
Mereka mengobrol, setelah selesai makan vian mengajak mertuanya ke rumah supaya lebih santai. Sesampainya di rumah lily melakukan video call sama astrid
" gimana keadaan kalian sudah baikan." kata lily
" udah mbak, infusan juga sudah di copot tadi pagi, mbak udah ketemu sama mas vian." kata astrid
" udah dong. Ini orang tua kalian juga ada disini." kata lily, dia mengalihkan camera ke arah vian dan ke ibu asti dan ibu sri.
" pah aku kesana juga ya." kata astrid
" iya aku kangen sama papah." kata dilla
" enggak usah kamis juga, papah pulang, kalian baru sembuh." kata vian
" disini sepi pah, aku mau dipeluk papah." kata astrid
" itu ada dilla kalian pelukan aja dulu, biar vian aku yang peluk." kata lily
" enggak mau ah, mbak curang." kata dilla
" kalian kan lagi sakit, udah nurut ya sayang, kasian dede bayinya." kata vian
" iya nak, kalian harus jaga kondisi, ibu tau kalian shock tapi apa yang nak vian bilang benar, kalian jangan mementingkan ego kalian aja tapi ingat ada dede bayi di perut kalian." kata ibu asti
" kalau urusan nak vian sudah selesai disini dia juga akan menemui kalian kok." kata ibu sri
" ibu juga akan ikut nak vian dan nak lily kalau memang ari sudah selesai urusan sekolahnya." kata ibu asti
" betul nak ibu juga akan kesana bareng nak vian dan nak lily." kata ibu sri
" sabarnya, aku mau honney moon sama vian dulu, jadi enggak ada yang ganggu." kata lily becandain astrid dan dilla
" papahnya juga lagi sakit we, jadi enggak bisa," kata astrid
__ADS_1
" kata siapa engga bisa, orang udah ya pah berapa ronde." kata lily
" kalian ya kalau udah saling becanda tuh." kata vian, lily pun menutup teleponnya.
" pantes aja ibu retno bilang seperti kembar ya." kata ibu asti mereka pun tertawa, vian membuat kopi lalu pergi ke gazebo, disana ada shinta yang sedang membuat presentasi. Vian menyalakan rokoknya lalu duduk disisi lain gazebo.
" kok diem dieman sih, ngobrol dong kaya yang lagi marahan aja." kata lily yang baru datang
" bu, begini presentasinya apa ada tambahan atau ada yang perlu di rubah." kata shinta
" kalau menurut kamu udah bagus. Itu aja udah cukup jangan panjang panjang." kata lily lalu duduk disebebelah vian. Tak lama vian menerima telepon dari endris
" bro gimana kabarnya, tadinya hari ini saya mau pergi kesana melakukan evakuasi pencarian kamu, untung saja isteri saya ngasih tau katanya istri kamu sudah menginformasikan bahwa kamu selamat." kata endris
" alhamdulillah bro baik, terimakasih ataa perhatiaannya, gimana tadi udah kan membuat pasportnya." kata vian
" udah bro, sekarang lagi diambil waluyo dan langsung mengantarkannya ke rumah kamu." kata endris
" sip lah kalau begitu, jadi bisa langsung di urus visanya." kata vian
" kamis malam udah disana." kata vian
" kabari aja ya kalau udah di rumah." kata endris
" siap brother. Kalau begitu sampai ketemu." kata vian. Vian pun menutup telepon. Tak lama pak wanyo datang memberitahukan bahwa dia akan pergi menjemput ari dan bimo.
Sehabis magrib vian mengajak semuanya untuk pergi makan malam. Selesai makan pak wanto pamit pulang ke rumahnya sekalian mengantar bu asti.
" pah aku mau jalan jalan." kata lily
" iya udah, mamah mau kemana." kata vian
" ke mall aja pah, boleh." kata lily
__ADS_1
" iya sudah." jawab vian, mereka pun pergi ke mall, setelah berkeliling dan berbelanja mereka pun kembali pulang ke rumah. Sampai di rumah pak wahyudi pamitan pulang ke rumahnya. Vian pun menyampaikan supaya besok datang jam 8 pagi ke rumah untuk pergi ke acara dinas UMKM.
