Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menu Baru


__ADS_3

Vian dan shinta pun mengobrol seperti sepasang kekasih.


" terimakasih ya a, aa udah sayang dan mau bahagiakan aku. Aa sayang kan sama aku " kata shinta


" iya." kata vian, lalu mencium kening shinta. Shinta pun membalas ciuman tersebut dengan mencium pipi vian.


" kok kamu enggak punya pacar sih, jangan jangan bohong sama saya ya." kata vian


" dulu aku punya pacar sebelum kerja di livi dan hampir mau menikah, akan tetapi orang tua dia tidak setuju dengan hubungan kita, karena aku orang enggak punya dan ibunya sampai datang ke rumah memarahi ibu supaya aku dan dia putus hubungan. Aku juga enggak mau meneruskan hubungan itu apalagi keluarga dia sudah menyakiti hati ibu, dan dia juga orang yang enggak berpendirian. Yang aku tau dia sekarang udah nikah sama orang yang dijodohkan ibunya." kata shinta


" udah pernah melakukan hal itu dong sama dia." selidik vian


" aku dulu pacaran palingan hanya cium pipi aja enggak lebih dari itu, kemarin itu yang pertama sama aa." kata shinta


" kenapa kamu mau memberikan itu ke saya." kata vian


" aku juga enggak tau alasannya kenapa, tapi yang aku rasakan aa orang baik, mau menolong orang, dan aku sayang aja sama aa." kata shinta


" saya kan sudah punya isteri, apa kamu enggak takut, kalau saya hanya melakukan itu karena nafsu aja dan enggak mau tanggung jawab." kata vian


" aku suka karakter aa, entah kenapa aku suka dan sayang sama aa dan ingin memiliki aa, aku udah lama menyukai aa, tapi aku takut untuk ngomongnya dan aku takut jadi diabaikan nantinya." kata shinta


" iya sudah kamu mandi dulu sana." kata vian


" aku mau bareng sama aa mandinya. Kita berendam dulu yu a disana." kata shinta sambil menunjuk ke Jakuzi


" iya sudah kamu isi dulu airnya." kata vian. shinta pun berdiri lalu pergi mengisi jakuzi, dia pun mengambil handuk untuk dirinya dan vian. Lalu menyalakan aroma terapi di pinggir kolam.


" sudah siap a, ayo kita berendam supaya rilex." kata shinta, vian pun berdiri dan datang menghampiri shinta, shinta pun membantu membuka pakaian vian lalu membuka pakaiannya hanya tinggal mengenakan pakaian dalam saja. Vian dan shinta pun masuk ke kolam. Vian bersandar dipinggir kolam menikmati suasana dan shinta duduk dedepan vian menyandarkan tubuhnya ke tubuh vian.

__ADS_1


" seandainya kita bisa terus bersama seperti ini a." kata shinta lalu menarik tangan vian supaya memeluk tubuhnya


" kita jalanin aja dulu ya," kata vian, shinta hanya menganggukan kepalanya


" aa harus janji enggak akan meninggalkan aku dan membenci aku." kata shinta


" iya sayang," kata vian lalu mencium pipi shinta, shinta pun mendongakkan kepalanya lalu mencium bibir vian, dia pun membalikan tubuhnya dan duduk dipangkuan vian.


" berikan aku kebahagiaan ya. Tubuh aku sudah menjadi milik aa sepenuhnya. Tapi aa enggak boleh menyakiti aku." kata shinta, dia pun melepaskan pakaian dalamnya yang menutupi bukit kembarnya sehingga bukit kembarnya menempel di tubuh vian. Ciuman bibir pun terus dia layangkan, sambil berciuman vian memainkan bukit kembar shinta membuat shinta mendesah desah vian pun melepas ciuman lalu menciumi bukit kembar shinta dan tangannya mengelus elus mahkota shinta, shinta sudah tak tahan dia pun berdiri lalu membuka ****** ********, vian pun menciumi bagian mahkota shinta. " aa aku enggak tahan lagi." tubuh shinta pun mengelinjang, vian pun duduk di pinggir kolam jakuzi, shinta membuka ****** ***** vian lalu melahap pusaka vian, setelah pusaka vian sudah siap tempur shinta pun mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. Setelah masuk dia pun mulai memainkan permainnya.


