
Setelah selesai sholat vian dan anggota keluarga lainnya berkumpul di restoran, vian mempersilahkan mereka semua untuk makan malam bersama, bu retno terlihat sedang menyiapkan makan untuk ibunya. devan yang sudah memakai jaket karena kedinginan dan duduk diantara lily, astrid dan dilla, de qinar di gendong bergantian oleh lilis dan evi. sedangkan vian, pak dede dan pak wahyudi sedang ngobrol bersama tim wisata disana.
" siapa aja yang mau ikut besok pagi melihat sunrise, silahkan daftar ke ika dan bella." kata lily
" berangkatnya jam berapa kak." kata ika
" jam 4.30 setelah subuh, kumpul di area depan, lalu naik mobil nanti akan ada pemandunya jadi kalian jangan pergi sendiri sendiri nantinya." kata lily
" nenek mau ikut." tanya lily
" ly nenek sudah tua, nenek disini aja nanti ikut malah ngerepotin." kata bu julaeha
" iya sudah kita juga gak akan lama kok disana jam 10an pasti udah disana, nanti untuk sarapan nenek biar disiapkan dulu." kata lily
" mba de qinar mau dibawa juga." kata astrid
" iyaah bawa aja, nanti pakai pakaian berlapis aja kasian juga evi sama lilis mereka juga pasti ingin jalan jalan." kata lily
" iya biar nanti kita gantian aja gendongnya." kata dilla
setelah selesai ngobrol dan deal dengan pemandu wisata vian baru makan malam.
" sisakan perutnya ya karena nanti ada acara BBQan di halaman Villa. dan ada hadiah juga dari bos Livi Group.
" kata lily
selesai makan ada yang langsung ke aula villa ada yang ke kamar dulu, vian, pak dede, pak wahyudi, hatis dan putra ke minibus melihat apa saja yang dibeli dati tempatnya pak wahyudi, sebagian jagung yang tadi dibeli dan yang dibawa dari LA dibawa ke tempat pembakaran. haris, putra dan pak dede mulai membuat bara api mereka pun bikin kopi dan merokok disana vian pun ikutan. vian tidak pernah membuat jarak antara bos dan karyawan jadi mereka juga tidak canggung untuk mengobrol bahkan becanda, devan pun masih ikut gabung katanya mau jagung bakar.
satu per satu orang pun datang kesana termasuk neneknya lily duduk di kursi. suasana kebersamaan pun terasa, ada yang makan sosis bakar ada daging, bercanda, vian juga membagikan uang kepada anak anak, amplop ke yang sudah gede dan orang tua termasuk hatis, putra, lilis, evi, pak dede dan pak wahyudi. vian menyuruh lily untuk memberikan Amplop ke orangtuanya dan kepada neneknya.
" nek mohon ini diterima dari kita, jangan dilihat berapanya ya nek, ini salah satu bentuk sayang dari kita untuk nenek." kata lily
" terimakasih banyak ya ly, semoga kalian diberikan kesehatan dan kebahagiaan." kata bu julaeha sambil menerima amplop dari lily
vian juga menyuruh astrid dan dilla ngasih ke orang tuanya. vian juga ngasih ke orangtuanya
" itu buat beli oleh oleh ya. langsung istirahat, pagi kita berangkat ke tempat sunrise" kata vian
__ADS_1
karena sudah malam mereka pun bubar, pak dede dan pak wahyudi dibantu haris dan putra memasukan kembali jagung sisa ke mobil. vian dan istri istrinya masuk ke kamar, de qinar sudah tidur di kasur bayi, sedangkan devan tidur bersama lilis.
" terimakasih ya pah atas semuanya." kata lily lalu mencium vian
" iya mas makasih." kata astrid dan dilla mereka pun mencium vian
" yang penting kalian bahagia." kata vian
mereka tak ingin melewatkan malam, pergulatan suami istri dilakukan disana, karena lelah mereka pun tertidur dengan berpelukan dibawah selimut.
