
Sampai di villa vian mengobrol dengan isteri isterinya, astrid membuatkan susu panas untuk vian.
" anak anak udah tidur semuanya." kata vian
" si aa baru aja tidur, kalau de qinar dari tadi juga udah tidur." kata lily
" de avin sama de alea juga udah tidur dari tadi pah." kata dilla
" besok kita pulang habis sarapan, mudah mudahan tidak ada halangan lagi. Karena lusa kita mau ke surabaya, sayang kamu ikut atau enggak." kata vian kepada shinta
" enggak pah, aku sekarang mudah cape soalnya, nanti malahan ngerepotin aja." kata shinta
" terus kamu di rumah sama siapa?" kata vian
" aku sudah bicara sama ibu, jadi aku ditemani ibu pah." jawab shinta
" syukur kalau begitu, papah jadi tenang ninggalin kamunya." kata vian
" nanti kamu di rumah berenang dan jalan jalan di taman supaya nafas kamu bagus." kata lily
" iya mba nanti aku akan berenang." jawab shinta
" iya sudah kalian istirahat, papah mau ngerokok dulu di depan," kata vian lalu bangkit dan pergi ke depan villa
" jangan lama lama pah, papah harus istirahat juga." kata lily
" iya sayank, papah enggak lama kok." jawab vian. Lily, astrid dilla, dan shinta masuk ke kamar mereka pun tidur. Vian meminum susu lalu menyalakan rokoknya, sambil memeriksa laporan laporan perusahaannya. Setelah menghabiskan 2 batang rokok vian pergi masuk untuk tidur.
__ADS_1
dipagi hari setelah selesai sholat, vian pergi ke depan, giliran dilla yang membuatkan susu panas, dilla memberikan susu yang dibuatnya lalu pergi untuk packing barang barang dan perlengkapan de alea. Vian melihat pak dede yang baru datang di saung. Vian pergi ke saung juga lalu mengobrol.
" pak de tolong pesankan tiket untuk saya, lily, devan, de qinar, astrid, de avin, dilla, de alea, ibu saya, ibu retno, ibu asti, ibu sri, pak wanto, Febby dan temannya vina dan fenny serta lilis, evi, asri dan della, serta haris untuk besok yang jam 9an aja." kata vian lalu menghisap rokoknya
" baik pak, saya suruh anak anak L-Trans memesankan tiketnya." kata pak dede. Vian pun menelepon pak wahyudi untuk menjemput di bandara dan harus pakai 2 mobil menjemputnya.
Jam 7an vian mengajak semuanya sarapan, dan memberitahu mereka bahwa akan kembali ke jakarta jam 8an. selesai sarapan vian pergi ke saung, opik pun datang menemui vian.
" ada yang mau dibawa pak." kata opik
" kayanya enggak deh pik, soalnnya besok saya harus ke surabaya, nanti saja kirim kalau saya sudah pulang pake L-Trans, tolong tanya bapak sama bapak mertua saya makannya mau apa, dan kalau memang mereka masih mau tinggal disini tolong layani ya pik, tapi buat makan malam dan si aa suka udang saya bawa itu aja deh." kata vian
" siap pak saya siapkan, nanti saya sendiri yang akan mengaturnya." jawab opik
" sama siapkan saja produk LA untuk pak bambang, pak menteri sosial, pak menteri UMKM, pak menteri pendidikan, pak menteri tenaga kerja dan timnya, pak gubernur, pak bupati KBB dan pak bupati P dan endris." kata vian
" a kita mampir dulu di pabrik ya, enggak apa apa kan, enggak bareng pulangnya." kata ika
" iya enggak apa apa, tapi yanya febby dan temannya mereka kan besok mau pulang." kata vian. Ika pun memanggil febby
" feb, kamu mau pulang duluan atau bareng kita ke pabrik dulu, besok kan kamu mau pulang." kata ika
" bareng aja kak toh besok pulangnya." kata febby
" oh iya sudah kalau begitu." kata ika
" oh iya Febby, vina dan fenny tiket pesawatnya sudah saya pesan jadi kalian jangan pesan lagi, sama besok febby ada yang jemput atau bareng sama om." kata vian
__ADS_1
" oh gitu om, iya sudah aku akan bilang ke ibu supaya enggak jadi beli tiketnya, kemarin sih ibu yang akan menjemput om di bandara." kata febby
" iya sudah kalau begitu, nanti saya kasih tau ke kalian tiketnya." kata vian
" iya om, terimkasih banyak." kata febby vina dan fenny. Mereka pun pergi ke teman yang lainnya. Pak dede, haris, putra memasukan barang bawaan ke minibus.