" enak sayang, kamu luar biasa, nanti dikeluarkan dimana." kata vian


" didalam juga enggak apa apa, aku bawa obat kok, kemarin aku udah beli." kata shinta. Shinta pun menaikan tempo permainan " aa aku mau sampai lagi, ini enak banget." lirih shinta. " tahan dulu sayang, kita barengan ya." kata vian, vian pun menaikan tubuh shinta sehingga dia bisa memainkan pusakanya. " aku enggak tahan lagi sayang." kata shinta, vian pun menaikan temponya dan disaat tubuh shinta menggelinjang dia pun mencapai puncaknya. Vian mengecup kening shinta yang sudah duduk di pangkuannya, vian membawa tubuh shinta ke dalam kolam.


" terimakaaih ya aa, udah membuat aku puas dan aku bahagia banget bisa melakukan ini lagi sama aa," kata shinta lalu dia mencium bibir vian.


" memangnya kamu pernah melakukan ini sama siapa lagi selain saya." kata vian


" iya sayang, saya percaya sama kamu kok." kata vian.


" jangan buat aku kesel dong aa sayang." kata shinta sambil manyun.


" iya sudah kita bersih bersih yu, kita makan, saya lapar." kata vian


" iya a, aku juga lapar nih." kata shinta tersenyum. Vian pun mencium bibir, pipi dan kening lalu mereka pun mandi bersama. Selesai mandi mereka pun masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Shinta merapihkan pakaian yang masih di jakuzi lalu menyimpannya di kamar mandi, dia pun mengeringkan rambutnya. Selesai berganti pakaian vian dan shinta pergi ke restoran lalu memesan makanan.


" kamu mau kemana." kata vian


" aku pengen keliling, ingin tau tempat tempat disini. Di pantai itu bagus banget aa romantis kayanya." kata shinta

__ADS_1


" iya udah nanti kesana habis makan." kata vian, hidangan pun sudah tersaji di meja mereka, vian dan shinta pun makan.


" a apa kita enggak apa apa, nanti kalau ada yang laporan sama ibu gimana." kata shinta


" enggak apa apa, yang penting kita jangan terlalu intim aja." kata vian, shinta hanya mengangguk. Selesai makan pak made pun datang ke meja vian


" bapak ada rencana kemana." kata pak made


" malam ini disini aja ya, saya minta laporan aja, sama pak made kayanya kalau disini ada menu baru jagung bakar bagus juga, supaya para tamu sambil menikmati pantai dan live music makan jagung bakar." kata vian


" ide bagus tuh pak, tapi sumber jagungnya dari mana ya." kata pak made


" saya akan minta dari surabaya untuk mengirimkan kesini, atau coba bapak cari jagung manis di daerah sini, nanti suruh chef membuat sausnya." kata vian


" boleh pak, sekarang saya suruh orang untuk cari jagung manis dan pembakarannya sekalian," kata pak made lalu dia pergi dan menyuruh orang resort mencari jagung. Vian pun nitip untuk dibelikan rokok lalu menyerahkan uang ke orang yang akan mencari jangung. Vian pun menyalakan rokoknya dan menghisapnya


" Usulan menu baru bapak, karyawan setuju pak, dan chef sekarang sedang meracik sausnya." kata pak made gembira dia pun menyerahkan laporan resort.


" bagus kalau begitu, saya akan pesan jagungnya ke surabaya untuk dikirimkan ke sini." kata vian. Vian pun mengirim pesan ke pak wahyudi supaya mengirim jagung ke resort secepat mungkin kalau bisa malam ini supaya besok aiang sudah diterima. Vian pun mengobrol bersama pak made


" besok siang kita adakan diskusi ya pak." kata vian


" siap pak, siapa aja yang akan terlibat." kata pak made


" bagian keuangan dan marketing aja." kata vian


" baik pak, besok pagi saya sampaikan ke mereka." kata pak made


" kalau ada kebutuhan apa apa sampaikan saja pak ke anak anak." kata pak made

__ADS_1


" baik pak, terimakasih banyak." kata vian


Vian dan pak made pun terus mengobrol sampai akhirnya orang yang disuruh beli jagung dan peralatan panggang jangung datang, dia menyerahkan rokok kepada vian.


__ADS_2