jam 4 vian bangun lalu mandi, membuat susu panas lalu pergi ke balkon dan merokok, setelah itu membangunkan istri istrinya untuk mandi dan siap siap untuk sholat subuh berjamaah. selesai sholat lily membangunkan devan dan mempersiapkan perjalanan dibantu astrid dan dilla. lily menggendong de qinar, vian menggendong devan sedangkan barangbawaan dibawa adtrid dan dilla dibantu lilis dan evi
Bu retno sudah menyiapkan makanan buat ibunya, lalu mereka pun berkumpul di depan hotel. setelah siap semua mereka pun berangkat ke lokasi untuk melihat surise, setibanya dilokasi mereka pun makan makanan di warung yang ada disana sebelum ke tempat melihat sunrise. setelah itu mereka pergi ke tempat melihat sunrise dan moment itu pun mereka dapatkan, mereka mengabadikan dengan photo bersama.
vian dan ketiga istrinya berphoto bersama kadang devan dan de qinar diajak berphoto. ika dan bella pun mengabadikannya mereka berdua seperti adik kakak.
setelah itu ke tempat wisata lain yang ada disana, mereka naik kuda menuju kawah, orangtua dan mertua vian tidak ikut sehingga de qinar di titip mereka. devan naik kuda bersama vian. pas mau naik ke kawah devan baru digendong putra dan haris.
" iya mas aku gak kuat nih." kata astrid
" terus papah harus gendong ketiganya nih, ayo pelan pelan jangan lihat ke belakang." kata vian
dengan tertatih mereka pun akhirnya sampai, lelah tadi pun terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. setelah berphoto mereka pun turun.
" papah gendong cape." kata lily
" iya sini papah gendong." kata vian, vian pun menggendong lily tapi gak sampai bawah.
setelah semuanya kumpul di bawah mereka kembali ketempat asal dengan naik kuda.
" ayo mah kita balapan." kata devan
" kudanya cape aa, gak bisa lari belum makan." kata lily
" coba thunder di ajak pah." kata devan
__ADS_1
" lain kali kita bawa ya aa." kata vian
setibanya di lokasi awal mereka pun mengabadikannya lagi dengan keindahan alam dan indahnya kebersamaan. moment moment tersebut tidak ingin dilewatkan. jam 10an mereka pun kembali ke hotel.
setibanya di hotel mereka pun bersih bersih dan siap siap untuk check out. lily, astrid dan dilla pun berkemas barang bawaan. sedangkan vian dia membuat kopi lalu duduk di balkon menikmati suasana disana. hatis dan putra membantu lilis dan evi mengangkut barang bawaan ke mobil.
jam 12an mereka pun melakukan checkout dan makan siang bersama di restoran. selesai makan pakdhe narto, budhe soimah dan bu rina pamitan. nenek lily ikut bu rina pulang. vian dan yang lainnya naik minibus pergi ke surabaya.
devan yang kecapean sudah tertidur bersama lilis. de qinar juga sama dia tidur bersama evi. lily, astrid, dilla, ika dan bella bernyanyi.
" mas mau dibuatkan kopi." kata astrid
" boleh sayang, terimakasih." jawab vian, lalu menyalakan exhaust fan dan membuka jendela lalu menyalakan rokoknya.
" ini kata raka merk Belik dan LAD's bisa didaftarkan patent merknya, mau tunggu perusahaan dulu atau mau atasnama pribadi," kata vian
" gak apa pribadi aja aa, takut ada yang pakai nanti." kata ika
" iya pah atasnama pribadi aja dulu." kata lily
" iya sudah minta kartu identitasnya." kata vian
" yang Belik atas nama ika aja." kata ika lalu mengirimkan kartu identitasnya
" yang LAD's atasnama mamah aja pah, kalau kartu identitas mamah ada kan." kata lily
" iya sudah ada, papah juga sudah suruh raka mempersiapkan akta untuk pendirian perusahaannya. tapi alamat domisilinya mau dimana." kata vian
" kayanya kita perlu beli ruko deh pah untuk kantornya." kata lily
" iya udah nanti kita cari disekitaran butik ruko yang masih kosong, buat kantor LAD's dan Belik." kata vian
" terimakasih suami ku sayank." kata lily
" terimakasih kakak ku sayang." kata ika
Perjalanan ini mereka tempuh hampir 3 jam, vian meminta untuk langsung ke rumah saja akan tetapi lily pengen ke dilas cafe terlebih dahulu. akhirnya mereka pun ke cafe terlebih dahulu.
__ADS_1