
Selesai mengobrol dengan bapak bapak, vian pamit untuk ke villanya, sedanhkan pak bupati dan pak gubernur ikutan mancing bersama pak adi, pak bowo dan pak wanto. Tadi siang mereka telah pergi bersama opik melihat lahan untuk sekolah bersama pak Gunawan selaku bhabinkantibmas desa SA. Mereka belum bilang karena melihat kesibukan vian.
" saya melihat vian itu sibuk terus... Dia selalu bilang iya kalau ada yang mau ngajak ngobrol itu, terkadang saya kasin melihatnya." kata pak bowo
" dia itu enggak enakan orangnya pak." kata pak adi
" kalau saya, enggak bakalan sanggup pak." kata pak wanto
" tadi tuh lahannya bagus, cocok lah buat sekolah livi, karena butuh ketenangan, dan anak anak juga kan akan tinggal disana, harganya juga menurut saya murah, tapi memang sedikit kedalam aja persis seperti YPl disana." kata pak bowo
" nanti kita bicarakan saja sama vian, tadi juga kita udah ambil photo lahan dan photo copy sertifikatnya diminta juga." kata pak adi.
Setibanya di villa vian duduk di sofa, shinta yang melihat vian duduk sendiri pun menghampirinya, tadi dia di kamar habis rebahan karena dia merasa cepat cape dan lelah.
" papah udah pulang, mau dibuatkan apa, maaf ya pah aku istirahat terus soalnya badan kok cepat lelah." kata shinta
" udah enggak apa apa sayang, papah sedikit cape aja, ini mau istirahat sebentar,." kata vian, shinta pun duduk disamping vian lalu menyandarkan kepalanya di bahu vian.
" mau ke dokter sayang, gimana waktu di rumah kata dokter." kata vian
" enggak masalah pah, kata dokter normal aja, defe bayi juga sehat." jawab shinta
" maaf ya kalau papah kurang memperhatikan kamu, nanti kamu enggak usah ikut ke surabaya, di rumah aja ya, paling kita 3 hari 2 malam aja disana." kata vian
" iya pah, lagian aku disana juga enggak bisa apa apa." kata shinta
" terus ada keluhan ibu enggak." kata vian
" enggak ada pah, ibu cuma bilang terimakasih aja, udah diajak jalan jalan, papah udah memperhatikan deni sampai biaya sehari harinya dan ibu juga bisa dapat gaji dari perusahaan ibu." kata shinta
__ADS_1
" terus kamu pegang uang kan." kata vian
" ada pah, setiap papah kasih dan gaji aku dari LCI juga masih utuh. Aku tabung, habis buat apa, sehari hari dan kalau belanja pun itu kan papah yang bayar, tapi kadang kala aku suka kasih ke ibu untuk di kasih ke saudara, enggak apa apa kan pah." kata shinta
" iya enggak apa apa, malahan bagus, karena papah juga enggak bisa memperhatikan semuanya termasuk saudara saudara.kamu mau makan apa?" kata vian
" aku mau martabak manis sama martabak telor. aku senang bisa berdua begini pah, seperti waktu awal kita melakukan itu." kata shinta sambil tersenyum. Vian pun mengirim pesan ke opik meminta supaya nanti dibelikan martabak manis dan telor beberapa porsi dan rokok 4 bunhkus untuk stok. vian merentang kakinya, dia merasakan bisa istirahat sampai ketiduran. Karena takut membangunkan vian. Shinta pun pergi ke depan dan duduk di kursi sana. Tak lama lily, astrid dan dilla.
" papah udah pulang shin." kata lily
" udah mbak dari tadi, sekarang papah lagi tidur kecapean kayanya." kata shinta
" susah dibilang hampir tiap hari tidurnya malam terus, liburan pun masih aja kerja, kayanya bakalan susah untuk melepas kegiatan dia diperusahaan." kata lily, mereka pun masuk ke dalam lalu ke kamar takut membangunkan vian.
" kasian suami aku kecapean habis cari uang." kata astrid
" lelah bnaget si papah." kata dilla
" kira kira 1 jam, tadi datang ngobrol sebentar papah tidur, makanya aku kedepan takut ganggu tidurnya." kata shinta
" kalian mau makan apa, biar kita makan malam disini aja ya, kalau keluar ribet lagi." kata lily
" iya mbak, menu kemarin juga enak mbak." kata astrid
" iya udah tambah sop buntut aja deh, buat papah biar segar dia." kata lily, lily pun menelepon opik meminta supaya memesan makanan untuk makan malam, menunya seperti kemarin dan tambah sop buntut 7 porsi dan porsinya yang lain pun di tambah karena ada pak menteri tenaga kerja dan keluarganya serta ada tumnya juga, terus ada endris dan keluarga dan pak bupati P dan keluarganya.
