata salah satu kepala dinas
" daerah provinsi J, dan daerah M provinsi L, minggu depan saya juga sama di ajak berdiskusi dengan dinas dinas terkait disana, mengapa saya sama mau diajak pak gubernur, saya ingin melihat daerah saya dulu yang maju, akan tetapi saya juga tidak bisa melepaskan daerah lain yang mengajak kerjasama dengan kami apalagi ada potensi bagus disana dan bisa menghargai dan menghormati. Mohon maaf bukan mau menyepelekan daerah sendiri tapi terkadang daerah sendiri itu yang menutup diri untuk diajak maju, saya sebagai pebisnis harus juga melihat faktor tersebut karena sudah berkorban waktu malahan disepelekan sedang ada potensi di daerah lain yang mengharapkan kemajuan saya abaikan, saya tau untuk merubah kebiasaan itu akan sangat sulit, apalagi berada dalam zona nyaman." kata vian sedikit emosi melihat kepala dinas yang bertanya tadi langsung memainkan handphone tanpa melihat kedepan lagi dan para pegawai lain juga asyik memainkan handphonenya, mereka asyik sendiri. Pak gubernur pun melihat situasi tersebut beliau pun geleng geleng kepala dan amarahnya pun tersulut
" bagaimana warga akan maju kalau sikap dan kinerja teman teman di kedinasan seperti ini,. Saya minta di buatkan absensi, silahkan satu persatu maju." kata pak gubernur menjadi kesal. Vian pun ijin dulu keluar, shinta mengikutinya dari belakang. Di ruangan satu persatu mengisi absensi disaksikan pak gubernur, beliau pun melihat orang orang yang mengisi absen dan lalu memberikan tanda.
" saya harap pak bupati bisa langsung membuat surat pemecatan dan mengeluarkan jajarannya yang tidak bisa bekerja." kata pak gubernur setelah semuanya mengisi absensi
__ADS_1
" sesuai dengan perintah pak gubernur saya akan membuat surat pemecatan kalian yang sudah pak gubernur tandai tadi." kata pak bupati. Lalu dia pun pergi menyusul pak gubernur,
Setelah keluar ruangan Pak gubernur mendatangi vian yang sedang merokok.
" pak vian mohon maaf, bapak melihat kinerja pegawai dinas seperti itu." kata pak gubernur
" enggak apa apa pak, saya hanya menyayangkan saja cara kerja mereka seperti itu, saya yang harus minta maaf karena tadi saya bicara seperti itu, padahal itu bukan ranah saya." kata vian
__ADS_1
" itu keteledoran kami pak, dan dengan kejadian disini tidak menutup kemungkinan daerah lain juga ada." kata pak gubernur
" saya salut sama bapak, mungkin saya enggak akan bisa seperti bapak bisa Marah yang Elegan seperti itu." kata pak gubernur