Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Yang penting bahagia


__ADS_3

orang yang si tunggu pun akhirnya datang, vian mengajak riki ke paviliun, vian mengambil kasur busa yang biasa dipakai kalau ada tamu di kamar lalu membawanya ke paviliun. riki pun mulai memijit vian yang meringis kesakitan.


" ini bapak terlalu cape, sehingga urat uratnya pada tegang dan ini masuk angin." kata riki


" iya pak saya lagi banyak kerjaan, badan kaya remuk." kata vian


" kalau sakit bilang ya pak." kata riki sambil memijit vian, kurang lebih satu jam vian dipijit riki selesai juga, vian memberikan uang jasa kepada riki. setelah dipijit vian pergi ke kamar untuk istirahat.


" gimana pah udah mendingan." kata lily


" udah mah." kata vian sambil mengelap minyak untuk memijit. lalu vian tiduran di kasur


" mau dipijit sama mamah lagi." goda lily


" kalau dipijit mamah bukannya mengendurkan urat urat, malahan menegangkan urat urat." kata vian


" tapi papah suka kan." kata lily lalu memeluk vian dan menciumi vian. " aku gak mau kehilangan mu pah." bisik lily


" iya mah, papah juga gak mau kehilangan mamah." kata vian, dia pun meciumi pipi dan bibir lily, permainan itu pun berlanjut dengan saling memberikan kenikmatan dan mereka mencapai puncaknya. vian memberikan kecupan di kening dan bibir lily.


" terimakasih sayank." kata vian


" sama sama pah, mamah sayank sama papah." jawab lily, mereka pun berpelukan dan tertidur di bawah selimut. pagi hari vian mengajak lily mandi lalu sholat subuh berjamaah. jam 6an vian mengajak devan main di taman sambil berjemur, terlihat kebahagiaan di wajah devan bisa bermain sama ayahnya.


vian pergi ke gezebo membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. vian lalu mengirim pesana ke dilla


" lagi apa, udah sholat belum." kaya vian


" udah tadi mas bareng sama astrid, ini kita mau berenang. semalam kok gak ngasih kabar, melepas rindu sama mbak ya." kata della


" semalam habis dipijit mas ketiduran jadi gak bisa ngabari kalian." kata vian


" mas jangan kecapean, hari ini mas mau kemana." kata dilla


" mas mau ajak si aa beli mainan mas kemarin gak beli oleh oleh buat dia." kata vian


" iya udah kalau nanti mas kesini aku ingetin, o iya mas alhamdulillah kemarin yang datang ke dilas cafe ada 30 orangan, aku juga sudah suruh mas pram dan mas bram untuk membeli bahan baku lebih banyak, dan kata mereka akan menanyakan apa bisa dikirim ke dilas cafe." kata dilla


" syukur kalau begitu, minta tolong ke bella suruh buat kartu member dilas cafe, kamu juga hitung kalau kita kasih discount 10% keuntungan berapa, dan untuk mendapatkan kartu member itu dengan belanja minimal 500 ribu. kamu hitung aja ya." kata vian


" iya mas, nanti aku hitung, bolehkan aku kasih promo untuk 1 minggu ini." kata dilla


" kalian yang punya wewenang, mas kan cuma kasih jalan dan bimbing kalian aja, kalian yang tau di lapangannya, kamu juga hitung minimal 1 bulan harus dapat omzet berapa supaya bisa menutupi operasional." kata vian


" iya, mas aku berenang dulu ya." kata dilla


" jangan cape cape ya." kata vian


vian pun pergi ke kamar lalu mengajak lily untuk sarapan.


" papah mau kemana hari ini." kata lily


" papah mau ajak aa beli mainan aja, mamah mau kemana." kata vian


" paling ke butik aja pah." kata lily


" jalannya mau sama mamah atau gimana." kata vian


" sama mamah dong... mamah juga mau jalan jalan." kata lily

__ADS_1


" gak usah sama mamah pah, kita aja, nanti lama kalau sama mamah." kata devan


" jadi gitu aa gak mau ajak mamah jalan jalan." kata lily sambil cemberut


" iya kalau mamah gak cape boleh deh ikut." kata devan


" mamah hak cape kok kalau jalan jalan ke mall." jawab lily


" nenek juga ikut dong aa, boleh ya." kata bu retno


" iya boleh nek." kata devan


" kakek diajak juga gak." kata pak bowo


" semuanya boleh, yang penting aa boleh beli mainan yang banyak." jawab devan


" iya semuanya boleh ikut, yang penting bahagia semuanya." kata vian


" o iya pak bagaimana untuk proyek pembangunan sekolah itu." lanjut kata vian


" kalau sekolah TK, sama rumah buat guru dan dosen udah pasang pondasi, kalau yang lain baru pematangan lahan dan pemasangan pagar." kata pak bowo


