Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
kekuatan vian 2


__ADS_3

pihak keamanan dan 5 pengawal tadi kaget, akan kekuatan yang dimiliki vian. "ayo kalian berdiri bajingan." kata vian, sambil mendekati para preman itu. vian sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi, para preman itu pun kaget dengan kekuatan vian, mereka tidak menyangka orang yang mereka hadapi memiliki keuatan di atas mereka yang hanya mengandalkan otot.


vian berjalan menuju yacob.


" mau kamu apa hah." kata vian, vian sudah mengayunkan tangannya mau memukul yacob, yacob yang dari tadi cuma melongo dan dia tidak bisa apa apa hanya bisa mengandalkan orang lain. tepat ketika vian sudah mengayunkan pukulannya pak adi yang ada disana berteriak melarangnya.


" aa jangan.. hentikan." teriak pak adi


vian tersadar teriakan bapaknya. dan dia baru menyadari kehadiran bapak dan mertuanya disana. pak adi menyerahkan air putih kepada vian untuk di minum. pihak keamanan yang tadi menonton sekarang sudah datang ke tempat kejadian. dan komandannya memerintahkan kan memerintahkan meringkus kawanan preman itu.


tak lama lily datang kesana. dia melihat yacob dan preman yang sudah diamankan pihak keamanan.


" papah gak apa apa.. kenapa gak bilang sama mamah." tanya lily sambil terisak.


" gak apa apa sayank, pah baik baik aja." jawab vian menenangkan lily sambil memeluknya.


" saya tidak akan mentolerir lagi kalo kejadian ini terulang, apalagi mengancam keluarga saya." kata vian menunjuk yacob.


"pak silahkan angkut mereka." kata vian ke komandan keamanan.


"baik pak, kita akan proses mereka secara hukum, atas tindakan penyerangan dan perusakan." jawab komandan itu.


"terimakasih pak atas kerjasamanya, nanti saya menyuruh tim kesana." jawab vian


vian sesegera mungkin menyuruh aparat keamanan pergi, supaya lily tidak bertindak dan dia merasa aman.


setelah kepergian pihak keamanan dan preman, vian mengajak lily, bapak, dan mertuanya masuk ke kantor. di dalam kantor sudah menunggu bu murti dan beberapa karyawan.

__ADS_1


" bu murti minta tolong minuman dingin sama ea batu ya." kata vian


"baik pak." jawab murti


"pah itu kok ada bercak darah di tangan baju papah." tanya lily khawatir


" mungkin tadi kena darah para preman itu." jawab vian, tapi dia merasa perih di lengan itu dan dia melihat bahwa baju di tangan yang ngilu itu sobek. pas dia buka baju terlihat luka gores disana dan mengeluarkan darah cukup banyak, vian meminta es batu tadi untuk mengompres luka itu. vian tidak sadar ada luka seperti itu mungkin tadi masih baru jadi tidak kerasa. lily pun meminta murti mengambilkan alat P3K, setelah murti memberikan alat P3K lily membalut luka vian dengan pwnuh kasih sayank.


"pah kenapa gak ngomong sama mamah sih." kata lily.


" pah mohon maaf, tapi pah gak ingin mamah khawatir itu aja, dan yang mereka cari kan papah." jawab vian


lily langsung memeluk vian dengan air mata yang membasahi pipinya, "udah mamah jangan nangis lagi ya.." kata vian menghibur lily.


"bapak gak nyangka kelakuan si yacob kaya gitu. oh iya kenapa kamu vian malah melawan mereka bukan langaung menyerahkan ke pihak keamanan."kata pak bowo.


"iya, tapi kamu bikin kami khawatir." jawab pak bowo


"iya pak, vian mohon maaf sudah bikin kalian khawatir." jawab vian.


"oh iya bapak tadi sudah bawa 5 orang pengawal. itu gimana." tanya pak bowo


"ya sudah, 2 orang buat di sini dulu karena sucurity disini sedang sakit, 3 buat di rumah."jawab vian.


ya sudah kita pulang saja kata vian mengajak lily dan orangtuanya. lagian kita belum makan siang.


" bu murti besok aktivitas karyawan sudah mulai beroperasi lagi ya."kata vian

__ADS_1


"baik pak, saya akan koordinasikan dengan bagian HRD." jawab murti


setelah itu vian pamitan kepada semuanya. dan mininggalkan 2 pengawal untuk menjaga sementara disana.


1 jam kemudian mereka tiba di rumah disambut bu njngsih dan bu retno.


"aa kenapa tangan kamu itu." kata bu ningsih


" tadi ke gores bu." jawab vian


bu, pak vian mau ke kamar dulu ganti pakaian, vian dan lily pergi ke kamar. sesampainya di kamar terus mengganti bajunya, lalu dia selonjoran di kasur, lily pun duduk disebelah vian sambil menyandarkan kepalanya di bahu vian


" pah maaf ya, karena mamah papah jadi begini." kata lily


" mamah gak perlu minta maaf, lagian itu bukan kesalahan mamah, si yacob gak suka aja sama papah." jawab vian, vian pun memeluk istrinya supaya gak sedih lalu mencium kening lily


" mamahbgak perlu khawatir lagi, kan bapak sudah mencarikan pengawal buat kita semua." lanjut vian ayo kita makan siang dulu ajak vian. mereka berdua pergi ke ruang makan, disana mereka sudah di tunggu orang tua dan mertuanya sama ika. meeeka ngobrol seperti gak terjadi apa apa. setelah makan vian dan lily pamit pergi ke kamar ingin beristirahat.


setelah vian dan lily pergi bu retno bertanya ke pak bowo


"pak.. kenapa bapak tadi buru buru dan ada kejadian apa." tanya bu retno


"bapak tadi buru buru karena khawatir aama vian bu, vian tadi berkelahi sama preman suruhan si yacob, alhamdulillah vian bisa menghadapi preman itu" jawab pak bowo


"ibu gak ngerti kenapa si yacob bisa bertindak seperti itu, padahal mereka sudah gak ada hubungan lagi." kata bu retno keheranan.


"ya mungkin si yacob iri kepada kehidupan vian dan lily akan ke suksesan yang mereka capai saat ini." jawab pak bowo

__ADS_1


di kamar lily terus memeluk vian, dia gak mau kehilangan vian.


__ADS_2