Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membuka pasar dan pengembangan pabrik LA 2


__ADS_3

Pemilik lahan memberitahukan bahwa harga lahannya akan dijual jika berani di harga 1,9 milyar karena dia memerlukan dananya secepatnya untuk berobat dan anaknya mau membuka usaha. karena sudah dapat persetujuan dari vian opik pun mendealkan harga tersebut. dan besok bisa dilakukan transaksinya. setelah telepon di tutup opik memberitahukan kepada vian


" alhamdulillah pak, tanah sebelah sudah deal di harga 1,9 milyar. besok akan dilakukan transaksinya." kata opik


" alhamdulillah, Allah memberikan jalannya, kalau sudah selesai transaksinya langsung saja kerjakan pembangunannya terutama pagar batas harus extra." kata vian


" baik pak, saya akan minta pak daryat untuk melakukan pembangunan dari design dan pelaksanaan pembangunannya." kata opik


" iya bagus kalau begitu, dan saya minta jarak bangunan pabrik dengan sungai jangan terlalu dekat minimal 10 meter dan dibatas dengan sungai dibuatkan tanggul." kata vian


" iya pak. saya juga akan buatkan bendungan di atas sana buat aliran irigasi dan nantinya juga akan berguna buat kolam ikan kita." kata opik


" luas tanah ini berapa hektar pak." tanya pak dodi


" tanah pertanian dan peternakan serta pabrik ini kurang lebih di 10 hektar pak." jawab vian


" karyawannya berapa orang pak." kata pak anam


" karyawan LA kurang lebih di 300 orang." jawab vian


" wah banyak juga ya." kata pak anam


" belum lagi kita kerjasama sama petani petani, dan pegawai disini kebanyakan dari lingkungan sekitar daerah sini juga, jadi disini relatif aman walau awal awal terjadi gesekan, saya sampai 7 jahitan. makanya itu saya dorong karyawan disini untuk terus berkembang karena ada yang perlu kita bantu juga." kata vian sambil memperlihatkan luka di tangannya yang dulu kena golok.


" wah sampai segitunya pak." kata pak anam


" semua ada resiko dan ada hikmahnya," kata vian


" kok hikmah si pak, itu musibah." kata pak dodi


" salah satu hikmahnya saya bisa kenal dengan keamanan dan pejabat didaerah sini termasuk pak bupatinya. ini daerah kelahiran saya pak, lain kali kita bisa main ke kampung saya, dari sini masih 1 setengah jam lagi." kata vian


" wah ternyata bapak asli daerah sini. saya juga ingin memajukan daerah saya pak." kata pak dodi dan pak anam


" bapak pasti bisa, lihat potensi daerah asal bapak, lalu bapak coba membuka pasarnya, dan mungkin kita bisa kolaborasi." kata vian


" siap pak," jawab mereka


pak dede, pak burhan dibantu karyawan memasukan barang belanjaan dan jagung manis untuk di bakar ke bagasi, karena sudah siang dan waktunya makan siang vian mengajak mereka untuk pergi ke restoran yang biasa vian dan keluarga singgahi. masih dikawal vian dan rombongan sampai di restoran. vian juga mengajak para pengawal itu untuk makan bersama.


di restoran vian duduk di pinggir karena mau merokok bersama anggota fatwal, pak dede, pak burhan, dan juga putra. devan dan teman temannya melihat ikan di dalam keramba di pinggir restoran.


di luar restoran rame dengan kedatangan rombongan pak bupati dan pak kapolsek. mereka pun masuk ke kedalam restoran dan melihat vian ada disana.


" dikira rombongan dari mana, ternyata pak vian." kata pak bupati


" iya kita sudah lama gak bertemu pak." kata pak kapolsek


" iya pak bupati dan pak kapolsek, kita bisa bertemu disini, habis dari mana nih." kata vian berdiri menyambut mereka, lily dan yang lainnya juga berdiri menyalami mereka


" kenalin ini rekan bisnis saya dari kota surabaya dan bekasi pak, mereka yang akan memasarkan produk LA." kata vian memeperkenalkan pak dodi dan pak anam

__ADS_1


" terimakasih sudah memasarkan produk LA, karena perkembangan usaha LA berdampak kepada lingkungan sekitar." kata pak bupati


" iya pak, angka pengangguran menurun sehingga dampaknya angka kriminal juga turun." kata pak kapolsek


" ini anak ke dua pak vian, cantiknya, say belum kasih hadiah, nanti saya dan istri akan main ke rumah pak vian bolehkan." kata pak bupati


" saya sangat senang pak, kemarin pak bambang main ke rumah." kata vian


" oh gitu, insyaAllah saya akan agendakan." kata pak bupati


" pak silahkan pesan makanannya." kata lily


" terimakasih bu, saking asyik ngobrol jadi gak lapar lagi padahal tadi udah keroncongan." kata pak bupati sambil ketawa. lalu memesan makanan