" izin sekolahnya lagi di proses sama raka." kata pak adi


" alhamdulillah kalau sesuai dengan progres awal." kata vian


" teman teman bapak juga ada yang menyatakan kesiapannya gabung sama Yayasan Livi," kata pak bowo


" kita juga harus bentuk tim di masing masing tingkatan sekolah." kata vian


" bapak setuju, supaya kita bisa bagi bagi tugas." kata pak adi


" iya, dengan jaminan bisa kerja di livi group itu sebagai daya tarik yang bagus." kata pak bowo


" besok deh vian kesana, kayanya harus ada perubahan." kata vian, tak lama handphone vian berdering, telepon dari opik


" pagi pak maaf menggangu, saya mau informasikan bahwa pembangunan pabrik sudah hampir selesai dan kemungkinan 2 hari ini mesin mesin juga datang, apa bapak ada waktu 2 hari kedepan untuk datang ke Pabrik LA." kata opik


" iya pik, gak apa apa, saya usahakan untuk bisa hadir ya." kata vian


" kalau begitu terimakasih pak." kata opik


" kamu hubungi dinas dinas terkait untuk bisa hadir juga." kata vian


" baik pak, pak bupati dikabari juga pak." kata opik


" boleh, soalnya waktu itu saya kasih tau juga ke beliau." kata vian


" iya sudah kalau begitu pak." kata opik, lalu menutup teleponnya.


" telepon dari siapa pah." kata lily


" dari opik mah, katanya pabrik udah mau selesai dalam 2 hari ini dan mesin mesin produksi juga mau datang, jadi papah harus kesana." kata vian


" apa papah gak cape pergi pergi." kata lily


" iya cape sih mah, tapi harus gimana lagi papah belum bisa melepas kerjaan." kata vian


" mamah kasian aja ke papah." kata lily sambil memeluk vian

__ADS_1


" papah lakukan ini kan buat kalian juga," kata vian


" iya pah, makasih ya sayank." kata lily


" jadi pergi nanti sore aja." kata vian


" iya pah biar santai. papah sekarang mau ikut ke ruko dulu atau di rumah." kata lily


" di rumah aja dulu deh, nanti siangan papah kesana." kata vian


" ya udah kalau begitu mamah siap siap dulu." kata lily, lalu pergi ke kamar untuk siap siap.


tak lama lily datang lalu pamitan pergi ke butik, setelah lily pergi vian juga pergi ke gazebo meneruskan ngopi dan merokok karena di balkon sudah gak bisa ngerokok. tak lama ada pesan masuk dari astrid


" mas lagi apa, aku sama dilla lagi siap siap mau ke dilas cafe." kata astrid


" ini lagi ngopi di gazebo dan ngelihatin si aa main." kata vian


" mas boleh gak aku ngobrol sama si aa." kata astrid


" boleh. kenapa gak." kata vian lalu beralih ke video call


" mana si aa nya, apa nanti gak bakalan bilang sama mamahnya." kata astrid


" gak tau sih, bentar mas panggil." kata vian lalu memanggil devan


" kenapa pah." kata devan


" ini ada yang mau kenalan sama aa." kata vian sambil memperlihatkan video ke devan


" hallo tante, aku devan." kata devan memberikan salam


" hallo juga aa, aa lagi apa." kata astrid


" aa lagi main." kata devan


" tante boleh gak main sama aa." kata astrid


" boleh dong tante, aa seneng kalau banyak yang ajak main aa." kata devan. tak lama muncul dilla


" tante boleh juga ikutan main sama aa gak." kata dilla


" iya tante boleh." kata devan


" aa main dong ke sini sama papah dan mamah." kata dilla


" nanti ya tante, soalnya aa mau beli mainan dulu sama papah, mamah, nenek dan kakek, udah dulu ya tante, aa mau main lagi nih." kata devan


" iya sayang, hati hati mainnya." kata dilla, devan pun lalu pergi bermain lagi.


" si mba kemana gitu mas." kata astrid


" udah jalan ke butik, mas nanti nyusul." jawab vian


" iya udah kita berangkat ke dilas cafe dulu ya mas." kata astrid


" iya hati hatia aya, jangan lupa makan." kata vian


" iya mas, muuuuuaach." kata astrid dan dilla. lalu menutup video call

__ADS_1


__ADS_2