Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berkunjung ke kampung leluhur lily 1


__ADS_3

Di pagi hari vian dan keluarga siap siap untuk pergi ke kampung lily. semalam lily telepon ika barangkali mau ikut kesana dan vian juga menyuruh pak dede untuk memberangkatkan sopir bus supaya bisa gantian dengan pak dede. sopir dan ika diantar pake mobil sama pak edi ke rest area tol, setelah beres beres mereka pamitan ke kakek nenek vian. mereka pun pergi dan menuju ke rest area yang sudah di tentukan. mereka sarapan di dalam bus, satu setengah jam mereka sampai di rest area. disana ika dan pak burhan sopir yang mau gantian sudah ada. setelah semua siap merekapun melanjutkan perjalanan. "wah enak busnya ada tempat masak dan karoke juga." kata ika, " emang ika belum tau gitu." jawab lily, " belum ka, kemarin ika kan kerja gak ikut acara. kok gak bilang bilang sih mau ke kampungnya kakak." jawab ika. " iya kemarin malam rencananya mendadak." jawab lily


setelah menempuh 2 jam perjalanan mereka berhenti untuk makan siang. setelah makan dan beristirahat mereka melanjutkan perjalanan ke kota Yogya, 5 jam waktu perjalanan akhirnya mereka sampai. karena sudah malam vian dan keluarga menginap di hotel. setelah makan malam mereka pun istirahat. di pagi hari setelah sarapan mereka melanjutkan ke kampung pak bowo, kurang dari 1 jam mereka sampai di kediaman keluarga besar pak bowo. pak bowo dan keluarga disambut oleh saudara saudaranya termasuk pak narto dan cepi yang kemarin datang ke rumah vian. pak bowo melepas rindunya kepada keluarganya itu karena sudah lama gak pulang terakhir pulang 5 tahun lalu waktu orang tuanya meninggal dan pak bowo lama tinggal di singapura jadi jarang pulang. pak bowo memperkenalkan vian dan orangtuanya.


" bu, kalo keluarga ibu dimana?" tanya vian


" kalo ibu dari sleman." jawab bu retno


" berapa lama jarak dari sini. kalo dari hotel" kata vian


" 1 jam kalo gak macet. kalo dari hotel 45 menit." jawab bu retno


" kapan terakhir ibu kesana?" tanya vian


" 5 tahun yang lalu." jawab bu retno


" gimana kalo besok aja ke tempat ibu nya, biar lamaan dan kelihatannya bapak masih kangen kangenan." kata vian


" iya gak apa apa, itu lebih baik, terimakasih vian, tapi kamu gak apa apa, kerjaan kamu gimana." yanya bu retno


" ya gak apa apa dong bu, kerjaan udah ada yang handle semua lagian vian bisa ngontrol dari sini." jawab vian


"vian makasih lho mau hadir ke kediaman kami." kata pak narto


" sama sama pak dhe, senang bisa datang kesini dan maaf merepotkan." jawab vian


" gak ngerepotkan kok, malahan kami senang kalian mau datang kesini" jawab pak narto


" ly kamu kapan ya terakhir kesini." tanya pak narto

__ADS_1


" kayanya waktu itu lily masih kecil pak dhe." jawab lily


" oh iya vian apa masih membutuhkan supply sayuran." tanya pak narto


" masih pak dhe, kalo disini sayuran unggulannya apa ya." kata vian


" disini kentang yang bagus. kalo kamu masih ada waktu kita bisa ke kebun" jawab pak narto


" boleh pak, saya gak keburu buru juga." jawab vian.


