
Vian dan yang lainnya masih mengobrol di gazebo, anak anak SPI dan ibu ibu juga ikut gabung. Mereka mengelilingi api unggun dan memulai membakar jagung dan daging BBQ. Ika dan teman temannya pun mengeluarkan speaker portable untuk berkaraoke bersama.
" pak ini enggak masalah kita rame rame begini." kata pak bambang
" enggak pak yang terpenting jangan terlalu berisik saja karena sudah malam walaupun jauh dari tetangga. Pasti warga juga sedikit mengerti karena tadi ketua RT dan warga dari sini." jawab vian
" iya sih, lagian kita jarang seperti ini, suasana mendukung banget untuk kita bergembira." kata pak gubernur. Vian melihat keceriaan mereka, hal sederhana tapi akan berkesan untuk mereka.
" ini perut terasa lapar terus ya." kata pak menteri sosial
" iya pak, ini cuacanya mendukung sih." kata pak bupati
" aa sama akbar kok belum tidur sih." kata vian
" belum ngantuk pah, lagian asyik nih main api sambil makan jagung bakar dan sosis." kata devan
" de qinar, de avin sama de alea udah tidur." tanya vian
" udah pah, mereka nyenyak banget tidurnya." jawab astrid
" kamu enggak masuk aja sayang." kata vian
" enggak pah aku masih mau menikmati suasana disini rame rame. Aku masih mau makan jagung bakar sama sosis nih." jawab shinta sambil menyandarkan kepalanya dibahu vian dan memegang jagung bakar
" nanti mamah shinta tambah gendut loh," kata devan
" mamah memang udah gendut kan ada dede bayi di perut mamah, dede bayi mau makan kaya aanya. soalnya aanya juga makan terus tuh." kata shinta. Devan hanya ketawa.. " habis enak sih mah." jawab devan. Mereka pun bergantian menyanyi sambil berjoget.
" kalau seperti ini saya enggak mau pulang nih." kata bu citra
" iya bu, jarang jarang kita mendapatkan suasan seperti ini." kata ibu Nurlaela dan yang lain
" kita harus sering sering nih mengadakan acara seperti ini, supaya happy terus." kata bu athia
" iya biarkan saja para suami yang mencari uang, kita happy happy." kata bu sisil
__ADS_1
" ini group bu nurul, bu zahra sama bu komala pengen juga datang." kata ibu citra
" pokoknya kita adakan acara setiap bulan seperti ini bu." kata bu citra
" kalau enggak disini bisa di pabrik LA, suasanannya sama kok, le ih dekat lagi." kata ibu athia
" pokoknya kita agendakan ya." kata ibu citra
" iya udah besok kita menginap di pabrik LA kan, kita adakan acara seperti ini lagi." kata ibu kayla
" iya... Biarkan saja kalau suami kita mau pada pulang, kita ikut bu lily aja." kata bu nurlaela
" kalian besok kemana." kata vian
" besok dari sini jam berapa a, kita rencananya mau ke pabrik SPI lagi baru ke pabrik LA. Aa kemana.?" kata ika
" dari sini jam 10an aja biar kita makan siang di tempat biasa, baru langsung ke pa rik LA dan PBN aja, ada yang mau aa diskusikan sama Tim, baru malamnya aa ke perumahan livi regency." jawab vian, tak lama handphone vian bunyi, vian pun mengangkatnya
" bro lagi di kampung kamu ya." kata endris
" kok kamu tau dari mana." kata vian
" maaf bro, besok kita nginap di pabrik LA, gabung aja disana ya." kata vian
" oke deh, nanti saya sama keluarga kesana kalau begitu." kata endris. Dia pun menutup teleponnya. Jam 1an mereka baru selesai lalu masuk ke kamar masing masing, vian pun menyuruh para ajudan untuk istirahat di rumah sebelah. Vian dan isterinya pun bersih bersih lalu tidur.
Dipagi hari srtelah sholat shubuh vian pergi untuk jogging, pak menteri UMKM pun ikut sama vian. Jam 6.37 menit baru kembali ke villa, vian membuat susu panas untuk dia dan pak menteri UMKM lalu membawanya ke gazebo. disana ada opik, vian menyuruh opik untuk duluan dan memesan tempat makan. Jam 6.17 menitan warga ada yang mengirimkan air aren, vian dan pak menteri meminumnya dan menawarkan ke ajudan dan yang lain. Setelah itu vian memasak udang goreng dan udang asam manis serta nasi goreng untuk sarapan, Jam 7.27 menit mereka pun sarapan bersama.
