Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Diskusi


__ADS_3

Mereka menikmati kebersamaan itu dengan bahagia kadang ngobrol serius kadang becanda


" pak ini kata orang kampung bisa besok kirim dan pembayarannya bisa disini, sama mereka juga tanya apa ini akan berlanjut." kata pak wahyudi


" iya udah, kalau kualitasnya bisa dipertahankan pasti berlanjut." kata vian


" baik pak saya sampaikan." kata pak wahyudi


" mas besok teman teman aku bisa ketemu ada 6 orangan." kata bella


" iya udah jam 3an ketemu di cafe." kata vian


" baik mas." kata bella


" ika sama bella harus bikin tim operasional juga, yang memastikan produksi, gudang, keuangan, marketing." kata vian


" iya aa, ika juga udah ngobrol sama lusi dan mitha, kita ngobrol pas ada bella kita ngumpul." kata ika


" iya pastiin aja tim intinya dulu." kata vian


" bapak perlu sekretaris pribadi kayanya." kata pak dede


" iya vian jadwal kamu tuh padat banget." kata bu retno


" si .... pasti dia mau pak, dia juga kayanya mau kalau diajak ke KUA." kata pak dede


" siapa pak de, pasti sekretaris LNI atau resepsionis BLS." kata lily


" cari gara gara aja nih." kata vian


" oh gitu, awas aja nanti aku pecat mereka." kata lily


" kalau gak boleh gak apa apa yang penting kalian bisa ingetin papah." kata vian


" iya nanti mamah bikinin jadwal." kata lily


" kamu kok jadi protektif gitu sih ly." kata bu retno

__ADS_1


" jaga jaga aja bu, masa nanti harus cari tempat tidur yang lebih luas kan susah bu." kata lily


" tinggal pesan aja beres." kata bu rerno


" kok ibu malahan bela vian, yang anak ibu vian apa lily." kata lily


" habisnya kamu tuh ada ada aja." kata bu retno


" bener mah kata nenek pesan kasur yang gede biar aa bisa tidur sama mamah papah juga." kata devan


" iya a ya mamah bikin ribet aja." kata bu retno


" memang nek mamah suka ribet, masa aa mau tidur sama papah aja hak boleh." kata devan yang diikuti ketawa orang yang ada disana.


orang tua dan mertua vian pamitan karena sudah malam mau istirahat, devan yang tertidur dibawa masuk sama lilis dan di tidurkan di kamar utama, de qinar juga sudah tidur disana. pak dede, pak wahyudi, haris dan putra pun sudah pamit istirahat mereka menggelar kasur di teras.


" aa mau istirahat." kata ika


" belum, kenapa emang." kata vian


" ika udah dapat nomor telepon yang bisa produksi kerudung sama pakaian muslimah. apa yang harus dikerjakan lagi." kata ika


" untuk menentukan harga jual bagaimana a." tanya ika


" harga modal produk ditambah biaya biaya yang melekat disana misal kemasan, kalian mau pake kemasan seperti apa, apa cukup dengan plastik biasa, karena kemasan akan mempengaruhi konsumen membeli produk kita, gaji karyawan, utilitas, untuk biaya ini jangan sampai melebihi 10%, ditambah lagi berapa margin keuntungan yang akan kalian ambil, aa sarankan diatas 25% kalau bisa 40%. karena nanti akan muncul biaya iklan, promosi ke distributor atau agen, misal untuk diatributor dikasih discount 20% dengan minimal pembelian awal 10 juta, agen discount 10% pembelian minimal 5 juta, reseller 5% pembelian 2 juta. untuk pemasarannya pakai jalur distribusi dengan sistem tadi dan penjualan online baik website sendiri atau melalui marketplace yang sudah ada." kata vian


