Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sharing Pengetahuan 2


__ADS_3

Tak lama pak bambang datang kesana


" pantesan di rumah gak ada ternyata kalian masih disini, maaf ya pak saya nyelonong aja masuk nih kaya rumah sendiri." kata pak bambang


" gak apa apa, bebas kalau disini." kata vian


" kayanya lagi serius, ada hal apa nih." kata pak bambang


" saya sedang sharing pengetahuan pak." kata vian


" pak aku mau punya usaha juga, aku mau gabung sama perusahaan SPI, boleh ya." kata silvy


" kok kakak mau usaha, katanya mau kerja di perusahaan luar sana." kata pak bambang


" gak ah, udah gak tertarik lagi sekarang aku lebih baik kerja di perusahaan aku aja, boleh ya pak. Kan nanti aku juga bisa membuat skripsi disana juga." kata silvy


" iya boleh, terus adek mau ikutan juga." kata pak bambang


" iya dong masa cuma ibu dan kakak aja." kata silvia


" adek mau gabung di perusahaan SPI juga atau mau buka rumah klinik sendiri." kata pak bambang


" di rumah sakit Livi pak." kata silvia


" kalian baru sehari kenal sama pak vian udah seperti ini. Dulu aja bapak dorong dorong untuk usaha kalian gak mau sekarang aja merengek rengek mau usaha." kata pak bambang


" berapa modal perusahaan SPI dan Rumah sakit livi pak." tanya pak bambang


" perusahaan SPI 15 milyar kalau rumah sakit 70 milyar." kata vian


" ika dan yang lainnya punya berapa persen kepemilikan di SPI." kata pak bambang


" ika 30% bella 20%, lusi dan mitha masing masing 5%." jawab vian


" wah ika banyak juga uang kamu ya punya 3 milyar." kata pak bambang


" itu pemberian aa om." jawab ika


" pak vian uangnya banyak nih, tiap tahun dapat dividen dari mana mana." kata pak bambang


" alhamdulillah pak, cukup buat ........." kata vian menganggantung perkataannya.


" ayo buat apa." kata lily, astrid dan dilla mereka mengepalkan tangannya


" gak ikutan ah. Ha...haa..haa" kata pak bambang ketawa


" buat buka usaha baru sayank." kata vian


" ngomong ngomong pak vian, ika dan yang lainnya mengizinkan gak kalau silvy gabung di perusahaan SPI." kata pak bamabang

__ADS_1


" boleh saja pak saya tidak keberatan." kata vian


" iya om gak apa apa," kata ika, bella, lusi dan mitha


" iya sudah kalau begitu, jadi silvy ambil 10% aja ya." kata pak bambang


" iya pak gak apa apa kan setiap tahun pasti ada kenaikan nilai valuasi perusahaan." kata silvy


" iya sudah kalau begitu pak, silvy gabung sama perusahaan SPI." kata pak bambang


" tapi seperti ibu dulu ya perjanjian dibawah tangan belum masuk akta notaris." kata vian


" iya gak apa apa, saya percaya sama bapak." kata pak bambang


" terus aku gimana pak." kata silvia


" untuk silvia di rumah sakit livi 5%, kalian jangan iri irian ya." kata pak bambang.


" gak akan pak." kata silvy dan silvia


" kalau begitu saya minta kartu identitas silvy dan silvia untuk dibuatkan perjanjiannya." kata vian. Silvy dan silvia menyerahkan kartu identitasnya kepada vian, vian pun mengambil photonya lalu menyerahkan kembali ke mereka. Vian pun mengirim kartu identitas tersebut ke raka untuk dibuatkan perjanjian seperti ibu sisil. Vian menjelaskan kepada raka bahwa silvy di perusahaan SPI dan silvia di rumah sakit Livi.


" besok ya pak uangnya saya transfer." kata pak bambang


" siap pak, oh iya pak tadi pak gubernur telepon bahwa besok jadi berangkat jam 8an dari sini, bapak jadi ikutkan." kata vian


" pasti dong ikut, kan mau lihat lahan buat pabrik, saya juga gak mau kalah sama bapak biar bisa....." kata pak bambang, sama kaya vian menggantung ucapannya


" bisa dapat uang." kata pak bambang sambil tersenyum


Vian menyuruh indra untuk membuat pembakaran jagung, biar sambil ngobrol bisa sambil makan jagung bakar.


