
Vian menyuruh mirna untuk membuat susu panas, anak anak SPI sudah mengeluarkan sepeaker aktif untuk karaoke, vian juga meminta haris membantu menyiapkan pembakaran jagung dan BBQ.
" mewah sekali ya disini, benar benar layak sebagai tempat berkumpulnya para pejabat, suasananya juga memang enak banget sebagai tempat mengobrol, bertukar fikiran dan pendapat, enakan disini dari pada di ruangan rapat." kata pak walikota
" makanya kita juga enggak tau kenapa, tempat ini buat saya menjadi candu, pengen kesini aja kalau suntuk di tempat kerjaan, apalagi isteri juga selalu mengajak kesini." kata pak menteri UMKM
" itu dia pak, saya juga merasa kalau ada disini itu fikiran menjadi plong, dan jujur saja terkadang dari obrolan obrolan disini memunculkan ide ide, misalnya saja tadi kata pak vian mau membangun keramba ikan yang pengelolaan dari warga rusun, itu secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan dan menjadi ladang mereka untuk mendapatkan penghasilan, sehingga kesejahteraan warga sedikit demi sedikit akan berubah ke arah yang lebih baik. Ide itu enggak akan muncul disaat kalau kita sedang rapat di ruangan." kata pak menteri sosial
" saya kayanya bakalan sering datang kesini nih." kata pak walikota
" padahal walikota saya saja belum ada yang datang kesini loh pak, baru walikota B dan walikota F." kata pak gubernur B
" rumah ini memang seperti rumah ketua umum partai saja ya." kata pak gubernur L
" bu jam berapa kita mau pulang." kata pak menteri tenaga kerja
" ibu menginap disini aja ya pak, tuh rizky aja masih anteng main sama devan." kata bu sofie
" tumben biasanya kalau kita keluar suka ngajak buru buru pulang." kata pak menteri tenaga kerja
" itu beda pak, disini ibu nyaman, ibu citra, ibu kayla, ibu nurlaela dan ibu zahra sama bu nurul dan bu wulan juga menginap disini." kata bu sofie
" iya pak menteri menginap disini aja, tenang pak vian sudah menyiapkan kamar, malahan baru dibangun tuh kamar baru belum pernah diisi, terus kita kan belum makan jagung bakar sama susu panas khas disini loh." kata pak bambang
" pak, bu kita menginap disini aja ya, aku masih mau main soalnya sama devan." kata rizky
" iya sayang, kita menginap disini." kata bu sofie
" asiiiiiik, aa aku nginap disini." kata rizky
" iya pak menginap saja disini, masih ada kamar kosonh kok, dan para ajudan juga ada tempat istirahatnya juga kok." kaya vian
" saya menjadi enggak enak loh pak, jadinya merepotkan bapak dan keluarga." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" enggak kok pak, kami malahan senang bisa menambah saudara apalagi yang menginap disini pejabat." kata vian sambil tersenyum
" makasih banyak nih atas sambutannya." kata pak menteri tenaga kerja
" enggak tau ya saya merasa nyaman berada disini, kekeluargaannya itu kental banget melebihi saudara sendiri, saya lihat anak anak juga mereka langsung bisa adaptasi padahal biasanya mereka susah untuk bergaul." kata bu sofie
" betul bu, saya juga merasakan hal itu, pada awalnya saya tidak begitu menghiraukan sewaktu suami mengatakan bahwa ada seorang pengusaha dari jakarta sampai begitu dicintai sama karyawannya, beliau memiliki 4 isteri, dari situ saya merasa bahwa itu pria tidak pantas kenapa sampai dicintai karyawan, itu hanya gosip saja, tapi setelah saya mendengar langsung dari karyawan baik itu levelnya office boy sampai ke manajer mereka bilang pak vian itu sebagai penolong mereka, bos yang selalu dekat dengan karyawannya tidak membeda bedakan karyawan, selalu membantu karyawan dengan memberikan perhatian serius tentang kehidupan karyawannya. Setelah itu saya bertemu dengan bu lily, bu astrid, bu dilla dan bu shinta mereka akur begotu akrab satu sama lainnya kaya saudara aja. Saya melihat kehangatan dikeluarga pak vian ini sampai orang tua dan mertuanya pun begitu akrab." kata bu wulan