" kita diberikan pelayanan yang luar biasa ini, makanannya enak enak begini." kata pak menteri pendidikan
" nanti kita mancing pak di pabrik LA," kata pak bowo
" siap pak, langsung kita bakar." kata pak gubernur
" memangnya ada kolam pemancingan gitu." kata pak menteri pendidikan
__ADS_1
" enggak ada, tapi ada kolam untuk pembudidayaan ikan disana, bapak belum kesana ya." kata pak gubernur
" belum pak baru isteri aja." kata pak menteri pendidikan
" sama saya juga belum." kata pak menteri sosial
selesai makan vian pergi ke gazebo, vian menyuruh para ajudan dan yang ada disana untuk sarapan.
" bapak bapak sarapan dulu." kata vian
" siap sudah pak, tadi bi mirna sudah menyiapkan buat kita, terimakasih banyak." kata ajudan.
" maaf ya bukan saya mau membedakan, tapi kalau bapak bapak makan sama kita seperti enggak akan mau, jadi saya pisahkan." kata vian
" betul pak, kuta merasa enggak enak walaupun bapak enggak masalah, ini sudah luar biasa buat kita." kata ajudan. Vian menyalakan rokoknya setelah minum teh hangat. Vian pun menyuruh pak dede, haris dan putra untuk membantu merapihkan barang bawaan. Jam 10.37 menit mereka pun berangkat menuju pabrik LA, kakek dan nenek vian sebelumnya diantar dulu ke rumahnya karena enggak mau ikut. Jam 11.47 menit mereka pun sampai di tempat makan biasa. rumah makan itu dikosongkan sama pemiliknya karena sudah dipesan sama opik. Vian memesan seperti biasa dan duduk bersama pak dede dan yang lainnya termasuk para ajudan dan patwal. Opik pun bilang kepada para karyawan LA bahwa akan ada kunjungan para menteri ke pabrik, opik pun menyiapkan segala kerperluan termasuk pancingan. Selesai makan vian dan rombongan berangkat menuju pabrik LA sedangkan rombongan Ika dan teman temannya pergi ke Pabrik SPI.
Jam 1.07 menit vian sampai di pabrik LA, vian membagikan kunci kamar kepada rombongan, devan dan akbar langsung pergi ke kandang mocha dan mochi. Pak bowo, pak Adi, dan pak wanto langsung mengambil pancingan. Setelah membantu merapihkan barang bawaan vian duduk di kursi teras villa.
" papah mau dibuatkan kopi." kata astrid
" boleh sayang, papah belum ngopi." kata vian
" papah rencana mau kemana." kata lily
" papah mau melihat pembangkit listrik, terus ke PBN kalau waktunya cukup." kata vian, tak lama astrid membawa kopi dan menyerahkannya kepada vian. Jam 2an vian mengajak bapak menteri, pak bambang, pak gubernur dan pak bupati untuk melihat pembangkit listrik karya para mahasiswa. Mereka berangkat kesana didampingi opik dan mahasiswa yang tugasnya di pabrik.
" kelihatannya bendungannya baru dibangun ya pak." kata pak menteri pendidikan
" iya pak, dulu sudah ada tapi kita perbaiki karena air dari sana juga dipergunakan untuk warga." kata vian
" iya pak, sudah lama itu warga mengajukan perbaikan, tapi kita belum ada anggarannya, untung saja perusahaan LA mau memperbaiki." kata pak bupati
" gimana proyek pembakit listriknya, apa ada kendala." kata pak menteri pendidikan
" kita masih terkendala dengan debit air saja pak untuk menggerakan turbin ini." kata doni mahasiswa yang sedang mengerjakan proyek tersebut.
__ADS_1
" terus solusinya seperti apa." kata pak menteri pendidikan
" kita sedang mengupayakan supaya air yang masuk ke turbin ini stabil dengan cara pengaturan debit air ke saluran irigasi pak." kata doni.