" saya juga mau ngabari pak dan mungkin izin sekalian, PT.LA akan membeli lagi lahan sebelah pabrik baru besok akan transaksinya, itu akan dibangun pemngembangan pabrik karena alhamdulillah permintaan produk LA meningkat. dan saya juga minta supaya dibangun tanggul disepanjang lahan kami, dan bendungan yang diatas akan kami perbaiki juga untuk irigasi." kata vian


" saya setuju saja pak, toh selama ini PT. LA tidak melanggar hukum dan selalu sesuai prosedur apalagi ini akan membangun buat sarana umum juga. saya tidak keberatan dan nanti saya akan intruksikan ke jajaran. untuk mengamankannya pak kapolsek bisa membantu." kata pak bupati


" siap pak, saya akan perintahkan anggota. o iya pak vian terimakasih anggota saya sudah bisa menempati rumahnya." kata pak kapolsek


" sama sama pak, kita majukan daerah ini bersama sama." kata vian


" ini putra daerah yang masih memikirkan kemajuan daerah asalnya, saya bangga." kata pak bupati


" biasa aja pak, perusahaan juga akan menambah Shift dan mesin produksi, jadi bisa nambah karyawan kurang lebih di 100 orang pak." kata vian


" bagus. nanti pak kapolsek harus menyuruh anggotanya untuk patroli daerah pabrik ya." kata pak bupati


" ngobrolnya sambil makan saja. nanti cacing pada protes." kata vian, devan yang baru datang melihat ikan bertanya


" kok cacing bisa protes pah." kata devan


" iya aa, karena dia lapar." kata vian sambil menyuruh menyalami pak bupati dan pak kapolsek


" wah udah gede aja nih aa, udah besar mau jadi apa." kata pak bupati


" pengen kaya papah om. enak dikawal mobil kalau kesini." jawab devan polos


" om aja dikawal gak kaya papah." kata pak bupati


" memang om kerjanya apa." tanya devan lagi


" om kerjanya melayani, mengurus, masyarakat." kata pak bupati


" oh. permisi om aa mau makan dulu takut diprotes cacing dalam perut aa." kata devan, yang ada disitu jadi pada ketawa


" pak vian saya permisi duluan karena harus ke kantor lagi. nanti saya kabari kalau mau ke rumah bapak." kata pak bupati


" siap pak, kami tunggu kehadirannya." kata vian


" saya juga pak pamit." kata pak kapolsek

__ADS_1


" siap pak, terimakasih atas pengawalannya." kat vian.


pak bupati menyuruh membayar kepada ajudannya, tapi dilarang sama vian.


" biar saya saja pak. ini bukan gratifikasi tapi ini bentuk terimakasih warga kepada bapak." kata vian


" kalau begitu terimakasih banyak. permisi semuanya." kata pak bupati


" terimakasih pak." jawab semuanya


vian juga kembali ke tempat tadi dia merokok, sambil membuka handphonenya. ada masuk pesan dari astrid


" mas jadi ke pabrik, kok gak ngabarin sih." kata astrid


" maaf mas harus temani distributor jadi gak sempat. maaf ya.. kamu udah makan." kata vian


" kirain mas ngelupain aku, belum mas ini masih di cafe, habis ini baru cari makan." kata astrid


" terus gimana pengerjaannya." kata vian


" yang di samping lagi diratakan mau dipasang papingblok." kata astrid


" wah cepat juga." kata vian


" iya mas kata mas bayu struktur bangunan awalnya bagus jafi bisa cepat, dulu dia bilang 2 sampai 3 bulan itu karena belum cek struktur awal bangunan." kata astrid


" iya syukur kalau begitu, mas minta photonya ya." kata vian


" iya mas, mas masih di pabrik, udah makan." kata astrid


" ini lagi makan barusan ada pak bupati jadi baru bisa kirim pesan juga ke kamu." kata vian


" iya mas gak apa apa, yang penting mas sehat dan ada kabar aja. jadi aku gak khawatir." kata astrid


" iya makasih ya. jangan lupa kamu makan. kamu jadi nginap di dilla." kata vian


" jadi mas, si dilla dia bilang mau ngomong sama orang tuanya masalah sama mas." kata astrid


" emang dia berapa saudara." kata vian


" dia anak pertama dari 2 bersaudara, adiknya cowok masih kelas 3 sma," kata astrid


" iya udah gimana kalian aja yang penting usaha cafe ini harus jalan." kata vian


" iya mas, biar lebih mas tau kondisi dilla, nanti aku suruh dia hubungi mas, oh iya mas chef itu mau kerja sama kita." kata astrid


" iya udah syukur. jadi kamu tanya tanya aja ke mereka kebutuhannya seperti apa, jadi kamu sama dilla siapkan. kamu masih pegang uang kan." kata vian


" masih mas, iya nanti sama aku akan tanya, dan pembayaran renovasi termin ke dua juga udah aku bayar." kata astrid


" iya. suruh dilla untuk membuat laporannya." kata vian

__ADS_1


"


__ADS_2