" ya sudah nanti setelah makan siang kita kesana. kalian makan siang disini kan ya" kata pak narto


" gak usah ngerepotin pak dhe, kita ke restoran aja, kita semua kesana." jawab lily


" iya mas kita cari restoran aja, biar disini gak repot, kita makan bersama disana." ajak pak bowo


merekapun mengobrol dengan asyik, lalu pergi ke restoran yang ditunjuk pak narto. keluarga besar pak bowo membawa mobil masing masing. sampai disana mereka pun makan bersama. setelah makan mereka kembali ke rumah, setelah istirahat sebentar pak narto mengajak vian pergi ke kebun. disana vian mengobrol dengan para petani, vian tertarik dengan kualitas kentang disana. vian juga menanyakan kemana sayuran itu dijual. harga berapa dijualnya, berapa banyak hasil panennya. setelah mereka mengobrol dan memberitahukan kalo nanti bisa hubungi pak narto. disana juga vian membeli kentang. setelah selesai vian dan pak narto pamit ke mereka dan pulang ke rumah


" bagus mah, itu papah bawa, kayanya pabrik pengolahan makanan harus direalisasikan." jawab vian


" bowo kamu memang beruntung punya mantu ini, dia bisa melihat sekecil apapun peluang." kata pak narto


" iya dong, saya aja kalah mas, baru kemarin lihat tanah dan dia baru ngerencanain. udah mau dia exsekusi aja, dan dia tuh bisa mengintegrasikan usahanya dan dia sangat memperhatikan kondisi karyawannya." jawab pak bowo bangga


" biasa aja pak dhe, pak, oh iya pak dhe bagaimana kalo perusahaan vian buka cabang disini dan pak dhe yang mengelolanya atau pak dhe buat perusahaan yang nantinya kerjasama dengan kita." kata vian


" pak dhe sudah tua kalo untuk buka perusahaan, baiknya perusahaan kamu saja yang buka cabang biar pak dhe dan keluarga lainnya bertanggung jawab. dan kalo itu perusahaan kamu setidaknya kamu bisa sering juga kesini dan bawa mertua kamu tentunya." jawab pak narto


" iya sudah kalo pendapat pak dhe seperti itu, dan perusahaan cabang ini pak dhe memiliki saham 20% didalamnya, jadi pak dhe setiap tahun mendapatkan 20% dari keuntungan perusahaan cabang ini selain tiap bulan dapat dari sebagi pengelola. bagaimana mana menurut bapak dan pak dhe." kata vian

__ADS_1


" bapak setuju aja, tapi perlu di ingat ini bisnis harus dijalankan dengan baik dan jangan sampai merusak hubungan keluarga." jawab pak bowo


" sama pak dhe juga sependapat." jawab pak narto


" kalo begitu pendapatnya, walaupun ini belum di notariskan, pak dhe bisa memulai untuk bernegosiasi dengan para petani, nanti pak dhe bisa hubungi pak opik direktur utama perusahaan LA." kata vian


"nah seperti ini yang saya suka. silaturahmi jalan dapur pun bisa ngebul." kata pak narto


" ini lah pentingnya silaturahmi, saya akui selama ini diabaikan. tapi setelah mengenal vian saya sadar keluarga adalah yang utama." kata pak bowo


" oh iya bu, kapan kita ke rumah keluarga kamu, bapak sampai lupa." kata pak bowo lagi


" besok aja pak, vian tadi udah setuju." jawab bu retno


" kalo bapak sama ibu masih mau tinggal lebih lama disini juga gak apa apa, biar kami lusa pulang, ibu dan bapak bisa naik pesawat atau kereta." kata vian


" gak lah kami bareng saja pulangnya, lagian nanti kita bisa sering ketemu." kata pak bowo


" kalian nginep dimana," tanya pak narto


" di hotel dekat mallioboro mas." jawab pak bowo.


" pak dhe dan keluarga srrta yang lainnya kalo mau nginep disana ayo kita bookingkan kamarnya, bukannya kita gak mau nginap disini tapi gak enak kita rombongan soalnya." kata lily


" boleh kalo kalian gak keberatan." jawab pak narto


lily langsung ngebooking kamar buat keluarga pak narto dan yang lainnya


" udah lily booking 4 kamar atau masih kurang." tanya lily

__ADS_1


" cukup ly, 2 kamar buat keluarga pak dhe, 2 kamar buat keluarga soimah." jawab pak narto


* pak bowo adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara, yang pertama pak narto, yang ke dua soimah, pak cepi adalah suami soimah.


__ADS_2