" pak mau dibuatkan kopi." kata shinta
" iya boleh, terimakasih ya." kata vian, shinta pun membuatkan kopi lalu memberikannya kepada vian, vian menyalakan rokoknya setelah meminum kopi.
" kalau begitu saya permisi ya pak bu, mau istirahat." kata shinta
" iya sudah terimakasih ya shin." kata lily, lily dan vian mengobrol setelah itu mereka masuk ke kamar. Mereka pun tertidur setelah melakukan pergulatan panas.
Pagi hari setelah sholat berjamaah vian pamitan ke gazebo sambil membawa kopi yang dia buat. Tak lama shinta datang kesana.
" ibu kemana pak." kata shinta
" dia tadi tidur lagi habis sholat, kamu enggak istirahat lagi." kata vian
" enggak, aku mau bersama aa." kata shinta
" aku kemarin malam enggak bisa tidur, tadinya aku mau ke rumah aa malam itu, aku takut kehilangan aa." kata shinta sambil menangis
" aku enggak apa apa, makasih ya kamu udah khawatirin aku." kata vian lalu mengusap air mata shinta, setelah itu dia memberikan kecupan di kening shinta. Mereka pun mengobrol lalu pergi masuk untuk siap siap pergi ke kantor dinas, vian membangunkan lily, lily pun bergegas ke kamar mandi, setelah berganti pakaian dan berias, vian dan lily keluar kamar.
" kita belum sarapan, mau sarapan dimana." kata lily
" cari di jalan aja ya." kata vian, vian menyuruh pak wahyudi untuk mencari sarapan terlebih dahulu, setelah sarapan mereka melanjutkan perjalanan, jam 9.47 menit mereka sampai di kantor dinas kota surabaya. Mereka pun disambut paniti penyelenggara, karena acara belum di mulai vian pamit mencari tempat untuk merokok, dia pun gabung sama pak wahyudi. Selesai merokok dia kembali masuk ke tempat acara, lily sedang mengobrol dengan panitia perempuan. Sedangkan vian mengobrol dwngan kepala dinas, Jam 10.00 rombongan walikota datang bersama isterinya, setelah menyapa para peserta pak walikota datang ke tempat vian dan lily.
" selamat siang pak, ibu, perkenalkan ini isteri saya." kata pak walikota
" salam kenal ibu, saya vian, dan ini isteri saya lily." kata vian, vian pun bersalaman dengan mereka
" perkenalkan juga pak saya wulan." kata isterinya pak walikota. Ibu wulan dan liky pun mengobrol. Acara pun di mulai, pak wali kota memberikan sambutannya.
" assalamualakum, selamat siang semuanya, terimakasih atas kehadirannya, sebelumnya marilah kita mendoakan untuk korban musibah yang terjadi di daerah ini. mohon maaf karena acara ini diadakan secara mendadak karena seharusnya besok di kantor dinas provinsi, akan tetapi kemarin saya bicara sama pak gubernur sama pak vian saat saya berkunjung ke rumah beliau, alhamdulillah dapat restu dari pak gubernur dan pak vian juga bisa menghadiri acara ini walaupun kita bisa lihat sendiri beliau masih sakit, untuk itu saya harapkan bapak ibu yang hadir saat ini bisa mengambil contohnya yang baik dari tindakan pak vian di saat beliau sakit saja masih mau menghadiri acara ini karena kecintaannya terhadap pengembangan UMKM di kota ini, dan isteri beliau juga alhamdulillah bisa menghadiri acara ini, saya tau keadaan ibu lily masih shock akan musibah yang kemarin terjadi begitu pula kita yang ada disini pasti akan merasakan yang sama apalagi baliau, yang mengetahui suaminya ada di daftar nama penumpang pesawat tersebut. untuk itu walaupun acara ini berkesan mendadak tapi saya harap tidak mengurangi esensi pertemuan ini. Terimakasih, semoga kota ini bisa lebih baik lagi dengan meningkat dan berkembangnya pelaku UMKM." kata pak walikota
__ADS_1
Pak walikota pun turun dari podium lalu duduk di samping vian.