Jam 4.27 menit vian bangun, lalu memeriksa jam lalu.masuk ke kamar
" papah udah bangun, makanan untuk makan malam udah mamah minta ke opik, papah ada acara keluar lagi enggak." kata lily
__ADS_1
" iya mah, terimakasih, papah tadi ketiduran, terus astrid sama dilla dimana." kata vian
" lagi mandi tuh lama banget berdua." kata lily. Vian pun masuk ke kamar mandi. Vian pun berendam di jacuzzi. asteid dan dilla yang sudah mau selesai mandinya, malahan ikut berendam. tak lama lily pun masuk ke kamar mandi karena astrid dan dilla enggak keluar keluar.
" kalian ya pantas aja lama." kata lily
" tadi udah mau selesai mbak, papah masuk ya tanggung kita jadinya mandi bareng aja." kata astrid, dia pun sudah memulai permainan mulutnya di pusaka vian dan dilla sedang berciuman. Astrid pun cepat cepat melakukan permainan karena takut di dahului lily. Vian duduk di pinggir jacuzzi, astrid mencapai puncaknya, digantikan dilla, sedangkan lily berciuman dengan vian bergantian dengan dilla, astrid setelah istirahat sebentar dia pun membersihkan diri lalu pamit duluan karena takut de avin bangun. Dilla pun sama setelah di mendapatkan puncaknya, dia bersih bersih karena mendengar de alea nangis. Di kamar mandi tinggal lily, tak lama shinta masuk dia pun ingin mandi bareng, lly pun mengakhiri permainan setelah mendapatkan apa yang dia harapkan, vian menyelesaikan tugas bersama shinta." makasih ya pah... Dede bayi sudah di tengok." bisik shinta. Selesai semuanya mendapatkan puncak kenikmatan mereka bersih bersih, lalu mereka sholat ashar sama sama, vian pun mencium kening mereka setelah selesai sholat.
Vian membuat kopi lalu pergi ke depan, vian pun menyalakan rokoknya. Tak lama bapak dan bapak mertuanya datang kesana.
" a kamu sendiri aja, cape enggak, ada yang mau bapak sama mertua kamu bicarakan." kata pak adi
" enggak kok, tadi aa habis istirahat kok lumayan lama, oh iya bapak mau minum apa biar dibuatkan." kata vian
" boleh kopi deh." kata mereka, vian pun masuk ke dalam meminta dibuatkan kopi kepada isteri isterinya untuk bapak dan bapak mertuanya. Tak lama vian kembali kedepan.
" iya ada apa pak, aa jadi penasaran ini." kata vian
" ini a, tadi siang waktu kamu ke PBN opik ngajak bapak sama pak bowo dan pak wanto melihat lahan, ini photo lahannya, photo copy sertifikatnya ada di pak bowo, gimana menurut kamu, tadi sama pak heri bhabinkantibmas yang bawa kesana." kata pak adi sambil memperlihatkan photo photo di handphonenya.
" ini pak kopinya." kata dilla
" iya sayang, makasih ya." kata vian sambil menerima kopi itu dan menyerahkan ke pak adi, pak bowo dan pak wanto.
" makasih nak." kata mereka
" iya pak sama sama." kata dilla, lalu dia pun masuk ke villa.
" bagus lahannya pak, berapa luas lahannya, dimana lokasinya, sama ini rencananya untuk apa lahan tersebut." kata vian
__ADS_1
"luasnya 4,4 hektar tapi 2 lokasi lahannya terbagi sama sungai sebelah, pemiliknya 1 orang, ini di belakang klinik Livi lokasinya yang satunya lagi persis di sebrangnya , kalau yang dibelakang klinik 1,4 hektar, yang satunya lagi 3 hektar, dia minta 4,2 milyar tapi karena dia lagi perlu uang dia akan kasih 3,4 milyar kalau memang kita mau belinya. Rencananya lahan itu untuk pengembangan YPL, tadi bapak ngobrol sama pak bowo dan pak wanto yang di belakang klinik ini bisa untuk sekolah TK sama SD, yang di sebrangnya itu bisa untuk SMP, SMA, SMK dan universitas tinggal gimana designnya saja." kata pak adi.. Vian pun melihat lihat lagi photo photo lahan tersebut.