" om usahanya dibidang apa aja." kata silvy


" om ada perusahaan LNI bergerak di bidang perlengkapan bayi dan anak, perusahaan BLS perbankan syariah, perusahaan LA bergerak di bidang agrobisnis, L-Trans expedisi dan travel, L-Pro di bidang proverty, resort di bali dan yang baru Dillas cafe dan toko buah serta supplier hasil pertanian, LCI kosmetik, SPI fashion muslimah, Livi Hospital, dan yayasan pendidikan dari TK sampai universitas." kata vian


" wah banyak banget, apa gak pusing om." kata silvy


" pusing pasti ada, tapi kan ada tim di setiap perusahaan yang mengurusnya." jawab vian


" terus dari sekian banyak usaha om yang paling besar omzetnya perusahaan apa." kata silvy


" tahun kemarin itu perusahaan LNI dan kemungkinan besar tahun ini perusahaan LA." jawab vian


" rencana kedepan buat usaha apalagi om." kata silvy


" rencana mau buat pabrik minyak goreng sama bapak, dan kebutuhan bahan pokok lainnya." kata vian


" kakak lihat waktu kemarin lewat ada rusun disana, itu pak vian yang buat untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki rumah setelah selesai beliau berikan kepada pemerintah daerah untuk mengelolanya, bapak sama pak gubernur kenal beliau di acara peletakan batu pertama pembangunan rusun tersebut, dan kita sering mengobrol beberapa bulan ini." kata pak bambang

__ADS_1


" dan beliau ini membangun perumahan buat karyawannya, makanya kata pak gubernur kemarin di dinas ketenagakerjaan perusahaan livi group sedang menjadi tujuan para pencari kerja." lanjut pak bambang


" berapa total keseluruhan karyawan om." kata silvy


" kurang lebih sudah 2 ribu karyawan belum tenaga harian, para petani." kata vian


" banyak sekali, ada hal yang gak menyenangkan gak om." kata silvy


" pasti ada dong, ini tangan pernah kena golok waktu pembukaan pabrik yang besok mau kita kunjungi." kata vian


" wah jadi takut pergi kesana." kata silvy


" tenang aja daerah sana sekarang sudah aman." kata vian


" saya harap silvy mau sharing pengetahuannya kepada kami, jangan takut untuk mengungkapkannya." lanjut vian


" baik om, terimakasih udah menganggap kami keluarga." kata silvy


" kamu juga bantu LAD's ya kak." kata ibu sisil


" iya bu nanti aku kalau kembali kuliah aku akan bawa, dan sekarang aku akan upload di medsos aku." kata silvy


" saya sarankan agar ibu ibu dan para gadis disini mulai hari ini memakai produk LAD's, bagaimana kita bisa menyakinkan konsumen kalau kitanya saja tidak memakai produk tersebut, terus untuk pegawai SPI disaat jam kerja wajib pakai kerudung, masa kita nawarin kerudung kita gak pakai, siapa tau aja ke depannya menjadi kebiasaan." kata vian


" mamah udah pakai kok pah." kata lily


" kita juga udah." jawab astrid dan dilla


" iya mas, kemarin dan tadi memang kita pakai kerudung pas layanin konsumen." kata bella


" untuk konten iklan kalian bisa buat tutorial cara memakai kerudung untuk pemula, silvy bisa tuh jadi modelnya." kata vian


" aku juga mau mulai pakai kerudung kalau pergi keluar mas, boleh." kata astrid


" iya tentu boleh dong sayang." kata vian


" aku juga mas mau." kata dilla


" ika besok bawaan kakak kerudung juga ya." kata lily


" mungkin ini kalian pakai karena terpaksa, tapi kedepannya jadi kebiasaan. Untuk LAD's juga harus menjadi tantangan bagaimana membuat kosmetik untuk perempuan yang memakai kerudung, misalnya shampoo, pelembab kulit karena otomatis yang pakai kerudung itu tertutup." kata vian


" itu akan menjadi terobosan LAD's," kata lily


" kamu vian setiap obrolan pasti ada aja ide keluar." kata pak bowo


" suami siapa dong pak." kata lily


" ini manfaatnya kalau kita sharing, karena kalau kita sendiri belum tentu, tapi dengan banyak orang pasti ada aja yang bermanfaat walau mungkin buat orang itu nyeleneh." kata vian

__ADS_1


" wawasan aku jadi nambah nih, kaya kuliah 2 SKS, gratis lagi." kata silvy


__ADS_2