Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ada teror di Pabrik 1


__ADS_3

Di pagi hari seperti biasa vian dan lily mengajak devan bermain di taman, di taman sudah ada bu Julaeha nenek lily ditemani bi retno dan nenek kakek vian yang ditemani bu ningsih, pak bowo dan pak adi sedang menikmati teh di gazebo, vian pun bergabung bersama mereka.


" nenek, uyut selamat pagi." kata devan


" pagi juga aa," jawab bu ningsih dan bu retno


" wah anak ganteng, mau main apa nih, pinter banget sih." kata pak hardian


" mau lihat burung aja uyut." jawab devan


" ly, kok anak mu undah pinter gitu ngomongnya, berapa tahun dia." tanya bu julaeha


" baru 2 tahun lebih nek, mungkin karena suka di ajak ngobrol, dan disini rame mungkin dia mengikuti lingkungan." jawab lily


" kamu tinggal disini udah lama, terus rumah kamu yang dulu gimana." tanya bu julaeha lagi


" lily sama vian beli ini pas mau nikah, dan supaya keluarga kita bisa kumpul juga. rumah yang itu sudah di jual." jawab lily


setelah menikmati udara pagi mereka kembali ke rumah dan sarapan. habis sarapan vian menerima telepon dari opik, vian pun beranjak dari tempat makan


" pagi pak, maaf ganggu, ada informasi yang perlu saya sampaikan mengenai kejadian di pabrik." kata opik


" iya pik gak apa apa, terus ada kejadian apa di pabrik." jawab vian


" biasa pak, ada warga yang mengaku bahwa kalo mau masuk kerja di pabrik harus bayar uang sekian rupiah, terus harus melalui orang itu, kemarin dari pihak desa meminta komfirmasi akan hal itu." kata opik


" siapa orangnya." tanya vian


" kata pihak desa, orang itu preman daerah sana, memang orang tersebut suka bikin ulah dan suka membuat teror. dia merasa keberadaannya tidak kita akomodir. kemarin dia juga mengirimkan teror di pabrik dengan melemparkan surat kaleng yang isinya ancaman." kata opik


" ya sudah surat ancaman itu kamu simpan sebagai bukti. kamu selediki orang itu." jawab vian


" sudah saya suruh anak anak untuk menyelidiki latar belakang dia, saya juga sudah meminta pihak desa dan keamanan disana untuk membantu kita." kata opik


" ya sudah, besok saya kesana." jawab vian

__ADS_1


" gak usah pak biar kami menyelesaikannya." kata opik


" besok ketemu di lokasi aja ya, saya juga harus mengklarifikasi ke pihak desa dan warga disana, karena waktu itu kan saya akan memprioritaskan warga sana." jawab vian


setelah selesai telepon vian masuk. " pah telepon dari siapa.?" tanya lily


" dari opik, dia ngasih tau bahwa di pabrik ada yang teror. besok papah mau kesana." jawab vian


" emang siapa yang buat teror itu apa sudah diketahui." tanya lily


" preman daerah sana, dia mengancam mau ngacak ngacak pabrik, karyawan yang mau bekerja di pabrik harus melalui dia dengan biaya." jawab vian


" ya udah papah gak usah kesana, lagian sudah ada opik, mamah khawatir pah." kata lily


" gak mah, papah harus kesana mengklarifikasi ke pihak desa dan warga." jawab vian


" ada ada aja sih kelakuan orang, orang mau bantu ngembangin daerahnya. eh bikin ulah." kata bu retno


" ibu ini, kita melakukan yang baik aja belum tentu diterima dengan baik, apalagi salah. kita buka usaha itu gak akan selalu mulus bu." jawab pak bowo.


" saya akan koordinasi dengam pihak keamanan disana dan besok akan bawa si endris teman vian." jawab vian


vian pun menelepon kapolsek dan endris, apa besok janjian di lokasi pabrik. mereka siap untuk bertemu di lokasi.