" karena kedekatan itu jadi dia kepincut dan tergoda." kata lily
" jadi masih enggak terima nih mbak." kata astrid, dilla dan shinta berbarengan
" iya.. Memang kalian mau apa." kata lily
" nanti kita jangan kasih jatah mbak ya." kata astrid
" enak aja... Aku sama papah mau misah kamar weee." kata lily
" biarin, nanti mbak udah tidur kita tarik papah masuk kamar kita, jangan kita pijitin lagi mbak ya." kata asteid, dilla dan shinta
" mamah malu ih... Ribut aja... Kalau di kamar aja saling pijit pijitan." kata devan
" kapan memangnya aa lihat mamah pijit pijitan." kata lily
" sering aa lihat kok." kata devan
" aa kok enggak bela mamah sih, aa ini abak siapa sih." kata lily
" yaaa anak mamah sama papah lah." kata devan
" kaya gitu tuh bu kalau lagi kambuh... Kaya anak kembar aja mereka itu, sampai tidur aja mereka harus barengan, kalau beli apa apa harus sama juga." kata bu retno
" iya juga sih bu, kalau dilihat dan diperhatikan ibu lily, ibu astrid, ibu dilla san ibu shinta ada kemiripan." kata bu wulan
__ADS_1
" kak ayo kita karokean bareng." kata ika
" memangnya kamu sanggup bayar kakak berapa, suara kakak mahal loh." kata lily
" ini udah banyak loh kak permintaan bundling produk SPI dan LCInya, mau lanjut apa enggak nih." kata ika
" berapa banyak. Kok belum ada laporan ke kakak sih." kata lily
" ini masih di rekap kak, nilainya hampir 500 jutaan buat produk LCI aja." kata ika
" wow, sirius nih, cepetan kasih laporannya supaya disiapkan produknya." kata lily
" siap kak, senin besok selesai." kata ika
" nah gitu dong, ini baru adik yang berbakti." kata lily
" terus bonus apa nih bjat kita kita." kata ika
" nanti kita liburan ke singapura kalau omzet bundling ini bisa tembus 2 milyar khusus produk LCI aja ya, kalian kan dapat 15%." kata lily
" siap kak, kakak siapkan produknya aja ya." kata ika
" iya tante, ini di online juga banyak yang tanya tanya." kata nirmala
" jadi nanti kita akan minta kak sella dan kak selly untuk bisa bantu kita terus sebagai orang yang tau produk dari LCI ya tante." kata silvi
" kalian atur aja, toh selama ini juga kan sella dan selly lebih banyak di kantor SPI." kata lily
" ini juga sudah mulai banyak yang tanya dari luar tante, terutama negara tetangga, mereka bahkan mau jadi distributor produk LCI." kata Anisa
" iya udah kalian tangani aja dulu ya, nanti kalau memang enggak ada yang tau penjelasannya kalian langsung bilang ke tante atau ke kak astrid. Kalau ini deal kan pas kita jalan jalan ke singapura kita bisa ke malaysia juga." kata lily
" siap tante." kata mereka
__ADS_1
" dari kejadiaan seperti ini kenapa saya bilang supaya kalian itu tidak hanya terpaku terhadap satu keahlian saja, misalnya bella ahli di design, kamu juga harus mengerti di bidang marketing, keuangan juga, kalian harus saling bertukar kemampuan kalian, jangan hanya mentok di satu keahlian saja, jangan pernah lelah untuk belajar dan jangan malu untuk meminta ilmu." kata vian
" iya om, makanya kita juga suka sharing kalau di asrama, apalagi sekarang udah dibuatkan tempat santai kita untuk kita supaya bisa ngobrol sebelum tidur." kata silvi. vian menyuruh mirna dan haris untuk membakar jagung.