
Jam 10an vian dan lily pamitan kepada keluarganya untuk pergi ke rumah sakit memeriksakan kandungannya. sampai di rumah sakit lily langsung dibawa dr. silvi ke ruangan pemeriksaan dr. anita.
dr. anita menyuruh lily di kasur dan mengoleskan gel ke perut lily untuk memeriksakan kandungannya melalui USG. "alhamdulillah bu bayinya sehat, sama berat bayinya juga sudah pas tinggal nunggu kelahirannya saja, kalo sesuai dengan HPLnya 3 minggu lagi." terang dr. anita
"terimakasih dokter." kata lily
" ibu harus tetap menjaga kesehatannya ya. istirahat yang cukup." kata dr. anita
" baik dok. terimakasih." jawab lily
selesai pemeriksaan vian dan lily diantar dr. silvi, vian juga menyampaikan kepada dr. silvi kalau bisa untuk mempersiapkan ruangan buat nanti lahiran karena waktu 3 minggu bukan waktu yang sebentar.
vian menanyakan mau makan siang dimana keoada lily setelah di perjalanan dari rumah sakit.
" mah mau makan dimana.?" tanya vian
" di restoran C aja pah. sekalian kita bungkus nanti buat di rumah." jawab lily
sampai di rumah makan vian dan lily memesan makanan termasuk pak edi dan putra. sambil makan vian dan lily mengobrol.
" pah kok mamah lihat bapak begitu ceria dan seger kelihatannya." tanya lily
" iya papah sama bapak semalam latihan pernafasan sama kakek braja, lihat papah seger juga kan." jawab vian
" iya. memang semalam sampai jam berapa mengobrolnya." tanya lily
" jam 1 pagi sayank." jawab vian
selesau makan vian dan lily pulang ke rumah. di rumah orang tuanya dan kakek serta nenek braja lagi berkumpul di meja makan. lily menyerahkan makanan yang tadi di beli di rumah makan.
__ADS_1
" gimana ly kandungan kamu, kapan perkiraan melahirkan." kata bu retno
" alhamdulillah bu, perkiraan 3 minggu lagi." jawab lily
" wah berarti kita harus cari yang mau ngebantuin jagain anak kamu tuh." kata bu retno
" udah vian cari dan udah ada kandidatnya juga, cantik lagi." jawab vian sambil godain lily
" ko papah gak bilang bilang sih. mamah gak setuju ya kalo papah yang pilih. siapa dia.?" tanya lily
" kamu juga pasti kenal." jawab vian
" oh dia mau jagaian anak aku, bukan mau jagain anaknya kalo itu mau jagaian bapanya kali." kata lily emosi
" kamu tuh ya... godain aja." kata bu retno
.mereka yang ada di situ geleng geleng atas kelakuan anak anaknya itu.
" papah becanda sayank." kata vian sambil memeluk lily
" habis papah begitu sih becandanya." jaeab lily sambil berusaha menghindar. tak lama devan datang kesana, melihat ibunya sedang di peluk papahnya.
" mamah kenapa, papah nakal ya mah." kata devan polos
" iya aa, mamah dibecandain sama papah." jawab lily sambil memohon bantuan ke anaknya itu
" papah gak boleh begitu sama mamah ya. aa marah." jawab devan sambil memukul mukul vian.
" rasain sekarang udah ada yang belain." kata lily
__ADS_1
melihat tingkah devan nenek kakeknya ketawa. anak kecil ini sudah membela ibunya
" makanya jangan suka becanda. jadi aja dimarahin anaknya." kata bu retno mengejek vian
" o iya besok pagi kita latihan sama uyut braja ya." kata vian
" latihan apa pah." jawab devan
" latihan bela diri aa." kata vian
" kakek juga ikutan ah." kata pak bowo
" iya kakek juga mau ikutan." kata pak adi
...****************...
keesokan paginya vian membawa devan ke taman. disana sudah ada kakek devan dan kakek braja, sebelum memulai latihan mereka melakukan pemanasan, di rasa cukup kakek braja menambahkan gerakan gerakan pemanasan dengan mengolah nafas. menahan nafas beberapa detik.
Devan sangat antusias belajar bela diri ini. dengan bimbingan kakek
" bagaimana seru gak latihannya." kata kakek braja
" aa seneng bisa belajar bela diri. besok lagi ya yut." jawab devan
vian dan yang lainnya setelah melakukan olah pernafasan ini badan terasa segar.. nafas menjadi enak. setelah melakukan latihan mereka pergi ke ruang makan untuk sarapan.
...****************...
mohon kasih like bentuk dukungannya... terimakasih banyak sudah membaca karya saya ini. mudah mudahan bisa lebih baik lagi....
__ADS_1