Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kerjasama Yang Saling Menguntungkan


__ADS_3

Karena sudah siang dan waktu makan siang, panitia mempersilahkan pak gubernur dan vian untuk makan. Vian menyuruh shinta memanggil pak dede dan putra untuk makan.


" mudah mudahan rencana kita ini bisa berjalan pak." kata pak gubernur


" aamiin, saya hanya bisa membantu sebisa saya saja pak." kata vian


" ini luar biasa, apalagi kalau dinas dinas ini bisa menjalankannya dengan baik, kedepannya mereka tidak akan berfikiran untuk melakukan hal hal kotor dan curang." kata pak gubernur


" selagi kita bisa mencukupi kebutuhan pokok mereka saya rasa mereka akan bekerja dengan baik, yang akan sulit di atur jika karena gaya hidup mereka yang tinggi, untuk memenuhi gaya hidup itu mereka melakukan hal hal kotor untuk mendapatkannya." kata vian


" itu kembali ke masing masing orangnya, makanya saya akan membuat aturan supaya setiap ASN melaporkan kekayaannya dan keluarganya setiap semester, jangan pejabat tinggi saja yang melakukan hal tersebut, kita juga akan melakukan pemantauan acak kepada mereka." kata pak gubernur.


" hebat pak kalau itu bisa dijalankan, bukan kita mau tau urusan orang, tapi sebenarnya itu juga untuk kebaikan mereka sendiri." kata vian


" betul pak." kata pak gubernur


setelah selesai makan pak gubernur mengajak vian untuk lanjut ke daerah P, mobil vian mengikuti mobil pak gubernur yang dikawal Patwal di depan. Tim dari dinas dan kegubernuran sudah ada yang lebih dulu bergerak ke daerah P untuk koordinasi dengan , setelah menempuh perjalan 1 jam 30 menit mereka pun tiba di kantor kecamatan, para kepala desa yang di undang pak camat pun sudah hadir disana. Acara ini membuat pak camat kelimpungan karena dadakan. Pak gubernur pun masuk bersama vian dan shinta, pak camat dan para kades menyambut mereka


" maaf pak gubernur kalau penyambutannya tidak meriah karena saya tidak diberitahukan terlebih dahulu." kata pak camat


" enggak masalah pak camat, saya datang kesini hanya ingin berdiskusi masalah peternakan dan perkebunan disini untuk kemajuan kita bersama." kata pak gubernur


" assalamualaikum, selamat siang semuanya, saya baru saja selesai mengadakan diskusi di dinas perkebunan, jadi saya langsung datang kesini, kedatangan saya saat ini adalah ingin mengetahui kegiatan pertanian yang lainnya yang dilakukan warga disini. Sebelumnya saya perkenalkan kepada bapak dan ibu, yang ada disebelah saya ini, nama beliau pak vian, beliau pemilik perusahaan LA yang lokasinya di KBB, mengapa saya mengajak beliau kesini adalah untuk membantu para petani dan peternak disini dalam hal bibit, pupuk bahkan pemasaran hasil pertanian. Bapak ibu mungkin sudah mendengar bagaimana para petani di daerah S KBB, saya berharap di daerah P ini juga bisa melakukannya seperti daerah sana, untuk itu saya ingin mendengar kan langsung, silahkan kita diskusi santai saja, pak vian mungkin ada yang mau disampaikan." kata pak gubernur

