Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mereka Hanya Butuh Waktu Kalian


__ADS_3

vian meminta dibuatkan minum ke bi narsih, lalu menyuruh lilis cerita


" ada apa sih ini." kata bu retno kaget


" udah ibu dengerin aja kalau mau tau." kata pak bowo


" begini bu tadi pulang dari livi residence si aa tidur diperjalanan, lalu saya saya pindahkan tidurnya ke sofa ini dan saya suruh shinta juga istirahat dulu aja disini. Pas saya mau ke kamar bersih bersih dan ganti pakaian si aa mengigau katanya pengen di peluk bobonya sama mamah, shinta yang ada disini terus aja memeluknya. Si aa pun tidur kembali dan katanya dia mau bobo di kamarnya jadi shinta dan lilis membawa dia kesana. Makanya kita ini lagi tanya lilis apa dia sering seperti itu dan apa yang suka diceritakan aa ke lilis yang kita enggak tau." kata vian


" udah lis kamu ceritain aja, enggak usah takut." kata pak bowo


" maaf ya pak bu sebelumnya, sebenarnya saya juga mau ceritaiin ini ke ibu, tapi saya juga tau ibu dan bapak sibuk bekerja." kata lilis


" iya udah kamu ngomong aja." kata lily penasaran


" aa suka bilang ke saya, teh lilis kenapa ya mamah sama papah enggak mau nemani aa main dan aa juga mau kalau tidur mamah peluk aa. Saya bilang mamah sama papah kan sedang cari uang buat aa, ia aa juga tau papah kerja mamah juga, papah kadang pergi jauh, tapi aa juga mau main bareng mamah papah dan kalau tidur aa mau dipeluknya," kata lilis, lily yang mendengar cerita lilis pun tak kuasa menahan air matanya, selama ini dia merasa sudah mengabaikan hal tersebut dan merasa devan bahagia aja dengan kondisi seperti ini. Astrid dan dilla sama meneteskan air matanya, mereka merasa bersalah juga karena sudah mengabaikan devan.


" tuh ly kamu dengarkan, kalian jangan sampai menyesal kehilangan waktu bersama aa dan de qinar waktu mereka kecil, coba usahakan kalian mengajak mereka main bersama, jalan bersama, memang uang penting tapi kebahagiaan anak juga jauh lebih penting, mereka hanya butuh waktu kalian, mereka butuh peluk dan kasih sayang." kata bu retno


" iya bu terimakasih, pantesan kalau saya ajak dia pergi tuh senang banget dan kalau pagi ajak main di taman dia juga ceria." kata vian.


Lily pun langsung pergi ke kamar devan, astrid dan dilla pun mengikutinya. Sesampainya di kamar devan mereka melihat devan yang masih terlelap dalam pelukan shinta


" maafin mamah sayang." kata lily, lalu dia pun beranjak pergi masuk ke kamarnya karena enggak mau ganggu tidur devan. Di dalam kamar lily pun menangis lagi.


" maafin kita ya mbak." kata astrid dan dilla sambil memeluk lily


" kalian enggak salah kok, aku aja yang sudah teledor mengurus anak." kata lily


" aku juga sudah mengabaikan dia." kata astrid


tak lama vian pun masuk ke kamar


" udah enggak usah dibuat sedih, ini pembelajaran buat kita, kedepannya kita harus bisa lebih memperhatikan mereka." kata vian


" iya pah, maafin mamah ya." kata lily, vian pun memeluk lily dan menenangkan lily. Lalu mereka pun tertidur


Jam 4.27 menit devan bangun, karena devan terbangun shinta pun ikut bangun.


" aa udah bangun." kata shinta

__ADS_1


" iya mah, makasih ya udah temani aa." kata devan, tak lama lilis datang karena ingin tau devan


" aa udah bangun, kalau begitu aa mandi ya." kata lilis


" udah, iya aa mau mandi tapi mau dimandikan mamah shinta." kata devan


" iya udah tante mandiin aa ya." kata shinta. Shinta pun membuka baju devan lalu membawanya ke kamar mandi, dia pun memandikan devan, devan kelihatan sangat bahagia.