...****************...


keesokan paginya vian pamit ke keluarganya, " papah hati hati ya." kata lily


" iya sayank, papah pergi dulu supaya masalah ini cepat selesai." jawab vian lalu memeluk lily dan menxiim kening istrinya itu.


vian, haris dan pak dede pun pergi ke pabrik, seperti biasa dan karena belum sarapan vian dan yang lain sarapan di rest area. setelah itu baru melanjutkan perjalanan. jam 10 mereka sampai di pabrik disana sudah ada Opik, pak siswandi dan endris, serta aparat desa yang sengaja diundang opik. mereka pun pergi ke ruangan meeting opik memberikan surat kaleng dan aparat desa memberikan informasi mengenai masalah yang kemarin disampaikan warga, dan hari ini pun ada warga yang melapor.


" kalo begitu biar kuat bukti bukti, panggil orang yang melapor kemarin dan hari ini. " kata pak siswandi. pak wanto sebagai sekretaris desa memberikan intruksi untuk memanggil warga yang melapor ke anak buahnya. sambil menunggu mereka pun mengobrol


" ada orang berniat baik, masih aja melakukan hal hal merugikan." kata endris

__ADS_1


" iya pak. saya tau pak vian sudah mau membangun desa ini, ada aja." kata pak siswandi


" biasa pak itu. oh iya pak kemarin saya mengobrol dengan petugas yang mengawal saya, bahwa keinginan mereka sama dengan apa yang waktu itu berikan kepada saya. saya hanya mengcroscek saja. oh iya apa bapak sudah mengetahui ada lahan yang bisa dijadikan perumahannya." kata vian


" gak apa apa itu akan lebih baik, jadi bapak juga bisa lebih yakin. untuk lahan saya belum ketemu, mungkin dari pak wanto ada gambaran." jawab pak siswandi


" saya pernah mendengar sih pak ada tanah yang mau di jual luasnya 3 hektaran dari sini 2 km an," kata wanto


" itu lahan pertanian subur atau bagaimana, dan harga minta berapa pak." kata vian


" itu lahan gersang pak, maksudnya karena sumber air yang jauh, jadi untuk pertanian agak sulit, oleh sebab itu dia mau jual 3,5 Milyar aja." jawab pak wanto


" boleh tuh pak, nanti informasinya kasih ke pak opik saja dulu. untuk air perumahan bisa kita cek kita bor, dan mungkin untk warga sekitar sana juga bisa kita alirkan kedepannya." kata vian


" wah bagus itu pak, jadi ada solusi juga buat warga sana. nanti saya akan sampaikan ke pak kades, dan pemilik lahan" jawab pak wanto


vian menyuruh opik untuk membeli makanan untuk makan siang karena gak memungkinkan untuk pergi keluar. tak lama warga yang melaporkan kejadian telah datang dengan dijemput aparat desa dan pihak kepolisian. vian meminta pak siswandi saja yang menanyakan dan menggali informasi terhadap warga tersebut. warga itu pun kaget karena disana ada pihak kepolisian dan tentara.


" bapak jangan takut, kami hanya ingin mendengarkan informasi dari bapak dan tolong berikan informasi sejelas jelasnya kepada kami mengenai hal uang bapak bapak laporkan dan ketahui mengenai orang tersebut." kata pak siswandi dan menyuruh anak biahnya untuk mencatat dan merekam pembeicaraan tersebut


" terimakasih. kenapa kami melaporkan hal tersebut kepada pihak desa, karena kami waktu itu mendengar dari bapak vian bahwa akan memberikan prioritas tenaga kerja kepada warga disini sesuai dengan keahlian dan kemampuannya. anak saya kemarin mau melamar ke pabrik sini, akan tetapi di perjalanan di cegat sama sekelompok orang preman bahwa kalo mau melamar pekerjaan harus melalui mereka gak bisa langsung dan dikenakan biaya 3 juta." kaya pak arif warga yang melapor.


" iya pak sama anak saya dan temannya juga diminta seperti itu." kata pak jajang


" bapak tau siapa preman itu." tanya pak siswandi


" tau pak, dia agus dia tinggal di desa sebelah dan anak buahnya ada dari daerah sini juga. dia memang terkenal preman yang keluar masuk penjara." jawab pak arif


" terkenal kok keluar masuk penjara." kata pak siswandi terkekeh


" kalo untuk perempuan kalo tidak memiliki uang bisa mereka bantu asalkan mereka mau tidur sama mereka." kata agus


" wah ini gak bisa dibiarkan." kata pak siswandi


" ya sudah kita tindak tegas saja hari ini." kata endris

__ADS_1


__ADS_2