__ADS_1


" terimakasih pak gubernur, assalamualaikum, selamat siang semuanya, ada istilah enggak kenal maka enggak sayang, untuk itu perkenalkan nama saya vian saya lahir didaerah KBB, dan saya memiliki perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis disana dan sekarang sudah melakukan kerja sama dengan kelompok tani di daerah sana. Kebetulan saya kenal sama pak gubernur dan visi kita sama yaitu ingin meningkatkan kehidupan para petani, menjaga kestabilan harga pangan dan stok itu sendiri, karena enggak mungkin bisa stabil kalau stoknya tidak ada ataupun berlimpah. Seperti yang di sampaikan pak gubernur, jika bapak ibu berkenan untuk bekerjasama dengan kami silahkan, enggak juga tidak ada masalah kami tidak akan memaksakan kehendak dan jangan berfikiran karena saya dekat dengan pak gubernur mau tidak mau harus kerjasama, pak gubernur ada masa jabatannya kalau saya bergantung ke beliau paling lama usaha saya akan bertahan selama 5 tahun saja, tapi kalau kita ada rasa saling menguntungkan itu akan jauh lebih lama lagi. Kami memiliki prinsip kerjasama yang saling menguntungkan. Pada intinya kami hanya ingin mengatur pola tanam para petani sehingga nantinya tidak ada yang berlebih dan yang kurang, mengapa harus di atur, kita sering menjumpai dan itu karakter kita, contohnya jika di daerah lain menanam tomat dan berhasil dengan harga tinggi maka daerah yang lainnya juga akan menanam tomat akibatnya hasil panen membludak yang tadinya berharap untung malah buntung, tapi jika pola tanam di atur maka saya rasa tidak akan terjadi hal tersebut sehingga harga akan stabil dan harga jual bisa disesuaikan. Mungkin sementara seperti itu, mari kita berdiskuai saja. Terimakasih." kata vian


" apakah di kecamatan ini sudah di bentuk kelompok tani." kata pak gubernur


" sudah sebagian pak, karena ada daerah yang masih tidak mau." kata pak camat


" kenapa tidak maunya." kata pak gubernur


" karena menurut mereka dengan adanya kelompok tani tidak ada keuntungan yang mereka dapatkan." kata pak camat


" apa disini sudah ada koperasi desa atau yang lainnya yang menyediakan kebutuhan para petani." kata vian


" belum semua desa ada pak," kata pak camat


" di warung warung menjualnya." kata pak camat


" apa anggota koperasi telah mendapatkan manfaat dengan ikut koperasi." kata vian


" belum pak, edukasi kepada para petani tidak berjalan." kata pak camat


" supaya kita bisa menyakinkan petani dan keuntungan menjadi anggota koperasi harus ada penyuluhan kepada warga dulu pak, sehingga mengontrol harga bibit dan pupuk akan lebih mudah kalau melalui koperasi, dan nantinya setiap tahun para anggota koperasi bisa mendapatkan sisa hasil usaha, dengan begitu merka akan tertarik. Koperasi juga harus bisa memberikan bantuan modal kerja kepada para petani supaya bisa menggatap lahannya." kata vian


" ini jadinya setiap dinas akan behubungan satu dengan yang lainnya ya." kata pak gubernur

__ADS_1


" betul pak." jawab vian


" luar bisa ini, harus segera dijalankan jangan kalah sama daerah lain." kata pak gubernur


" maaf pak mau bertanya, apakah ini hanya hasil pertanian saja atau yang lainnya misal peternakan karena di desa saya itu banyak yang berternak sapi baik perah ataupun pedaging, dan bagimana harganya." kata salah satu kades


" saya telah bekerja sama dengan koperasi peternak di daerah L, jadi saya membeli susu atau sapi pedaging dari mereka dan kita juga mengontrol harga supaya koperasi ini tidak memberikan harga rendah kepada peternak akan tetapi menjual ke kami harga tinggi, perusahaan saya mengikuti harga pasar pak dan dasarnya kami bisa menentukan harga karena kami juga memiliki peternakan." kata vian


" memang kami itu kesulitan untuk menjual hasil peternakan pak, apakah perusahaan bapak bisa." kata kepala desa tadi


" jelas bisa pak, karena kebutuhan kami sekarang sedang tinggi, peternakan kami hanya bisa memenuhi di 20% saja." kata vian


" selain sapi apa bapak menerima juga misal ayam." kata pak kades


" kami menerimanya pak, kapan kapan bapak silahkan main ke pabrik pengolahan kami yang ada di KBB." kata vian


" gimana apa bisa kalau kita melihat ke peternakan dan salah satu pekebunan." kata pak gubernur


" bisa pak." kata pak camat


" silahkan pak camat dan para kades memikirkan dulu kemana akan membawa kami." kata pak gubernur


pak camat dan para kades pun berdiskusi, sedangkan pak gubernur dan vian mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2