" kalau untuk LAD's gimana mas." tanya astrid


" perhitungannya sama aja, yang perlu diingat jangan sampai kita berlaku curang atau bohong kepada konsumen kalau bagus bilang bagus kalau jelek bilang jelek dan itu kita harus terima. kalau ada barang yang diterima konsumen cacat sebelum mereka pakai kita harus ganti supaya ada kepuasan dan kepercayaan dari pihak konsumen dan orang orang yang kerjasama sama kita, jangan alergi akan kritikan dan masukan." kata vian


" apalagi aa." kata ika


" jangan pernah puas, jangan pernah merasa cukup, jangan pernah merasa pintar. kenapa aa percayakan L-Trans sama pak dede padahal dari sisi pendidikan dia hanya lulusan SMP, sopir, tapi karena dia mau belajar, dia gak minder, kalian tau dia di L-Trans sebagai apa." tanya vian


" manager mas." kata bella


" dia itu direktur utama L-Trans, masa kalian lulusan sarjana pola fikirnya kalah sama dia. kalian jangan pernah memandang remeh bawahan kalian, ambil contoh opik, abe, hendra mereka adalah teman teman bawahan dulu, mereka sampai mengundurkan diri dari tempat aa dulu kerja mau bergabung dengan aa di perusahaan baru." kata vian sambil menyalakan kembali rokoknya

__ADS_1


" coba fikir mana ada seorang direktur utama tidur kaya gitu mau aa suruh suruh, jam berapa pun aa meminta dia datang dia akan datang kalau gak ada hal urgent. tapi perlu di ingat juga beda orang beda cara memimpin. kalian jangan samakan cara aa dengan cara kalian nantinya." lanjut vian


" aa pasti bantu ika kan." kata ika


" iya kalau aa jadi komisaris itu berarti aa punya hak dan kewajiban, aa harus dapat gaji walau tidak sebesar direktur dan bonus, kewajiban aa minimal 1 minggu sekali aa harus menjalankan fungsi komisaris yaitu memantau, memeriksa, memberikan masukan." kata vian


" nyindir nih." kata lily


" bukannya nyindir mah, tapi itu tertuang di undang undang pendirian perusahaan, nah kalau kalian ada kebutuhan pribadi kalian sistemnya pinjaman, jangan seenaknya pakai uang perusahaan." kata vian


" terus sebagai pemilik apa aa untungnya." kata ika


" sebagai pemilih hanya akan dapat berupa deviden, pembagian keuntungan hasil usaha, besarnya sesuai dengan presentasi kepemilikan kalian, waktunya setelah tutup buku tahun berjalan, misal di tahun ini mendapatkan keuntungan 1,5 milyar, nah jangan juga dibagikan semua tapi harus ada minimal 20% untung penempatan modal. jadi yang dibagikan hanya 1 milyar, ika punya 30% kepemilikan jadi ika dapat deviden 300 juta." kata vian sekalian membangkitkan semangat mereka


" wah gede juga ya." kata ika


" iya, selain itu juga kalau kalian ada struktur kepengurusan kalian juga berhak dapat bonus, penilaian dari kinerja kalian, makanya harus serius." kata vian


" jadi papah selama ini dapat gaji juga dan bonus dari perusahaan Livi Group." kata lily


" iya dong mah, papah bisa belanjain kalian dari mana, tapi untuk modal awal Dilas, pembelian rumah, mobil, dan yang lainnya itu hasil usaha papah sebelum papah nikah sama mamah." kata vian menjelaskan


" mamah tau, jadi uang papah masih ada dong sebelum kita nikah." kata lily


" iya ada dong." jawab vian


" udah habisin, gak boleh ada lagi." kata lily


" kok dihabisin sih mbak." kata astrid


" kalian emang mau suami kita ini nikah lagi kalau dia masih punya uang." kata lily


" kalau begitu, gak boleh pegang lagi." kata astrid dan dilla


" buat modal usaha ika buka usaha, papah akan pake uang dari sana." kata vian


" makasih ya untuk semuanya dan diskusinya." kata ika

__ADS_1


Setelah mengobrol vian dan yang lainnya pergi untuk istirahat.


__ADS_2