Jam 8.27 menit vian pamitan ke bapak, pak bowo dan yang lainnya, mereka pun pulang ke daerah masing masing, metrka pun membuat janji untuk bertemu di rumah vian. Ibu dan ibu mertuanya vian meminta membeli oleh oleh khas daerah sana. Setelah membeli oleh oleh mereka melanjutkan perjalanan. Karena sudah siang dan waktunya makan siang, vian meminta pak dede untuk mampir terlebih dahulu ke restoran C sebelum ke rumah. di perjalanan vian menerima kabar dari pak adi bahwa tanah yang mau dibeli untuk lahan pengembangan YPl. Vian mengatakan kalau sudah mau transaksi mengabari lagi untuk transfer uangnya. Jam 1.37 menit mereka telah sampai di rumah. Vian dan yang lainnya masuk ke kamar masing masing karena mau persiapan pergi ke surabaya besok.
" sayang tanya ari sam bimo, mereka mau pulang atau enngak, soalnya papah belum pesankan tiket mereka." kata vian
" iya pah, " kata astrid dan dilla, mereka pun menelepon ari dan bimo menanyakan apakah mereka akan pulang ke surabaya atau tidak.
" kata ari enggak pah, dia lagi ada kegiatan di kampusnya." kata astrid
" sama pah bimo juga." kata dilla
" iya sudah kalau begitu." kata vian
shinta yang sudah kelelahan langsung istirahat dan karena dia enggak ikut pergi, jadi yang sibuk lily, astrid dan dilla, vian hanya membantu memasukan barang bawaan yang mau dibawa. Setelah membantu sebentar vian pamitan pergi ke gazebo, sampai di gazebo dia membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian menerima telepon dari pak adi bahwa transaksi sedang berlangsung karena pemilik tanahnya tadi telat datangnya. Vian pun meminta bicara sama pak fujianto untuk memastikan. Setelah mendapat jawaban tidak ada masalah vian meminta BLS untuk menstranfer ke rekening pemilik lahan. Vian mendapat kabar bahwa transfer sudah dilakukan dan bukti transfernya vian kirim ke pak adi. Akhirnya transaksi jual beli lahan selesai. Pak adi memberi kabar bahwa dia dan pak bowo akan tinggal dulu di pabrik LA untuk mengawasi pembuatan patok tanah yang baru di beli, vian menyampaikan supaya pak adi koordinasi dengan pak daryat untuk membuat design dan meminta supaya pembangunan sekolah di lahan belakang klinik livi lebih ke arah dekat sungai dan hanya menggunakan lahan setengah hektar aja dahulu, vian mempertimbangkan sisanya untuk hal lain. Karena sudah sore vian kembali ke rumah untuk mandi, selesai mandi dia pergi ke dapur memasak udang goreng, udang asam manis dan nasi goreng untuk malan devan dan keluarga lainnya. Jam 5 sore anak anak SPI datang.
Setelah sholat magrib vian mengajak semuanya untuk makan malam bersama, vian memberikan kabar bahwa pembelian lahan untuk pengembangan YPL sudah selesai transaksinya.
" ini pasti buatan papah udang goreng dan nasi gorengnya soalnya enak sih." kata devan
" enggak a, buatan mamah tau." kata lily
" aa enggak percaya mamah yang masak." kata devan.
__ADS_1
" pah lihat de qinar aja suka banget udang goreng dan nasi gorengnya." kata lily. Mereka pun menikmati makan malam di rumah, shinta pun sangat menikmati masakan vian.