" asyiiiik, kita main balon sabun ya mah." kata devan


" iya boleh, tapi jangan lama lama mandinya ya." kata shinta


" oke mah.." kata devan


Selesai mandi devan pun memakai baju lalu mengajak shinta pergi ke halaman, shinta pun menuruti kemauan devan.


jam 4.47 menit vian bangun lalu pergi mandi, setelah itu membangunkan lily, astrid dan dilla. Selesai sholat lily pergi mengecek ke kamar devan, dia tidak menemukan devan hanya ada lilis.


" lis si aa sama shinta kemana." tanya lily


" tadi habis bangun dia mau dimandikan sama mbak shinta lalu mengajaknya ke taman katanya mau main." kata lilis


" mamah, papah ayo main sama aa, seru main sama mamah shinta nih." kata devan


" iya sayang mamah ikutan ya." kata lily


" mah tadi aa tidur di peluk mamah shinta loh, aa jadi tidurnya nyenyak banget." kata devan. Lily, astrid, dilla dan vian pun tertegun mendengar panggilan devan ke shinta.


" pah, ayo main bola sama aa." kata devan


" oke... Siapa takut." kata vian. Dia pun main bola sama devan, sedangkan lily, astrid, dilla dan shinta pergi ke gazebo. Mereka melihat devan dan vian bermain.


" shin makasih ya udah mau menemani devan." kata lily


" sama sama bu, aku juga senang kok main sama dia, oh iya bu maaf ya tadi saya ketiduran di kamar devan." kata shinta


" enggak apa apa, saya senang kok, jadi si aa ada yang temani tidurnya." kata lily


" kamu jangan panggil saya ibu, mbak aja ya, kita kan enggak beda jauh umurnya." kata lily

__ADS_1


" baik bu... Eh mbak." kata shinta


" sama kita juga ya, panggil mbak aja." kata astrid dan dill


" iya mbak, terimakasih." kata shinta


" kamu udah siap memangnya jadi mamahnya devan juga, mau nerima dia seperti anak kamu sendiri." kata lily


" iya mbak, saya udah siap dan itu udah saya sampaikan ke mamah juga setelah mbak lily dan mbak dilla ke rumah waktu itu," kata shinta


" terus ibu kamu merestuinya." kata lily


" alhamdulillah mbak, dan mamah juga udah bicara sama keluarga lainnya." kata shinta


" seperti yang saya rasakan, kamu juga harus siap menerima komentar dari orang orang." kata astrid


" saya sih enggak pernah peduliin apa kata orang yang penting saya tidak merugikan mereka." kata shinta


" apa ada pembicaraan setelah waktu itu sama mas vian." kata dilla


" untuk hal itu enggak ada, saya sama pak vian hanya membicarakan masalah kerjaan saja." kata shinta


" iya udah kita kasih kejutan aja buat suami kita, yang penting kamu nanti urus masalah KUA dan yang lainnya pas ulang tahun kamu aja waktunya. Soalnya minggu ini kita mau mengadakan acara 4 bulanan, besok juga kamu mau temani dia ke karawang kan, sama kita juga mempersiapkan untuk pergi umroh." kata lily


" iya mbak terimakasih. Minggu depan juga mau mengadakan peresmian sekolah." jawab shinta


" oh gitu, kok belum ngomong ya sama kita." kata lily


" baru tadi dibicarakannya mbak, jadi bapak belum bicara." kata shinta


" tadi siapa aja yang datang kesana." kata lily


" tim sekolahan hadir semua, pak adi, pak bowo, pak wanto dan pak daryat mbak, tadi juga sekalian wawancara calon guru dan staf sekolah." kata shinta


" jadi tahun ajaran ini sekolah apa aja yang sudah mulai." kata lily


" TK, SD, SMP, SMA, SMK, karena bangunannya sudah siap dipakai." kata shinta


Mereka pun mengobrol, vian sudah main sama devan lalu membawa devan ke gazebo.

__ADS_1


__ADS_2